Tuesday, 16 August 2016

Cerita Pendek (Cerpen) Persiapan Menjadi Juara satu


Hujan rintik-rintik dipagi hari membuat aku enggan untuk beranjak bangun dari kamar tidur. Angin sepoi-sepoi menambah kenyamanan diriku ditempat tidur. Aku tekadkan untuk bangun dari kamar tidur karena azan  subuh sudah berkumandang. Aku bergegas ke kamar mandi untuk mengambil air wudlu. Setelah berwudu aku terus melakukan solat berjamaah di musholah didekat rumah tinggalku. Aku solat dimusholah dengan khusuk. Manfaat jika kita solat berjamaah adalah pahala kita akan banyak. Selain pahala kita banyak, kita juga sambil bersilaturohmi dengan tetangga-tetangga kita. Karena dengan kita bersilaturohmi maka kekerabatan dimasratakat akan terasa indah dan harmonis. Dengan sikap harmonis yang terjalin dimasyarakat maka dimayarakat akan tercipta iklim yang baik.


Setelah solat subuh dimusholah, saya kemudian terus pulang ke rumah. Di rumah saya terus mandi. Setelah mandi aku terus sarapan pagi. Sarapan pagi sangat baik untuk menjaga kesehatan. Sarapan pagi itu menjadi dasar untuk  tubuh. Walaupun Cuma sedikit saja, sarapan pagi itu sangat bermanfaat untuk tubuh, dan sebagai dasar untuk melakukan kegiatan. Setelah selesai sarapan pagi, aku terus pergi ke balai desa untuk mengikuti berbagai perlombaan dan audisi. Di desa aku pas kebetulan di tunjuk dari kabupaten untuk ditempati sebagai lomba dan audisi. Stasiun televisi juga ada yang datang ke desa aku untuk menyuting acara tersebut. Acara tersebut memang meriah sekal. Aku pertama ikut lomba tenis meja. Aku bertanding dengan lawan-lawan aku dan akhirnya aku memenangkan pertandingan itu. Aku juara satu lomba tenis meja. Setelah aku juara satu lomba tenis meja, aku selanjutnya ikut lomba bulutangkis. Aku pun akhirnya memenangkan lomba  bulu tangkis tersebut. Aku pun juara satu lagi lomba bulu tangkis tersebut. Setelah aku mengikuti lomba tenis meja dan bulu tangkis, aku kemudian mengikuti lomba gigitan kelereng. Aku pun akhirnya juara satu dalam lomba menggigit kelereng. Setelah ikut lomba kelerang aku kemudian  ikut lomba cakotan krupuk. Akupun juara satu juga dalam lomba cakotan krupuk. Setelah itu aku mengikuti audisi bernyanyi. Aku pun akhirnya  juara satu lomba audisi bernyanyi tersebut. Aku bangga sekali karena aku juara satu dalam mengikuti beberapa macam lomba. Juara satu memang idaman bagi setiap orang. Juara satu memang simbol dari keberhaslan suatu perlombaan yang dilambangkan dengan juara satu itu. Apabila berhasil melakukan sesuatu, atau memenangkan suatu perlombaan maka juara satu akan dapat diperolehnya.   



Syarat untuk menjadi juara satu sebenarnya mudah, yang dibutuhkan adalah belajar dengan sungguh-sungguh dan berdoa. Dengan kita belajar dengan sungguh-sungguh maka sesuatu yang tidak bisa menajadi bisa. Dan yang tadiya bisa menjadi mahir. Jika sudah mahir maka dikala akan mengikuti ujian atau perlombaan pasti akan mendapatkan prestasi yang memuaskan. Dan mungkin akan menjadi juara satu. Contohnya, ketika aku akan mengikuti lomba cerdas cermat. Aku sebelum megikuti lomba, aku mempersiapkan dengan matang-matang. Aku belajar tiap hari, dan juga berdoa setiap hari. Selain itu kesehatan tubuh juga harus dijaga. Supaya tubuh sehat dan pikirannya cerdas. Ketika hari lomba cerdas cermatnya  itu, aku harus percaya diri. Dengan percaya diri maka kita akan berlipatganda kekuatan kita. Hasilnya ketika aku mengikuti lomba cerdas cermat itu, akhirnya aku memnangkan lomba itu dan menjadi juara satu lomba cerdas cermat. Akupun sangat senang sekali, karena usaha aku tidak sia-sia. Aku yakin bahwa jika berusaha dengan sungguh-sungguh pasti kita akan berhasil di kemudian hari.

No comments:

Post a Comment