Wednesday, 24 August 2016

RPP Kurikulum 2013 Terbaru dan Terlengkap: Teks Anekdot (Pemodelan Teks)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah                       : SMK NEGERI 2 KEBUMEN
Mata Pelajaran            : Bahasa Indonesia
Kelas / Semester          : X / Gasal
Materi Pokok              : Teks Anekdot (Pemodelan Teks)
Alokasi Waktu            : 8 x  @45 menit  ( 2 Pertemuan )


A.   Tujuan Pembelajaran
1.    Siswa dapat memahami struktur dan kaidah teks anekdot baik melalui lisan maupun tulisan.
2.    Siswa dapat menganalisis teks anekdot baik melalui lisan maupun tulisan.
3.    Siswa dapat menginterpretasi makna teks anekdot baik secara lisan maupun tulisan.
4.    Siswa dapat menyunting teks anekdot, sesuai dengan struktur dan kaidah teks yang akan dibuat baik secara lisan maupun tulisan.


B.   Kompetensi Dasar
3.1    Memahami struktur dan kaidah teks anekdot baik melalui lisan maupun tulisan.
3.3     Menganalisis teks anekdot baik melalui lisan maupun tulisan.
4.1         Menginterpretasi makna teks anekdot baik secara lisan maupun tulisan.
4.3       Menyunting teks anekdot, sesuai dengan struktur dan kaidah teks yang akan dibuat baik secara lisan maupun tulisan.

C.   Indikator Pencapaian Kompetensi
1.1.1 Dapat mensyukuri anugrerah Tuhan akan keberadaan bahasa Indonesia dan menggunakannya sebagai sarana komunikasi secara lisan dan tulisan melalui teks anekdot
2.1.1  Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, peduli dan santun dalam menggunakan Bahasa Indonesia untuk teks anekdot.
3.1.1        Menjelaskan pengertian teks anekdot.
3.1.2        Menjelaskan  struktur  dan kaidah teks anekdot.
3.1.3        Memahami struktur dan ciri kebahasaan yang terdapat dalam teks anekdot yang berjudul “KUHP dalam Anekdot”
3.3.1    Menganalisis struktur yang terdapat dalam teks anekdot yang berjudul “ KUHP   dalam Anekdot ”.
4.1.1    Menginterpretasi makna teks anekdot yang berjudul “KUHP dalam Anekdot”
4.3.1   Menyunting teks anekdot yang berjudul “KUHP dalam Anekdot”.

D.   Materi Pembelajaran

MATERI
REGULER
REMIDIAL
PENGAYAAN
1.      Pengertian teks anekdot
2.      Struktur teks dan kaidah kebahasaan teks anekdot
3.      Menganalisis teks anekdot
4.      Menginterpretasi teks anekdot
5.      Menyunting teks anekdot
6.      Contoh teks anekdot yang berjudul “KUHP dalam Anekdot”
1.      Pengertian teks anekdot
2.      Struktur teks dan kaidah kebahasaan teks anekdot
3.      Menganalisis teks anekdot
4.      Menginterpretasi teks anekdot
5.      Menyunting teks anekdot
6.      Contoh teks anekdot yang berjudul “Anekdot Hukum Peradilan”

1.      Pengertian teks eksposisi
2.      Struktur teks eksposisi
3.      Contoh teks eksposisi





1.             Pengertian anekdot
Anekdot adalah cerita singkat yang menarik karena lucu dan mengesankan, biasanya mengenai orang-orang yang penting atau terkenal dan berdasarkan kejadian yang sebenarnya.
2.             Struktur teks anekdot
Dimulai dengan abstraksi ^ orientasi ^ krisis ^ reaksi ^ koda
Absrtaksi   : bagian awal paragraf yang berfungsi memberi gambaran tentang isi teks.
Orientasi    : bagian yang menjukkan awal cerita atau latar belakang terjadinya cerita.
Krisis         : bagian yang menjadi hal atau masalah unik atau tidak biasa terjadi.
Reaksi        : bagian yang berisi cara penulis  atau orang yang ditulis menyelesaikan masalah.
Koda          : bagian akhir cerita unik tersebut.
3.             Kaidah kebahasaan
a.         Menggunakan waktu lampau
b.        Menggunakan pertanyaan retorik
c.         Menggunakan konjungsi
d.        Menggunakan kata kerja
e.         Menggunakan kalimat perintah
4.             Contoh teks anekdot


a.                                                        KUHP dalam Anekdot

1.               Seorang dosen fakultas hukum suatu universitas sedang kuliah hukum pidana. Suasana kelas biasa-biasa saja.

