Monday, 22 August 2016

Mempelajari Perkembangbiakan Virus


Mempelajari perkembangbiakan virus adalah sangat penting untuk menambah pengetahuan kita. Pada dasarnya Virus memerlukan lingkungan sel yang hidup untuk berkembang biak. Oleh sebab itu, virus menginfeksi sel bakteri, sel manusia, sel tumbuhan, dan sel hewan.


Cara Virus untuk menginfeksi bakteri itu ada dua macam yaitu: yang pertama virus menginfeksi bakteri dengan cara litik dan yang kedua virus menginfeksi bakteri dengan cara lisogenik. Kalau virus menginfeksi bakteri dengan cara litik itu cara kerjanya virus akan menghancurkan sel induk setelah berhasil melakukan reproduksi. Sedangkan kalau virus yang menginfeksi bakteri dengan secara lisogenik itu cara kerjanya virus tidak menghancurkan sel, tetapi berintegrasi dengan DNA sel induk tersebut. Oleh karena itu, virus akan bertambah banyak pada saat sel inang membelah.

Pada dasarnya, Cara berkembang biak virus pada tumbuhan maupun pada hewan hampir sama dengan yang berlangsung pada bakteriofag seperti yang akan dijelaskan dibawah ini:

1.  Infeksi Secara Litik
Fase-fase dalam infeksi secara litik  yaitu:

a.  Fase Absorpsi
Bakteriofag atau sering disingkat fag melekat dibagian tertentu dari dinding sel bakeri dengan serabut ekornya. Daerah yang dilekati fag itu disebut dengan daerah reseptor atau receptor site atau reseptor spot. Yang melekat pada daerah ini hanya khas bagi fag tertentu sehingga jenis fag yang lain tidak dapat melekat di tempat tersebut.

b.  Fase Penetrasi
Walaupun tidak mempunyai enzim untuk metabolisme, fag mempunyai enzim lisozim yang berguna untuk merusak dinding sel bakteri. Setelah dinding sel bakteri rusak atau terhidrolisis, maka selanjutnya DNA fag masuk ke dalam sel bakteri.

c.  Fase Replikasi dan Sintesis
Berikutnya adalah fase replikasi dan sintesis, di dalam fase ini fag merusak DNA bakteri dan digunakan sebagai bahan untuk replikasi dan sintesis. Di tahap replikasi ini, fag menyusun dan memperbanyak DNA nya. Sedangkan dalam tahap sintesis, fag membentuk selubung-selubung protein atau kapsid baru.

d.  Fase Perakitan
Unsur-unsur fag akan di susun membentuk fag yang baru. Kalau sudah demikian hasilnya yaitu ratusan fag baru yang lengkap dengan molekul DNA dan kapsidnya.

e.  Fase Pembebasan
Setelah fag tumbuh dewasa, sel bakteri akan lisis atau pecah, sehingga fag yang baru akan keluar. Jika kita ingin menghitung jumlah virus baru ini bisa mencapai sekitar 200 buah.
Memerlukan waktu sekitar 20 menit untuk pembentukan partikel bakteriofag melalui siklus litik ini.

2.  Infeksi secara Lisogenik
Fase-fase dalam  infeksi secara lisogenik yaitu:


a.  Fase Absorpsi dan Infeksi
Pada fase absorpsi dan infeksi ini fag menempel di tempat yang spesifik pada sel bakteri.

b.  Fase Penetrasi
Pada fase penetrasi DNA fag masuk ke dalam sel bakteri.

c.  Fase Penggabungan
Pada fase penggabungan DNA virus bergabung dengan DNA bakteri membentuk profag. Di dalam bentuk profag, sebagian besar gen berada di dalam fase yang tidak aktif, akan tetapi sedikitnya ada satu gen yang selalu aktif. Gen yang aktif berguna untuk mengkode protein reseptor yang berguna menjaga agar sebagian gen profag tidak aktif.

d.  Fase Replikasi
Pada fase replikasi ini menjelaskan pada saat profag akan bereplikasi, itu artinya DNA fag juga ikut bereplikasi. Selanjutnya ketika bakteri membelah diri, bakteri menghasilkan dua sel anakan yang masing-masing mengandung profag. DNA fag (dalam profag) akan terus bertambah banyak seandainya sel bakteri terus-menerus membelah.


Bakteri lisogenik bisa diinduksi untuk mengaktifkan profagnya. Setelah profagnya aktif maka akan mengakibatkan terjadinya siklus litik. Jadi sekarang jelaslah bahwa pada virus tidak terjadi pembelahan sel, akan tetapi terjadi penyusunan bahan virus baru yang berasal dari bahan yang ada di dalam sel bakteri yang diserang.

No comments:

Post a Comment