Wednesday, 17 August 2016

Cerita Pendek (Cerpen) Nyamuk-nyamuk yang Menjengkelkan


Di suatu malam yang sunyi terdengar suara jangkrik yang mengerik. Suara detak jam sampai terdengar jelas ditelingaku. Malam itu memang malam yang sunyi, tidak seperti malam-malam yang biasanya. Seperti biasa, sebelum tidur aku menyempatkan untuk menontn TV. Tak terasa jam sudah menunjukan pukul 12 malam. Mata aku sudah terasa berat, seolah-olah mata memanggul beban yang berat sehingga menjadikan mata ini ingin tidur. Memang benar, aku sudah merasa ngantk sekali. Aku tertidur dikursi sambil tv nya menyala sendiri.


Aku terus bangun dan langsung aku menuju kamar untuk tidur. Aku tidur dikamar tidur aku. Jam satu aku nglilir dan pergi ke kamar kecil untuk buang air kecil. Setelah itu aku tidur lagi, ternyata nyamuknya dikamar aku banyak sekali. Aku tidak bisa tidur karena nyamuknya banyak banget. Aku berusaha untuk tidur tapi tidak bisa karena nyamuknya banyak banget dan menggigiti aku. Aku berusaha membunuh nyamuk-nyamuk itu tapi jumlahnya banyak banget sehingga aku pun kewalahan. Nyamuk-nyamuk yang menjengkelkan itu terus mengeroyok aku. Aku tadi sebelum tidur sudah menyalakan obat nyamuk bakar tetapi tidak mempan untuk nyamuk itu. Nyamuk-nyamuk itu tidak mau pergi. Aku bertarung dengan nyamuk-nyamuk yang menjengkelkan itu sampai lama. Akupun tidak bisa tidur. Aku memang sudah berhasil membunuh nyamuk itu banyak sekali tetapi jumlah nyamuk itu yang sangat banyak membuat aku kewalahan.  Aku capek sendiri berperang dengan nyamuk-nyamuk itu. Tiba-tiba aku mendengar suara azan subuh.

Aku melihat jam ternyata jam sudah menunjukan pukul empat lebih tiga puluh menit. Ternyata aku bertarung dengan nyamuk dari jam satu malam sampai jam empat lebih tiga puluh menit. Kurang lebih aku bertarung dengan nyamuk selama 3,5 jam. Waktu yang sangat lama sekali. Karena waktu sudah subuh maka aku bangun dari tempat tidur dan mengambil air wudu di kamar mandi. Setelah wudu, aku terus megerjakan solat subuh. Setelah solat subuh, aku berusaha untuk tidur kembali karena tadi malam aku tidak bisa tidur. Setelah solat subuh, aku pun sulit untuk tidur.


Waktu sudah menunjuk pukul setengah enam pagi, aku pun langsung pergi ke kamar mandi untuk mandi pagi. Setelah mandi aku mengambil baju PSH aku yang untuk mengajar disekolah. Setelah memakai baju, aku terus sarapan pagi. Karena aku tadi malam kurang tidur, akupun kurang nafsu makannya. Aku terus mengambil air putih hangat untuk menghangatkan tenggorakan dan perut. Setelah semuanya sudah siap, akupun berangkat ke sekolah untuk mengajar siswa. Sesampai di sekolah aku merasa sedikit mengantuk karena tadi malam tidak bisa tidur yang disebabkan oleh nyamuk-nyamuk yang menjengkelkan. Jam sudah menunjukan pukul 7 pagi. Aku pun bergegas untuk masuk kelas untuk mengajar siswa. Aku pun mengajar siswa dengan penuh semangat tapi tiba-tiba aku merasa mengantuk. Padahal di dalam hati sanubari aku, aku mengajarnya dengan penuh semangat. Aku menahan perasaan mengantuk aku dengan segala daya dan upaya. Kalau aku mengajar sambil tidur, nanti siswa-siswa ikut-ikutan tidur. Nanti aku malu dengan siswa karena tidur didepan kelas saat kegiatan proses belajar mengajar. Setelah waktu sudah menunjukan jam istirahat, akau langsung bergegas pergi kedapur untuk membuat kopi panas supaya tidak mengantuk. Setelah minum kopi panas aku pun merasa segar dan bersemangat. Perasaan ngantuk aku hilang secara tiba-tiba karena minum kopi panas tadi. Memang nenek moyang kita benar bahwa dulu kata nenek moyang kita bahwa minum kopi panas dapat mengobati rasa mengantuk. Aku minum kopi sambil makan pisang goreng. Jam istirahat sudah habis, lalu aku mengajar siswa lagi. Sekarang aku mengajar dengan penuh semangat sekali.


No comments:

Post a Comment