Saturday, 16 September 2017

CERITA PENDEK (CERPEN) “AKTIVITAS YANG MEYENANGKAN”



Saya adalah siswa SMK N 2 Kebumen. Saya kelas 11 tkbb 3. Rumah saya di jatisari rt02 tw01. Saya anakke 3 dari 3 bersaudara. Hobi saya adalah bermain sepakbola dan bermain futsal. Saya dan rahman setiap hari berangkat sekolah bersama. Kami berangkat sekolah menggunakan sepeda.
 
CERITA PENDEK (CERPEN) “AKTIVITAS YANG MEYENANGKAN”
CERITA PENDEK (CERPEN) “AKTIVITAS YANG MEYENANGKAN”
Saya bangun tidur pukul 05:00. Saya bangun tidur langsung menunaikan ibadah solat subuh. Jam 05:30 saya mandi selesai mandi saya memakai baju sekolah dan melanjutkan untuk makan. Setelah sehabis makan saya menghampiri  rahman untuk sekolah. Saya dan rahman berangkat sekolah pukul 06:15. Kami di jalan terkadang mendapatkan hal yang seru, hal yang sedih, hal yang bikin kami tegang. Terkadang kami berbincang-bincang sebelum sampai di sekolah. Sesampainya di sekolah jam 06:40. Kami bergegas memarkirkan sepeda kami, lalu menuju ke kelas untuk menerima pelajaran dari guru.

Setelah pelajaran selesai jam 16:00 kami pun pulang. Kami pulang tidak tergesa – gesa seperti yang lain, kami pulang sambil menikmati keindahan di sore hari. Sesampainya di rumah, saya mengambil air untuk berwudhu dan bergegas untuk sholat. Sehabis sholat saya berganti baju terus langsung mandi. Setelah mandi saya mengambil air untuk berwudhu dan shalat maghrib. Setelah sholat saya menjadwal untuk hari esok sekolah. Terus sehabis menjadwal saya pergi ke rumah teman untuk mengajaknya mengaji. Kadang kalau lagi capek atau males saya tidak ngaji.

Saya mengaji di rumah tetangga saya yang bernama kang sidik dan istrinya bernama bu Aya. Sebelum ngaji saya dan teman – teman saya berbincang – bincang dan bercanda, kadang juga saling mengejek saling membuli satu sama yang lain. Pada malem selasa dan malem rabu saya mengaji kitab dan pada malem senin, sabtu, minggu saya mengaji Al Qur’an dan malam kemis saya menulis tajwid. Selesai ngaji pukul 20:00 kadang juga pukul 20:15. Dan melakukan piket bergilir pada malam senin yang piket adalah Irfan, saya, Agus, Angga, dan Aan.

Setelah saya mengaji saya terus pulang. Sesampai di rumah saya belajar atau membaca buku untuk pelajaran besok pagi. Sehabis membaca saya bermain hp sampai terlelap tidur. Pada hari minggu jam 07:00 saya dan teman – teman bermain sepakbola. Dalam sepak bola saya menjadi gelandang yang sangat di takuti karena skil saya yang seperti idola saya yaitu Cristiano Ronaldo. Kami bermain sepak bola sampai merasa lelah. Setelah lelah kami pun pergi kewarung dan membeli es untuk menyegarkan badan kami. Salah satu teman kami berbicara saat di warung, dia bernama kirun. Kirun berkata “ayuh mandi disungai, tanggung juga sekarang sudah jam 11:05, setelah mandi disungai kita kemesjid” kami menjawab dengan bersama – sama “otw”.

Thursday, 14 September 2017

Cerita Pendek (Cerpen) “Liburan Bersama Teman ke Pantai Surumanis"



Disaat liburan sekolah saya liburan bersama teman teman SD ke pantai surumanis di desa pasir kec.ayah. Saya kesana bersama enam orang temanku dari 14 teman sekelas pas SD yang mau ikut cuma lima orang haha.saya bersama teman saya mereka bernama Devy, Hilda, Ilham, Ramdhan,dan Yoga. Saya berangkat ke wisata pantai suru manis jam 8 pagi saya bersama Ramdhan, Yoga bersama ilham, sedangkan Devy bersama Hilda. Di jalan saya dan Ramdan memimpin barisan tiga motor tersebut seoalah-olah menjadi duta wisata.
 
