Tuesday, 9 August 2016

Antara Dua Pilihan


Angin sepoi-sepoi berhembus memeberikan suasana yang sejuk. Pada waktu itu Andi sedang duduk termenung seorang diri. Dia Menatap langit yang cerah dan begitu indah mempesona. Andi memikirkan betapa indahnya pepohonan yang rindang tumbuh di sekitar rumah Andi. Andi adalah seorang remaja yang ingin mempunyai pendamping hidup. Andi mempunyai dua teman yang sama-sama baik. Dua teman itu bernama Sinta dan Dita.


Sinta adalah seorang gadis yang pintar, rajin, dan perhatian. Dita juga seorang gadis yang pintar, rajin, dan perhatian. Kedua teman Andi itu sama-sama baik. Andi berteman dengan Sinta sudah lama. Andi juga berteman dengan Dita sudah lama. Andi memang orang yang tidak mau pacaran. Andi Cuma berteman dengan siapa saja. Yang namanya teman itu boleh dengan siapa saja. Yang penting  prinsip Andi adalah bahwa dia harus bisa menyaring mana yang baik dan mana yang tidak baik.

Andi orangnya mudah berteman dengan siapa saja. Suatu saat umur Andi sudah beranjak dewasa dan ingin mencari pendamping hidup. Teman Andi yang bernama Sinta dan Dita sama-sama baik dan perhatian kepada Andi. Andi bingung memilih antara dua pilihan itu. Andi setiap hari berusaha memilih kira-kira mana yang cocok menjadi pendamping hidup Andi.

Pada waktu Andi ulang tahun, Sinta memberi hadiah kepada Andi berupa jam tangan dan roti cokelat kesukaannya Andi. Begitu juga Dita, Dita juga memberi hadiah kepada Andi pada waktu Andi berulang tahun. Dita juga memberi hadiah Andi Jam Tangan dan roti cokelat kesukaan Andi. Andi bingung harus memakai jam tangan pemberian Sinta atau Dita. Jam tangan pemberian Sinta warna nya hitam, jam tangan tipe digital dan bentuknya sangat bagus. Sedangkan jam tangan pemberian Dita warnanya biru, tipenya juga digital, bentuknya juga sangat bagus. Andi pun memakai jam tangan itu bergantian.

Pernah suatu saat ketika Andi, Sinta, Dita, dan teman-teman yang lain lagi berkumpul di sebuah acara ulang tahunnya Budi. Budi itu temannya Andi. Pada waktu acara ulang tahun Budi, Andi memakai jam tangan pemberian Sinta. Kebetulan Sinta dan Dita lagi bersama-sama. Sinta dan Dita adalah teman yang akrab. Pada waktu itu Dita menanyakan kepada Andi kenapa tidak memakai jam tangan pemberian Dita.


Dita          :  Andi kamu kok tidak memakai jam tangan pemberianku ?
Andi        :  Maaf Dita, Jam tangan pemberian kamu sudah saya pakai kemarin. Saya memakainya bergantian.
Dita          :  Itu jam tangan pemberian siapa?
Andi        :  Ini Jam tangan pemberian Sinta.
Dita          :  Jam tangan pemberian ku tidak bagus ya?
Andi        :  Jam tangan pemberian kamu bagus  kok dita.
Dita          :  Lantas, kenapa kamu memilih jam tangan pemberian Sinta?
Andi        :  Saya memakainya bergantian Dita.
Sinta        :  Sudah Dita, kamu  tidak boleh menyalahkan Andi seperti itu.
Dita          :  Hai Sinta, kamu itu sahabat karib ku. Kamu seharusnya membela aku.
Sinta        :  Kita semua sahabat Dita.
                   Kamu sahabatku, Andi juga sahabatku.
Dita          :  Andi, kamu lebih memilih aku atau Sinta?
Andi        :  Maksud kamu memilih apa Dita?
Dita          :  Kamu tidak merasakan apa?
Andi        :  Merasakan apa Dita?
Dita          :  Aku ini sudah lama mencintai kamu.
Sinta        :  Aku juga  sudah lama mencintai kamu Andi.
Dita          :  Kamu jangan ikut-ikutan Sinta.
Sinta        :  Kamu tidak boleh melarang-larang aku Dita.
Dita          :  Andi, kamu harus memilih aku menjadi pacar mu.
Sinta        : Dita, kamu tidak boleh memaksa seseorang seperti itu.
                   Biar Andi yang memilih.
Andi        :  Sudah-sudah jangan ribut-ribut.
                   Aku tidak ingin pacaran.
                   Aku adalah teman kalian semua.
                   Jadi sekarang kalian harus saling memafkan ya.


Akhirnya Sinta dan Dita saling memafkan. Suatu hari Hari Andi merenung dan akan menentukan sikap. Usia Andi yang sudah dewasa dan sudah waktunya untuk menikah. Andi akhirnya memilih Sinta untuk menjadikan pendamping hidupnya. Sinta itu orangnya sabar, tidak keras, dan baik. Akhirnya Andi dan Sinta Menikah.

No comments:

Post a Comment