Friday, 19 August 2016

Memahami Sejarah Penemuan Virus


Memahami Sejarah Penemuan virus sangat baik untuk dipelajari. Karena dengan kita paham tentang sejarah penemuan virus maka kita akan tahu tentang virus itu. Antony van Leeuwenhoek (1632-1723) adalah orang yang menemukan mikroskop. Antony van Leeuwenhoek adalah seorang berkebangsaan belanda. Sejak ditemukannya mikroskop maka dimulainya penyelidikan tentang objek-objek berukuran sangat kecil. Dengan ditemukannya mikroskop itu, berbagai macam tentang penelitian objek-objek mikroskopis mulai dikembangkan. Peneltian tentang objek mikroskopis menjadi semakin pesat kemajuannya. Memang dulu mikroskop yang pertama hanya mampu melihat perbesaran suatu objek hingga 150x dari ukuran objek aslinya. Dengan adanya suatu kemajuan maka susunan lensa pada mikroskop semakin disempurnakan. Misalnya pada mikroskop cahaya dapat melihat suatu objek hingga perbesaran 1000x dari objek aslinya. Nah, pada saat ini, dengan adanya mikroskop elektron dapat melihat suatu objek hingga perbesaran 10.000x dari objek aslinya. Dengan adanya mikroskop elektron, maka kita dapat melihat suatu objek mikroskopis secara lebih detail lagi.


Banyak ilmuwan yang dilibatkan dalam penelitian tentang virus. Virus ditemukan melalui perjalanan yang panjang. Sejarah ditemukannya virus dimulai sejak tahun 1882. Pada saat itu ada daun tembakau yang terkena bintik kekuningan. Hal itu menimbulkan para ilmuwan meneliti daun tembakau itu. Adolf Mayer adalah seorang ilmuwan dari negara jerman menemukan bahwa penyakit pada daun tembakau itu menulari tumbuhan tembakau yang lainnya. Adolf Mayer melakukan suatu percobaan dengan menyemprotkan getah tumbuhan yang sakit kepada tumbuhan yang sehat, ternyata tumbuhan yang sehat menjadi tertular.


Dmitri Ivanovski adalah seorang ilmuwan dari negara Rusia. Dmitri Ivanovski ini mengulang percobaan yang dilakukan oleh Adolf Mayer. Lembaga Pasteur yang berada di Paris pada saat itu telah berhasil menemukan suatu filter (saringan) yang dapat menyaring bakteri. Dmitri Ivanovski melakukan percobaan yaitu menyaring getah tumbuhan tembakau yang sakit dengan penyaring bakteri. Hasil dari penyaringan kemudian dioleskan kepada tumbuhan sehat. Tumbuhan sehat tersebut kemudian ikut tertular. Dmitri Ivanovski menyimpulkan bahwa suatu partikel yang menginveksi tembakau itu ialah bakteri patogen yang ukurannya sangat kecil. Bakteri patogen yang ukurannya sangat kecil adalah zat kimia yang diproduksi oleh bakteri itu, yang dapat lolos dari penyaring bakteri tersebut.

Martinus Beijerinck adalah seorang ahli mikrobiologi dari negara Belanda. Martinus Beijerinck pada tahun 1897 menemukan fakta bahwa partikel mikroskopis yang menyerang tembakau dapat bereproduksi pada tumbuhan tembakau, tetapi tidak dapat dibiakkan pada medium pertumbuhan bakteri. Martinus Beijerinck juga menemukan fakta yang lainnya yaitu menunjukan bahwa partikel itu tidak mati pada saat dimasukan ke dalam alkohol, hal itu berbeda dengan bakteri yang akan mati ketika dimasukkan ke dalam alkohol. Martinus Beijerink akhirnya menyimpulkan bahwa partikel yang menyerang tumbuhan tembakau itu bentuknya sangat kecil dan hanya dapat hidup pada makhluk hidup yang diserangnya. Tetapi, Martinus Beijerinck belum bisa menemukan jenis dan struktur partikel tersebut.

Wendell Stanley adalah seorang ilmuwan dari Amerika, pada tahun 1935 Wendell Stanley berhasil mengkristalkan partikel yang menyerang tumbuhan tembakau itu. Partikel mikroskopis itu kemudian diberi nama TMV (Tobacco Mosaic Virus) atau virus mosaik tembakau. Sejak tahun 1935 penelitian tentang virus terus bekembang. Virologi adalah cabang biologi yang mempelajari virus. Dengan jasa-jasa para ilmuwan tersebut maka kita sekarang menjadi tahu tentang virus. Yang tadinya kita tidak tahu sejarahnya virus maka kita sekrang menjadi tahu tentang sejarah penemuan virus. Pada jaman sekarang telah banyak sekali ditemukan virus-virus, dan juga sekarang sudah banyak ditemukan obat-obat untuk mematikan virus-virus tersebut.



No comments:

Post a Comment