Cerita Pendek (Cerpen) “Liburan Bersama Teman ke Pantai Surumanis"
Cerita Pendek (Cerpen) “Liburan Bersama Teman ke Pantai Surumanis"
Di jalan kami sempat bingung mau ke pantai suru manis apa mau ke watu bale, akhirnya setelah melewati pegunungan ayah akhirnya menemukan jawaban yaitu positif ke surumanis. Setelah sampai pintu gerbang pantai surumanis kami sempat bingung juga karena pas kebetulan pintu gerbang surumanis sebelahan persis dengan pantai lampoon. Akhirnya musyawarah terjadi lagi antara kami. Banyak yang setuju ke surumanis akhirnya kami masuk ke pantai surumanis. Setelah masuk ke wisata ternyata wisatanya sangat indah. Dan ternyata di peta wisatanya juga ada wisata air terjun nya juga. Tak sia-sia kami pergi ke pantai suru manis.

Setelah kami masuk ke wisata, kami pertama kali menyusuri bukit-bukitnya dan pantainya serta tak lupa mengabadikan momen liburan tersebut dengan cara berfoto-foto. Kami disana setelah berjalan jalan kira-kira setengah wisata pantai surumanis. Akhirnya kita merapat ke warung warga desa tersebut. Kami memesan es kelapa dan tempe goreng hangat dicampur sambal kecap khas pantai surumanis yang konon katanya enak. Setelah kami istirahat kami menuju ke wisata air terjun dan disana saya cuci muka dengan air sangat dingin yang membuat segar kepala yang panas. Kami disana bermain air dan juga berfoto-foto. Sehabis itu saya menuju ke pantai yang ada bukitnya pas kebetulan air terjun itu langsung ke laut jadi dekat pantai. Kemudian kami duduk berlima di sebuah saung, diperbukitan itu kami bercanda tertawa seakan masalah dan beban sirna.

Sesudah duduk di saung sambil istirahat kami pulang berboncengan. Boncengannya seperti biasa saya dan Ramdan, Yoga dan Ilham, dan Devy dengan Hilda. Di perjalanan pulang ada wanita cantik. Saya dan Ramdhan terus di belakangnya ngga mau nyalip iseng-iseng modus. Setelah sampai di pertigaan cewe cantik belok ke kiri dan aku dan Ramdhan belok ke kanan. Setelah itu kami tak lama kemudian mendengar adzan asar, kemudian kami mencari masjid untuk sholat asar berjamaah. Kemudian kami menemukan masjid di daerah pantai karang bolong pas kebetulan di pinggir jalan persis. Kemudian kami mampir sholat berjamaah bersama,. Setelah sholat kami pun juga duduk duduk sebentar sambil beriatirahat lagi. Kemudian kami pulang.

Tuesday, 12 September 2017

Cerpen “Liburan Yang Mengesankan”



Suatu hari, di hari yang cerah saya melihat tanggalan di tembok. Ternyata hari itu ialah hari setelah lebaran. Saya diajak pergi ke laut oleh teman-teman. Dan saya pun menerima ajakannya. Saya segera bersiap-siap, dari menyiapkan pakaiaan ganti dan lain sebagainya. Setelah lama kemudian kami berkumpul. Kami pun berangkat tepatrnya jam 7 pagi. Perjalanan dari desa saya sampai ke tujuan kurang lebih menempuh waktu 1 jam.
 