2.               Saat sesi tanya jawab tiba, Ali bertanya kepada pak dosen, “Apa kepanjangan KUHP, Pak?” Pak dosen tidak menjawab sendiri, melainkan melemparkan kepada Ahmad. “Saudara Ahmad, coba jawab pertanyaan Saubara Ali tadi!” pinta pak dosen. Dengan tegas Ahmad menjawab, “Kasih Uang Habis Perkara, Pak ...!”

3.                Mahasiswa lain tentu tertawa, sedangkan pak dosen hanya menggeleng-gelengkan kepala seraya menambahkan pertanyaan kepada Ahmad, “Saudara Ahmad, dari mana Saudara tahu jawaban seperti itu?” Dasar Ahmad , pertanyaan pak dosen dijawab dengan tegas, “Peribahasa Inggris menyatakan pengalaman adalah guru yang terbaik, Pak...!” Semua mahasiswa di kelas itu tercengang. Mereka berpandang-pandangan. Lalu mereka tertawa terbahak-bahak.

4.               Gelak tawa mereda. Kelas kembali berlangsung normal,
                                   







b.                               Anekdot Hukum Peradilan

1.                  Pada zaman dahulu di suatu negara (yang pasti bukan negara kita) ada seorang tukang pedati yang rajin dan tekun. Setiap pagi dia membawa barang dagangan ke pasar dengan pedatinya. Suatu pagi dia melewati jembatan yang baru dibangun. Namun sayang, ternyata kayu yang dibuat untuk jembatan tersebut tidak kuat. Akhirnya, tukang pedati itu jatuh ke sungai. Kuda berserta dagangannya hanyut.
2.                Si Tukang Pedati dan keluarganya tidak terima karena mendapat kerugian gara-gara jembatan yang rapuh. Kemudian, mereka melaporkan kejadian itu kepada hakim untuk mengadukan si Pembuat Jembatan agar dihukum dan memberi uang ganti rugi. Zaman dahulu orang dapat melapor langsung ke hakim karena belum ada polisi.
3.                Permohonan keluarga si Tukang Pedati dikabulkan. Hakim memanggil si Pembuat Jembatan untuk diadili. Namun, si Pembuat Jembatan untuk diadili. Namun, si Pembuat Jembatan tentu protes dan tidak terima. Ia menimpakan kesalahan kepada tukang kayu yang menyediakan kayu untuk bahan jembatan itu. Kemudian, hakim memanggil si Tukang Kayu.
4.                Sesampainya di hadapan hakim, si Tukang Kayu bertanya kepada hakim, “Yang Mulia Hakim, apa kesalahan hamba sehingga hamba dipanggil ke persidangan?” Yang Mulia Hakim menjawab, “Kesalahan kamu sangat besar. Kayu yang kamu bawa untuk membuat jembatan itu ternyata jelek dan rapuh sehingga menyebabkan seseorang jatuh dan kehilangan pedati beserta kudanya. Oleh karena itu, kamu harus dihukum dan mengganti segala kerugian si Tukang Pedati.” Si Tukang Pedati membela diri, “Kalau itu permasalahnnya, ya, jangan salahkan saya, salahkan saja si Penjual Kayu yang menjual kayu yang jelek.” Yang Mulia Hakim berpikir, “Benar juga apa yang dikatakan si Tukang Kayu ini. Si Penjual Kayu inilah yang menyebabkan tukang kayu membawa kayu yang jelek untuk si Pembuat Jembatan.” Lalu, hakim berkata kepada pengawalnya, “Hai pengawal, bawa si Penjual Kayu kemari untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya!” Pergilah si Pengawal menjemput si Penjual Kayu.
5.               Si Penjual Kayu dibawa oleh pengawal tersebut ke hadapan hakim. “Yang Mulia Hakim, apa kesalahan hamba sehingga di bawa ke sidang pengadilan ini?” kata si Penjual Kayu. Sang Hakim menjawab, “Kesalahanmu sangat besar karena kamu tidak menjual kayu yang bagus kepada si Tukang Kayu sehingga jembatan yang dibuatnya tidak kukuh dan menyebabkan seseorang kehilangan kuda dan barang dagangannya dalam pedati.” Si Penjual Kayu menjawab, “Kalau itu permasalahannya, jangan menyalahkan saya. Yang salah pembantu saya. Dialah yang menyediakan beragam jenis kayu untuk dijual. Dialah yang salah memberi kayu yang jelek kepada si Tukang Kayu itu.” Benar juga apa yang dikatakan si Penjual Kayu itu. “Hai pengawal, bawa si Pembantu ke hadapanku!” Maka si pengawal pun menjemput si Pembantu.
