Saturday, 26 December 2015

Contoh Cerita Pendek (Cerpen) Sepeda Federal Baru

Hembusan angin menembus bulu romaku. Suara jangkrik masih sedikit mengerik dilorong-lorong babatuan. Detik jam terdengar jelas ditelingaku. Suara cicak masih terdengar jelas bermain-main dengan cicak yang lain. Aku melihat jam, ternyata jam masih menunjukan jam tiga malam. Rupanya masih malam sekali. Pantas aku masih bisa mendengar segala macam bunyi. 

Baca juga cerpen yang menarik lainnya yaitu Cerpen Layang-layang Terbang.


Aku memang kadang nglilir jam tiga malam tapi Cuma sebentar, setelah itu aku tidur lagi. Tapi entah mengapa malam ini aku nglilir jam tiga malam dan aku tidak ngantuk lagi.


Aku Cuma tiduran di kamar tetapi matanya tidak terpejam. Aku berusaha memejamkan matanya tetapi aku tidak bisa tidur. Aku bangun terus aku baca-baca buku. Aku membaca buku yang berjudul “Inspirasi Hidup”. Buku itu warna kovernya hijau muda dan ada sedikit warna kuning dan merah. Buku itu karangan dari seorang profesor. Pengarang buku ini juga seorang Dosen disebuah universitas negeri tervavorit di Indonesia. Aku membaca buku itu dengan penuh kesungguhan sekali. Aku membaca lembar per lembar sampai berlembar-lembar. Tak terasa aku membaca berlembar-lembar banyak sekali.


Aku memang hobi membaca buku. Jadi aku membaca berlembar-lembar tidak merasa capek. Aku keasyikan membaca buku, sampai tak terasa sampai waktu suara azan subuh berkumandang. Aku terus mengambil air untuk berwudu. Setelah Berwudu aku terus menjalankan solat subuh. Setelah solat subuh aku terus mandi di kamar mandi. Selese mandi aku makan pagi. Aku memang meneyempatkan jika di pagi hari aku menyempatkan untuk makan pagi atau biasa disebut dengan sarapan. Aku makan pagi menunya tidak banyak-banyak. Menu makan pagi aku yaitu satu centong nasi, satu buah tempe goreng, sayur kacang panjang.

Aku memang suka pada kacang panjang. Kacang panjang memang banyak gizinya. Tempe goreng juga banyak gizinya. Nasi juga banyak gizinya. Jadi aku memang suka pada makan-makanan yang banyak mengandung gizi. Aku minumnya air putih. Air putih itu baik untuk kesehatan. Setelah itu aku berencana akan pergi ke pasar. Aku ke pasar naik kendaraan umum. Aku naik angkot berwarna merah. Perjalanan dari rumah sampai pasar kira-kira dua puluh menit. Aku menikmati perjalanan dengan senang hati. Tak terasa aku sampailah di pasar kutowinangun. Aku turun di pasar kutowinangun dengan perasaan yang sangat senang sekali. Aku langsung menuju ke bagian penjualan sepeda. Di situ banyak sekali sepeda. Ada sepeda jengki, ada sepeda federal, ada sepeda mini, ada sepeda balap, ada sepeda ontlong, ada sepeda kecil, ada sepeda sedang, ada sepeda besar, dan lain-lainnya.

Aku melihat satu demi satu sepeda-sepeda yang ada di pasar itu. Aku memang dari rumah sudah ada niat untuk membeli sepeda federal baru. Setelah aku lama sekali dalam memilih sepeda-sepeda tersebut, akhirnya aku memutuskan untuk membeli sepeda federal baru. Aku tawar-menawar dengan penjulan sepede federal itu, dan akhirnya sepeda federal baru itu aku beli dengan harga dua juta rupiah. Aku membeli sepeda federal baru berwarna biru muda. Aku memang suka sepeda federal yang berwarna biru muda. Setelah membeli sepeda aku langsung menaiki sepeda federal baru tersebut. Aku menikmti perjalanan pulang dengan sepeda federal baru. 

Baca juga cerpen dan artikel menarik lainnya di www.inforku.com


Di perjalanan aku mengayuh sepeda dengan penuh semangat. Sepeda federal gir giginya itu bisa rubah-rubah sesuai dengan keinginan aku. Kalau aku ingin mengayuh dengan kecepatan penuh maka aku dapat mengatur gir nya. Jika aku ingin mengayuh untuk memanjat pegunungan, aku juga dapat mengatur gir nya. Sesampai di rumah aku memandangi sepeda federal baru aku. Akhirnya aku dapat memiliki sepeda federal baru. Hati aku sekarang senang sekali.


No comments:

Post a Comment