Cerpen “Liburan Yang Mengesankan”
Cerpen “Liburan Yang Mengesankan”
Jalan menuju pantai tersebut memang rusak. Banyak sekali lubang dan krikil, maka kami harus dengan hati-hati. Sesampainya disana, tepatnya di pantai suwuk kami sangat senang. Karena situasinya sangat ramai kami tidak memarkirkannya di dalam, melainkan diluar pintu masuk. Biaya parkirnya hanya 2000 rupiah dan biaya masuknya keseluruhan 35000 untuk 9 orang. Padahal jika lewat pintu masuk suwuk satu orang 7500. Kami masuk tidak lewat pintu masuknya melainkan melewati tembok yg tidak terlalu tinggi dan disitu sudah disediakan tangga kecil untuk masuk. Setelah masuk kami segera mencari warung karena dari rumah belum sarapan. Kami memesan makanan kesukaannya masing-masing. Ada yang pesen soto, bakso, mie ayam, mie goreng, pecel dan lain lain. Setelah makan selesai kami berjalan-jalan di tepi pantai. Setelah capek kami pun pergi meneduh. Saya di pantai suwuk menikmati pemandangan yang indah. Kami makan sambil bersantai-santai di pantai suwuk. Setelah kami semua sudah puas dipantai suwuk, kami pun terus pergi ke pantai criwik. Pantai criwik dan pantai suwuk memang bersebelahan. Hanya dengan berjalan kaki saja bisa sampai ke pantai criwik.

Pantai criwik memang tidak terlalu ramai karena mungkin baru saja ada. Di pantai ini banyak sekali pohon-pohon cemara. Sehingga memudahkan seseorang untuk meneduh disini. Bahkan ada yang menggelar tikar dibawah pepohonan. Karena kami tidak membawa tikar kamu pun menyewa sebuah tikar disini dengan harga 25000 rupiah. Setelah itu pun kami duduk sambil menikmati indahnya pantai dan angin yang berhembus. Sambil memakan makanan dari rumah yang tadi dibawa. Setelah lama kami duduk dan sambil berfoto foto. Setelah puas berfoto saya pergi mencari siomay. Di pantai criwik tidak ada yang jual siomay. Sehingga saya pergi ke pantai suwuk untuk membelinya. Saya berjalan dari pantai criwik ke pantai suwuk. Setelah menemukan somay, saya pun membelinya. Setelah membeli saya pun kembali ke pantai criwik. Memeng melelahkan akan tetapi demi mendapatkan siomay saya pun melakukannya.

Sunday, 10 September 2017

Cerita Pendek (Cerpen) “Kisah kasih di Sekolah”


Pada suatu hari, seorang siswa laki-laki sedang berjalan menuju kelasnya. Pada saat itu dia sedang terburu-buru karena dia berangkat dari rumah ke sekolah terlalu siang. Oh iya kita belum kenalan, nama singkat aku renaldo. Aku sekolah di kota pemalang, aku baru kelas 2 SMK. Syukurlah aku bisa masuk sekolah impian aku. Oh ya ke cerita selanjutnya, nah pada saat aku buru-buru ke kelas, aku melihat seorang cewek yang sedang kesusahan.
 
Cerita Pendek (Cerpen) “Kisah kasih di Sekolah”
Cerita Pendek (Cerpen) “Kisah kasih di Sekolah”

Tak berpikir panjang aku langsung bantu dia. Saat aku lihat-lihat dia, dia lumayan manis, ya gak terlalu tinggi sih. Setelah aku bantu dia, dia bilang ke aku  “makasih kak atas bantuan nya.” Aku bilang "sama-sama, oh iya jangan panggil kak, soalnya kita seumuran, panggil aja renaldo, nama kamu siapa?" si cewek pun menjawab "Renata, panggil aja nata." ternyata nama dia nata, "Oh nata, salam kenal ya, panggil aku aja Aldo. Yaudah aku mau ke kelas dulu." si cewek menjawab "Iya do, sekali lagi makasih yah." aku "Iya sama-sama, aku duluan." Jam menunjukan pukul 10.00 waktu nya untuk istirahat, pada saat aku menuju ke kantin, aku melihat si cewek tadi pagi, dia jalan sendirian ke kantin. Setelah itu langsung aku samperin si cewek tadi.