6.               Seperti halnya orang yang telah dipanggil terlebih dahulu oleh hakim, si Pembantu pun bertanya kepada hakim perihal kesalahannya. Sang Hakim memberi penjelasan tentang kesalahan si Pembantu yang menyebabkan tukang pedati kehilangan kuda dann dagangannya sepedati. Si Pembantu tidak secerdas tiga orang yang telah dipanggil terlebih dahulu sehingga ia tidak bisa memberi alasan yang memuaskan sang Hakim. Akhirnya, sang Hakim memutuskan si Pembantu harus dihukum dan memberi ganti rugi. Berteriaklah sang Hakim kepada pengawal, “Hai, pengawal, masukkan si Pembantu ini ke penjara dan sita semua uangnya sekarang juga!”
7.                Beberapa menit kemudian, sang Hakim bertanya kepada si Pengawal, “Hai, Pengawal apakah hukuman sudah dilaksanakan?” Si Pengawal menjawab, “Belum, Yang Mulia, sulit sekali untuk melaksanakannya.” Sang Hakim bertanya, “Mengapa sulit? Bukankah kamu sudah biasa memenjarakan dan menyita uang orang itu?” Si Pengawal menjawab, “Sulit, Yang Mulia. Si Pembantu badannya terlalu tinggi dan gemuk. Penjara yang kita punya tidak muat karena terlalu sempit dan si Pembantu itu tidak punya uang untuk disita “ Sang Hakim marah besar, “Kamu bego amat! Gunakan dong akalmu, cari pembantu si Penjual Kayu yang lebih pendek. Kurus, dan punya uang!” Kemudian, si Pengawal mencari pembantu si Penjual Kayu yang lain yang berbadan pendek, kurus, dan punya uang.
8.                Si Pembantu yang berbadan pendek, kurus, dan punya uang bertanya kepada hakim, “Wahai Yang Mulia Hakim, Apa kesalahan hamba sehingga harus dipenjara?” Dengan entengya sang hakim menjawab, “Kesalahanmu adalah pendek, kurus, dan punya uaaaaang!!!!”
9.                 Setelah si Pembantu yang berbadan pendek, kurus, dan punya uang itu dimasukkan ke penjara dan uangnya disita, sang Hakim bertanya kepada khalayak ramai yang menyaksikan pengadilan tersebut, “Saudara-Saudara semua, bagaimanakah menurut pandangan  kalian peradilan ini sudah adil?” Masyarakat yang ada serempak menjawab, “Adiiill!!!”

E.   Metode Pembelajaran
- Metode scientifik

F.    Media Pembelajaran
- Laptop
- LCD
- Whiteboard

G.   Sumber Pembelajaran
-    Kemdikbud. 2013. Bahasa Indonesia: Ekspresi Diri dan Akademik Kelas X. Jakarta: Kemdikbud.
-    Yustinah. 2014. Produktif  Berbahasa Indonesia untuk SMK/MAK Kelas X. Jakarta : Erlangga.
-    Internet

H.   Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran

Pertemuan ke-1 (2 jam pertama)

Kegiatan
Deskripsi
Alokasi Waktu
Pendahuluan




1.    Peserta didik menjawab salam, dan mengajak berdoa bersama, serta merespons pertanyaan dari guru yang berhubungan dengan kondisi kehadiran peserta didik.
2.    Peserta didik dan guru melakukan curah pendapat tentang teks anekdot dalam kehidupan sehari-hari.
3.    Peserta didik menyimak penjelasan guru tentang manfaat dan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan.
4.    Peserta didik diberikan motivasi oleh guru agar serius, semangat, dan bekerja sama saat proses pembelajaran berlangsung dengan mengecek media, alat dan sumber belajar.
5.    Peserta didik dan guru merencanakan kegiatan yang akan dilakukan.
15 menit