Aku ajak dia ngobrol sekalian jalan ke kantin, sampai di kantin aku ngobrol banyak sama dia. Setelah ngobrol banyak akhir nya aku dapet kontak nya si dia. Bel masuk pun bunyi aku langsung cabut ke kelas, di dalam kelas aku kok tiba-tiba ngelamun si dia yak, atau jangan-jangan aku jatuh cinta ya… haha… Tingtong tingtong tingtong tingtong bell pulang pun bunyi, yuhuu akhirnya pulang hehe… Setelah aku keluar dari kelas aku lihat lagi si dia. Aku langsung aja hampiri dia, aku tanya si dia "Pulang sama siapa nat?." Dia jawab pertanyaan aku "Di jemput nih do sama kaka." Aku "Oh , terus udah di jemput belum?." Si nata jawab "Kakak aku belum bales sms aku, apa dia sibuk sama ceweknya ya."  Aku "pulang bareng naik angkot aja yuk sama aku"  nata jawab "tapi do, uang aku udh abis ini, tadi di kantin" (dalm hati aku lumayan buat dapet simpati nih) aku jawab "entar aku bayarin lah ennjoy aja" nata jawab malu malu "tapi kita kan baru kenal, ngga enak aku sama kamu Do" aku jawab "udah lah ga papa nat, enjoy aja lah" akhirnya aku bayarin ongkos angkotnya nata.

Di perjalanan pulang, aku sama nata ngobrol-ngobrol keluarga, tempat tinggal, dan pelajaran. Sampe lah di depan gang nata ternyata deket dari gang rumah aku. Nata bilang "Makasih ya Do, baik banget kamu sama aku padahal ya kita baru kenal" aku jawab "sama-sama nat, udah enjoy aja lah nat, ati-ati ya" pas sampe rumah aku mau chat ke nata. Tapi bingung mau tanya tentang apa ini aku ya. Akhirnya ya aku tidur lebih awal biar cepet ketemu si nata lagi. Paginya aku ketemu sama dia pas lagi dianter kakaknya. Kakak dia masuk ke kantor entah ngurus apa aku ngga tau. Aku langsung masuk kelas aja. Pas istirahat juga aku ngga liat si nata di kantin. Aku tanya tanya ke temenya nata. Nata lagi breng sahabatnya. Ya aku biarin dulu lah dia sma sahabatnya. Ngga tau kenapa aku pas pelajaran ngga fokus mikirin nata mulu (agak alay ya ini hehe). Pas pulang juga aku ngga liat nata lagi.

CERITA PENDEK (CERPEN) “TRIO PUTIH ABU-ABU”


Pernahkah kalian mengalami hal menyenangkan di masa putih abu-abu kalian? Cerita ini berawal di sekolah ternama di Jakarta. Sekolah ini siswa-siswinya banyak yang berparas cantik dan tampan, bukan hanya hal fisik saja, mereka juga memiliki prestasi yang tidak kalah dibanding dengan sekolah lain. Itulah sebabnya sekolah ini termasuk sekolah favorit di Jakarta yaitu SMA N 68 Jakarta Selatan.
 
CERITA PENDEK (CERPEN) “TRIO PUTIH ABU-ABU”
CERITA PENDEK (CERPEN) “TRIO PUTIH ABU-ABU”
Namaku Rahma Aulia Ramadhan, umurku 16 tahun, aku lulusan SMP N 10 jakarta Selatan. Aku memilih melanjutkan ke SMA N 68 Jakarta Selatan ini karena cita-cita ku dari kecil ingin selalu melanjutkan sekolah yang termasuk sekolah berprestasi dan favorit di Jakarta. “Mungkin cukup perkenalanku,” kata Rahma di depan kelas.

Hari pertama aku masuk sekolah di awali dengan kesedihan. Aku berangkat sekolah menggunakan kendaraan umum dari rumahku, di karenakan keluargaku hanya memiliki dua motor, itupun montor yang satunya sudah sering rusak. Aku termasuk siswa yang kurang mampu, maka dari itu aku slalu berprinsip menjadi siswa berprestasi agar mendapat beasiswa berprestasi. Rajin belajar aku lakukan agar aku dapat menjadi siswa berprestasi dan mendapat beasiswa. Beasiswa tersebut akan meringankan beban orang tua aku.

Perkenalan di depan kelas pun usai, dan jam istirahat pun berbunyi, tetapi aku hanya berada di dalam kelas memakan bekal yang aku bawa dari rumah. Salah satu siswa perempuan mendekatiku sambil membawa bekalnya ke dekatku.

“ Hay, boleh aku bergabung denganmu?” kata si cantik mungil tersebut sambil meletakkan bekal nya di samping mejaku.
“ Iya silahkan, dengan senang hati,” sambil memberi senyuman manis kepada si cantik tersebut.

Kami memang awalnya sudah berkenalan di depan kelas satu persatu, tetapi masing-masing dari kami belum terlalu hafal. Lalu mereka banyak berbincang-bincang tentang masalah pribadi serta pengalaman di sekolah mereka lalu.

“ Oya, nama kamu siapa? aku lupa,” kata Rahma sambil menjulurkan tangannya.
“ Namaku Rizka Mustika, namamu siapa?” kata Rizka sambil tersenyum pada Rahma.
Rizka menjawab, “ namaku Rahma Aulia Ramadhan.”
Rizka pun menjawab kembali, senang berkenalan denganmu.”
“Aku pun senang berkenalan denganmu, oya Rizka kamu dulu lulusan mana?”
“Aku dulu sekolah di SMP N 10 Jakarta Selatan, dan aku sekolah di sana karena mendapat beasiswa.”
“Wah, kamu ternyata anak berprestasi yahh..., aku bangga punya teman berprestasi sepertimu,” kata Rizka pada Rahma.
“Ah kamu bisa aja, kita semua sama saja ko riz, hanya saja mungkin dari kita belum tahu mana keahlian masing-masing dari kita,” jawab Rahma.
“ Iya Rahma, aku pun beranggapan sama denganmu.”

Saturday, 9 September 2017

CERPEN “LIBURAN DI PANTAI MENGANTI”


Ada banyak pantai di kabupaten Kebumen, Jawa Tengah yang sangat indah menawan, seperti pantai Petanahan, pantai Menganti, pantai Bocor, pantai Suwuk, pantai Karang Bolong dan masih ada beberapa lagi. Sebagai orang asli Kebumen sudah banyak pantai yang saya datangi, kecuali pantai Menganti, hehehe... Entah kenapa, selama bertahun-tahun tinggal di Kebumen, belum ada keinginan sama sekali untuk mendatangi pantai menganti ini. Padahal sudah banyak informasi dari teman-teman yang pernah ke pantai Menganti mengatakan bahwa pantai ini indah sekali, keren, tapi akses jalannya kurang memadai karena jalannya yang begitu menanjak dan berbahaya.
 
CERPEN “LIBURAN DI PANTAI MENGANTI”
CERPEN “LIBURAN DI PANTAI MENGANTI”
Sampai akhirnya saya memutuskan untuk pergi ke sana bersama teman-teman. Saya pergi kesana di waktu libur tentunya untuk liburan hehehe…. Karena sudah lama saya ingin pergi kesana tapi baru waktu itu saya sempat ke pantai Menganti.

Kami masih bingung menetukan jalan untuk pergi ke sana, karena memang banyak pilihan jalan untuk pergi ke Pantai Menganti. Ada yang mengusulkan lewat jalan selatan saja karena jalannya yang bagus, ada yang mengusulkan lewat jalur utara tapi mengingat akses jalannya masih jelek dan kami tidak memakai helm. Setelah lama menimbang-nimbang maka kami memutuskan lewat jalur selatan saja.

Lokasi pantai Menganti tidak terlalu jauh dari kota Kebumen. Sekitar satu jam kami sudah sampai di lokasi. Biaya masuknya juga murah, cukup Rp.10.000 per orang, dan ada biaya parkir juga (tapi lupa harganya karena kita membayar bersama-sama). Tempat parkirnya luas sekali, jadi pengunjung bisa bebas memilih tempat parkir. Selain itu pengunjung juga bebas memilih tempat menggelar tikar untuk tempat piknik. Kami memilih tempat dibawah pohon yang lumayan rindang.