Inti
Mengamati
1.    Peserta didik mencermati penjelasan guru tentang pengertian anekdot, struktur dan kaidah kebahasaan teks anekdot
2.    Peserta didik membaca contoh  teks anekdot yang berjudul “KUHP dalam Anekdot”
3.    Peserta didik mencermati uraian yang berkaitan dengan  struktur isi teks anekdot (abstrak, orientasi, krisis, respons, dan koda).
Menanya
1.    Peserta didik mempertanyakan struktur isi teks anekdot (abstrak, orientasi, krisis, respons, dan koda) dengan cermat.
2.    Peserta didik membuat pertanyaan yang berhubungan dengan isi teks anekdot dengan bahasa yang komunikatif.
Mengumpulkan informasi
1.    Peserta didik menemukan struktur isi teks anekdot (abstrak, orientasi, krisis, reaksi, dan koda).
2.    Peserta didik menemukan ciri bahasa teks anekdot
a.       menggunakan waktu lampau,
b.       pertanyaan retoris,
c.       menggunakan kata kerja,
d.       menggunakan konjungsi temporal.
e.    Peserta didik menjelaskan makna kata, istilah, dan ungkapan dalam teks anekdot.
Mengasosiasi
1.    Peserta didik mendiskusikan dan menyimpulkan hasil temuan terkait dengan struktur isi (abstrak, orientasi, krisis, reaksi, dan koda) dan ciri bahasa teks anekdot (pertanyaan retoris, menggunakan waktu lampau, menggunakan kata kerja, dan konjungsi temporal) yang terdapat dalam teks anekdot yang berjudul “KUHP dalam anekdot.
2.    Peserta didik mendiskusikan dan menyimpulkan makna kata, istilah, ungkapan teks anekdot yang terdapat dalam teks anekdot tersebut dalam diskusi kelas dengan saling menghargai.
Mengomunikasikan
1.    Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya secara bergantian.
2.    Peserta didik menanggapi presentasi teman/kelompok lain secara santun.
65 menit
Penutup
1.      Peserta didik bersama guru menyimpulkan pembelajaran.
2.      Peserta didik melakukan refleksi proses pembelajaran.
3.      Peserta didik dan guru merencanakan tindak lanjut pembelajaran untuk pertemuan selanjutnya melalui remidial dan pengayan.
4.      Peserta didik berdoa dan merespons salam di akhir pembelajaran.
20 menit

           
Pertemuan ke 1 ( 2 jam kedua)
Kegiatan
Deskripsi
Alokasi Waktu
Pendahuluan




1.      Peserta didik menjawab salam, dan mengajak berdoa bersama, serta merespons pertanyaan dari guru yang berhubungan dengan kondisi kehadiran peserta didik.
2.      Peserta didik dan guru melakukan curah pendapat tentang teks anekdot dalam kehidupan sehari-hari.
3.        Peserta didik menyimak penjelasan guru tentang manfaat dan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan.
4.        Peserta didik diberikan motivasi oleh guru agar serius, semangat, dan bekerja sama saat proses pembelajaran berlangsung dengan mengecek media, alat dan sumber belajar.
5.        Peserta didik dan guru merencanakan kegiatan yang akan dilakukan.
15 menit

Inti
Mengamati
1.        Peserta didik membaca dan mengamati teks anekdot  yang
            berjudul “KUHP dalam Anekdot”    dengan penuh antusias.
2.        Peserta didik mencermati apa yang disampaikan oleh guru tentang  kriteria dalam menganalisis teks anekdot  dengan penuh antusias
Menanya
1.    Peserta didik mempertanyakan hal yang berkaitan dengan analisisi teks anekdot dengan penuh antusias.
2. Peserta didik mempertanyakan hal tentang cara menganalisis teks anekdot  dengan penuh antusias.
Mengumpulkan Informasi
1     Peserta didik mengumpulkan dan mempelajari tentang analisis dari buku-buku maupun dari internet untuk memperoleh informasi tentang  analisis teks anekdot dengan penuh antusias.
Mengasosiasi
1     Peserta didik berdiskusi untuk menganalisis dan menyimpulkan pemahamannya tentang  cara menganalisis teks anekdot dengan penuh antusias.
Mengomunikasikan
1)      Peserta didik mempresentasikan hasil diskusinya tentang  menganalisisi teks anekdot   di depan kelas dengan percaya diri.
2)      Peserta didik menanggapi presentasi teman atau kelompok lain  dengan penuh antusias.
65 menit
Penutup
1.        Peserta didik bersama guru menyimpulkan pembelajaran.
2.      Peserta didik melakukan refleksi proses pembelajaran melalui penilaian diri awal.
3.      Peserta didik dan guru merencanakan tindak lanjut pembelajaran untuk pertemuan selanjutnya melalui remidial dan pengayaan.
4.      Peserta didik berdoa dan merespons salam di akhir pembelajaran.
20 menit
  
Pertemuan ke- 2 (2 jam pertama)

Kegiatan
Deskripsi
Alokasi Waktu
Pendahuluan




1.    Peserta didik menjawab salam, dan mengajak berdoa bersama, serta merespons pertanyaan dari guru yang berhubungan dengan kondisi kehadiran peserta didik.
2.    Peserta didik dan guru melakukan curah pendapat tentang teks anekdot dalam kehidupan sehari-hari.
3.    Peserta didik menyimak penjelasan guru tentang manfaat dan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan.
4.    Peserta didik diberikan motivasi oleh guru agar serius, semangat, dan bekerja sama saat proses pembelajaran berlangsung dengan mengecek media, alat dan sumber belajar.
5.    Peserta didik dan guru merencanakan kegiatan yang akan dilakukan.
15 menit

Inti
Mengamati
1.  Peserta didik mendengarkan penjelasan tentang interpretasi makna teks anekdot yang disampaikan oleh guru dengan penuh antusias.
2.  Peserta didik mencermati  teks anekdot berjudul “KHUP dalam Anekdot” yang akan diinterpretasi maknannya dengan penuh antusias.
Menanya
1.  Peserta didik mempertanyakan hal yang berkaitan dengan interpretasi  teks anekdot dengan penuh antusias.
Mengumpulkan Informasi
1.  Peserta didik mengumpulkan dan mempelajari  dari buku-buku maupun dari internet untuk memperoleh informasi tentang interpretasi nakna teks anekdot dengan penuh antusias.
Mengasosiasi
1.  Peserta didik berdiskusi untuk menganalisis dan menyimpulkan pemahamannya tentang interpretasi makna teks anekdot dengan penuh antusias.
Mengomunikasikan
1.  Peserta didik mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas dengan percaya diri.
2.  Peserta didik menanggapi presentasi teman atau kelompok lain  dengan penuh antusias.
65 menit
Penutup
1.        Peserta didik bersama guru menyimpulkan pembelajaran.
2.      Peserta didik dan guru merencanakan tindak lanjut pembelajaran untuk pertemuan selanjutnya.
3.      Peserta didik berdoa dan merespons salam di akhir pembelajaran.
20 menit

          





Pertemuan ke-2 ( 2 jam kedua)

Kegiatan
Deskripsi
Alokasi Waktu
pendahuluan
1.      Peserta didik menjawab salam, dan mengajak berdoa bersama, serta merespons pertanyaan dari guru yang berhubungan dengan kondisi kehadiran peserta didik.
2.      Peserta didik dan guru melakukan curah pendapat tentang teks anekdot dalam kehidupan sehari-hari.
3.      Peserta didik menyimak penjelasan guru tentang manfaat dan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan.
4.    Peserta didik diberikan motivasi oleh guru agar serius, semangat, dan bekerja sama saat proses pembelajaran berlangsung dengan mengecek media, alat dan sumber belajar.
5.      Peserta didik dan guru merencanakan kegiatan yang akan dilakukan.
15 menit
Inti
Mengamati
1.  Peserta didik mendengarkan penjelasan tentang menyunting teks anekdot yang disampaikan oleh guru dengan penuh antusias.
2.  Peserta didik mencermati  teks anekdot berjudul “KHUP dalam Anekdot” yang akan disuntingnya dengan penuh antusias.
Menanya
1.  Peserta didik mempertanyakan hal yang berkaitan dengan menyunting  teks anekdot dengan penuh antusias.
Mengumpulkan Informasi
1.  Peserta didik mengumpulkan dan mempelajari  dari buku-buku maupun dari internet untuk memperoleh informasi tentang menyunting teks anekdot dengan penuh antusias.
Mengasosiasi
1.  Peserta didik berdiskusi untuk menganalisis dan menyimpulkan pemahamannya tentang menyunting teks anekdot dengan penuh antusias.
Mengomunikasikan
1.  Peserta didik mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas dengan percaya diri.
2.  Peserta didik menanggapi presentasi teman atau kelompok lain  dengan penuh antusias
65 menit