Kami istirahat dulu di bawah pohon sambil menikmati pemandangan laut. Kami memang sengaja berangkat pagi agar bisa menikmati suasana pantai lebih lama. Dan pastinya kalau masih pagi pantai belum terlalu ramai. Pertama kali melihat pantainya aku langsung terpesona… wooooww… cantik sekaliii…. pantainya bersih, pasirnya putih, tampak lautan biru membentang dan deretan ombak besar yang bergulung-gulung berwarna putih.

Friday, 8 September 2017

Cerpen “Pengalaman Adalah Guru Terbaik”



Waktu liburan sekolah lebih tepatnya pada hari Selasa, Ayla, Resta, dan Sarti car free day di alun-alun. Mereka car free day di alun-alun dengan tujuan menyegarkan pikiran sekaligus menghilangkan beban-beban pikiran yang masih  menempel di otaknya. Selain itu, mereka juga ingin sarapan bubur ayam di suasana yang ramai dan dalam keadaan perut yang lapar. Semua itu mereka lakukan supaya dapat merasakan nikmatnya liburan dengan kesederhanaan.
 
Cerpen “Pengalaman Adalah Guru Terbaik”
Cerpen “Pengalaman Adalah Guru Terbaik”
Saat car free day, Ayla, Resta, dan Sarti saling berbincang-bincang untuk mengurangi rasa lelahnya. Selain itu, supaya suasananya tidak kaku dan lebih akrab.

“Sar, kamu gak malu apa ?” tanya Resta.
“Buat apa malu, emang gue ini badut bayaran apa?” jawab Sarti sambil memandang ke Resta.
“Jangan sewot dulu dong, maksud aku itu kamu pakai baju dan perhiasan terlalu mencolok”, Jelas Resta.
“Iya Sar, kamu itu mirip kaya emak-emak mau kondangan tau”, kata Ayla sambil tersenyum.
“Iah kalian norak deh, masa aku udah dandan kayak gini dibilang kaya emak-emak”, jawab Sarti dengan ketus.
 “Sarti tapi kamu juga harus hati-hati, siapa tahu nanti ada yang ........”, pikir Ayla.
“Suka sama aku yah ?” sahut Sarti.
“Bukan Sar, tapi.....”, kata Ayla ragu-ragu.    
“Sudahlah, kalian gak capek apa ? Cacingku udah pada demo nih”, rengek Resta.
“Ya sudah, kita sarapan dulu aja! Perutku juga sudah keroncongan dari tadi”, pinta Ayla.
“Bagaimana kalau aku traktir”, tawaran Sarti.
“Setuju!” jawab Ayla dan Resta kompak.

Setelah sarapan bubur, mereka bersantai dan istirahat di bawah pohon yang rindang. Setelah itu, mereka melihat-lihat kerajinan yang dijual oleh seorang pemuda. Mereka pun tertarik terhadap gantungan kunci yang berbentuk kapal. Akhirnya mereka membeli gantungan kunci tersebut.

Tak terasa hari pun semakin panas membuat mereka semakin lelah. Setelah membeli gantungan kunci, mereka memutuskan untuk pulang ke rumah. Saat perjalanan pulang, ada seorang pengemis yang dekil dan kurus.

“Non, berikan sedikit sedekahnya buat saya Non”, pinta pengemis.
“Badan Bapak kan masih sehat, kenapa tidak mencari pekerjaan aja Pak ?” tanya Ayla.
“Saya sudah mencari pekerjaan ke sana ke mari tapi saya gak dapat juga”, jawab pengemis dengan nada memelas.

Melihat kelakuan sang pengemis, Sarti merasa iba dan kasihan kepada pengemis tersebut. Namun, Resta dan Ayla agak curiga terhadap pengemis itu.

“Sar, ayo kita tinggalin pengemis itu !” bisik Ayla sambil mendekatkan bibirnya ke telinga Sarti.
“Kamu jangan seperti itu Ayla, pengemis ini sepertinya gak kenapa-napa kok !” jawab Sarti dengan lembut.
“Pak ini ada sedikit uang. Semoga berkah ya”, kata Sarti sambil membelikan uangnya.