Penutup
1.   Peserta didik bersama guru menyimpulkan pembelajaran.
2.   Peserta didik dan guru merencanakan tindak lanjut pembelajaran untuk pertemuan selanjutnya.
3.   Peserta didik berdoa dan merespons salam di akhir pembelajaran
20 menit







I.     Penilaian dan Hasil Pembelajaran

Intrumen Penilaian


Jenis/Teknik
Bentuk Instrumen
Pengetahuan
Tes uraian  (menemukan struktur isi, ciri bahasa, isi teks anekdot), kunci jawaban, dan pedoman penilaian
Keterampilan


Presentasikanlah hasil diskusi mengenai makna teks anekdot “KUHP dalam Anekdot” secara lisan, rubrik penilaian



PENILAIAN PENGETAHUAN
Kisi-kisi Soal Penilaian PengetahuanBahasa Indonesia

Kompetensi Dasar
Indikator
Indikator Soal
Jenis Soal
Soal
3.1 Memahami Struktur dan kaidah teks anekdot baik melalui lisan maupun tulisan
3.1.1Menjelaskan pengertian teks anekdot
Peserta didik dapat menjelaskan teks anekdot
Tertulis
1.    Jelaskan pengertian teks anekdot

3.1.2 Menjelaskan Struktur teks anekdot
Peserta didik dapat menjelaskan struktur teks anekdot dengan benar
Tertulis
2.    Sebut dan jelaskan struktur  teks anekdot

3.1.3 Menjelaskan kaidah kebahasaan teks anekdot
Peserta didik dapat menjelaskan kaidah kebahasaan teks anekdot dengan benar
tertulis
3.    Sebut dan jelaskan kaidah kebahasaan teks anekdot

3.1.3Menentukanstruktur yang terdapat dalam teks anekdot yang berjudul ”KUHP dalam Anekdot ”
Peserta didik dapat menentukanstruktur teks anekdot
Tertulis
4.      Tentukan struktur teks anekdot yang berjudul “ KUHP dalam Anekdot ”

3.1.4Menentukankaidah kebahasaan yang terdapat dalam teks anekdot yang berjudul ”KUHP dalam Anekdot ”
Peserta didik dapat menentukan kaidah kebahasaan teks anekdot
Tertulis
5.      Tentukan kaidah kebahasaan teks anekdot yang berjudul “ KUHP dalam Anekdot ”
3.3.Menganalisis teks anekdot
3.3.1Menganalisis  teks anekdot yang berjudul “KUHP dalam Anekdot ”
Peserta didik dapat menganalisis teks anekdot yang berjudul “KUHP dalam Anekdot
Tertulis
6.    Analisislah teks anekdot yang berjudul “KUHP dalam Anekdot”
           

Rubrik Penilaian Tes Pengetahuan
            Soal nomor 1
a.         Menjelaskan pengertian anekdot dengan lengkap dan benar, skor 4
b.         Menjelaskan pengertian anekdot  kurang lengkap, skor 3
c.         Menjelaskan pengertian teks anekdot hanya sebagian yang benar, skor 2
d.        Jika menjawab tapi salah, skor 1
            Soal nomor 2
a.         Jika menyebutkan 4-5 struktur teks anekdot dengan benar, skor 4
b.         Jika menyebutkan 2-3 struktur teks anekdot dengan benar, skor 3
c.         Jika menyebutkan 1 struktur teks anekdot  dengan benar, skor 2
d.        Jika menjawab tapi salah, skor 1
            Soal nomor 3
b.         Jika menyebutkan 4-5 kaidah kabahasaan teks anekdot dengan benar, skor 4
c.         Jika menyebutkan 2-3 kaidah kebahasaan teks anekdot dengan benar, skor 3
d.        Jika menyebutkan 1 kaidah kebahasaan teks anekdot  dengan benar, skor 2
e.         Jika menjawab tapi salah, skor 1
Soal nomor 4
b.         Dapat menetukan struktur teks anekdot “KUHP dalam Anekdot” 4-5 dengan benar, skor 4
c.         Menentukan struktur teks anekdot  2-3 dengan benar, skor 3
d.        Menentukan struktur teks anekdot  dengan benar, skor 2
e.         Jika menjawab tapi salah, skor 1
            Soal nomor 5
a.         Dapat menentukan kaidah kebahasaan teks anekdot “KUHP dalam Anekdot” 6-7 dengan benar, skor 4
b.         Dapat menunjukan kaidah kebahasaan teks anekdot 4-5 dengan benar, skor 3
c.         Dapat menemukan kaidah kebahasaan teks anekdot  dengan benar, skor 2
d.        Jika menjawab tapi salah, skor 1
Soal nomor 6
a.       Dapat menganalisis teks anekdot “KUHP dalam Anekdot” 4-5 dengan benar, skor 4
b.      Dapat menganalisis teks anekdot 3 dengan benar, skor 3
c.       Dapat menganalisis teks anekdot 2 dengan benar, skor 2
d.      Jika menjawab tapi salah, skor 1
Kunci Jawaban Esai :
Tes Pengetahuan
1.        Pengertian Teks Anekdot
       Adalah cerita singkat yang menarik karena lucu dan mengesankan biasanya mengenai orang penting atau terkenal dan berdasarkan kejadian yang sebenarnya.
2.        Struktur teks anekdot terdiri dari
Abstraksi :  bagian awal paragraf yang berfungsi memberi gambaran tentang isi teks.
Orientasi  :  bagian yang menunjukkan awal kejadian cerita atau latar belakang   bagaimana peristiwa terjadi.
Krisis       :  bagian dimana terjadi hal atau masalah yang unik atau tidak biasa yang terjadi pada si tokoh.
Reaksi     :   bagian bagaimana cara penulis atau orang yang ditulis menyelesaikan masalah yang timbul di bagian krisis tadi.
Koda        :  merupakan bagian akhir dari cerita tersebut.

3.        Kaidah teks anekdot:
a.   menggunakan waktu lampau
b.   menggunakan pertanyaan retorika
 c.   menggunakan konjungsi
d.   menggunakan kata kerja
e.   menggunakan kalimat perintah
4.    Struktur teks anekdot yang berjudul “KUHP dalam Anekdot”
a. Abstraksi  : Seorang dosen fakultas hukum suatu universitas sedang memberikan kuliah hukum pidana.
b.   Orientasi    :  Suasana kelas biasa-biasa saja.
c.   Krisis      : Ketika sesi tanya jawab ...pertanyaan Ali apa kepanjangan KUHP... jawaban diplesetkan Kasih Uang Habis Perkara....
d.  Reaksi    :  Semua mahasiswa tercengang. Mereka berpandang-pandangan. Lalu mereka tertawa.
e.  Koda         :  Gelak tawa mereda. Suasana kelas kembali normal.
5.    Kaidah teks anekdot yang berjudul “KUHP dalam Anekdot” :
a.  Menggunakan waktu lampau :     -
b.  Menggunakan pertanyaan retorika :    -
c.  Menggunakan konjungsi : melainkan, lalu
d. Menggunakan kata kerja  : memberikan, menjawab, melemparkan, berpandang-pandangan
e.  Menggunakan kalimat perintah : coba dijawab
6.     Analisis teks anekdot yang berjudul “KUHP dalam Anekdot” :
No.
Bagian
Analisis
1.
Alur
·      Seorang dosen fakultas hukum sedang memberikan kuliah.
·      Saat sesi tanya jawab,  Ali bertanya kepada kepada dosennya.
·      Dosen melempar pertanyaan Ali kepada mahasiswa lain yakni Ahmad.
·      Ahmad menjawab.
·      Reaksi mahasiswa dalam kelas itu tertawa.
·      Pak dosen menggeleng-nggelengkan kepala dan balik bertanya kepada Ahmad.
·      Ahmad menjawab pertanyaan pak dosen.
·      Reaksi mahasiswa lain berpandangan kemudian tertawa terbahak-bahak mendengan jawaban Ahmad.
·      Gelak tawa mereda dan kelas kembali normal.
2.
Penokohan
·      Ali : seorang mahasiswa yang ingin tahu lebih jelas keterangan dosen.
·      Dosen : bijaksana.
·      Ahmad : seorang mahasiswa yang konyol dan tidak sopan
3.
Latar
·      Latar tempat : di dalam kelas.
·      Latar waktu : saat perkuliahan berlangsung
4.
Majas/ metafora bahasa
·      Peribahasa inggris mengatakan pengalaman adalah guru yang terbaik.
5.
Nilai didik
·      Mengajarkan kepada kita agar dalam menyelesaikan masalah dengan  tidak meggunakan uang.


7.Interpretasi makna  teka anekdot yang berjudul “KUHP dalam Anekdot”:
Dari segi isi : menggambarkan kekonyolan seorang mahasiswa dalam  menjawab pertanyaan dosen.
Dari segi makna : menggambarkan kenyatan bahwa banyak masyarakat yang tersandung masalah, menyelesaikannya dengan memberikan sejumlah uang.
8   .Pada dasarnya kata kasih pada kepanjangan  KUHP “Kasih Uang Habis Perkara” , sebetulnya tidak baku. Kasih bentuk bakunya adalah beri. Tetapi tidak sesuai dengan kata beri dalam singkatan KUHP.
       



Rumus Nilai =
                           Jumlah skor yang diperoleh
Nilai =                                                     X 100 =..............
                             Jumlah skor maksimal



PENILAIAN KETERAMPILAN
Kisi-kisi Soal Penilaian Keterampilan
Bahasa Indonesia
Kompetensi Dasar
Indikator
Indikator Soal
Jenis Soal
Soal
4.1 Menginterpretasi makna teks anekdot baik secara lisan maupun tulisan
4.1.1 Menceritakan kembali isis teks anekdot yang berjudul “KUHP dalam Anekdot ”
Peserta didik dapat menceritakan kembali isi teks anekdot yang berjudul “KUHP dalam Anekdot ”
Tertulis
7.    Interpretasikan makna teks anekdot yang berjudul “KUHP dalam Anekdot ”
4.3  Menyunting teks anekdot sesuai dengan struktur dan kaidah teks baik secara lisan maupun tulisan
4.3.1 Menyunting teks anekdot yang telah disiapkan
Peserta didik dapat menyunting teks anekdot yang telah disiapkan
Tertulis
8.   Suntinglah teks anekdot yang berjudul “KUHP dalam Anekdot”
          
 Rubrik Penilaian Keterampilan

1. Isi
Sesuai dengan tema, lengkap, urut, dan menarik
4
Terpenuhi 3 dari 4 kriteria di atas
3
Terpenuhi 2 dari 4 kriteria di atas
2
Terpenuhi 1 dari 4 kriteria di atas
1
2. Bahasa
Struktur morfologi, struktur sintaksis, pilihan kata, dan ejaan tidak ada kesalahan
4
Struktur morfologi, struktur sintaksis, pilihan kata, dan ejaan sesekali ada kesalahan
3
Struktur morfologi, struktur sintaksis, pilihan kata, dan ejaan beberapa kali ada kesalahan
2
Struktur morfologi, struktur sintaksis, pilihan kata, dan ejaan banyak kesalahan
1
3. Penyajian
Lancar, ekspresif, terdengar jelas, dan menarik
4
Terpenuhi 3 dari 4 kriteria di atas
3
Terpenuhi 2 dari 4 kriteria di atas
2
Terpenuhi 1 dari 4 kriteria di atas
1

Rumus Nilai =
                        Jumlah skor yang diperoleh
Nilai =                                                      X 100 =..............
                             Jumlah skor maksimal



Pembelajaran Remidial dan Pengayaan

Pembelajaran remedial dan pengayaan diberikan kepada peserta didik yang belum menguasai materi pembelajaran, sedangkan siswa yang sudah menguasai materi dengan nilai baik, diberikan pengayaan.

Kegiatan
Deskripsi Kegiatan
Alokasi Waktu
Pendahuluan
ü  Guru membuka pelajaran dengan berdoa bersama agar pembelajaran bermanfaat dan dapat diterima peserta didik dengan mudah.
ü  Guru menanyakan permasalahan yang menyebabkan peserta didik tidak dapat menjawab soal ulangan, atau tidak dapat menjawab soal ulangan, atau pada bagian mana peserta didik tidak menguasai materi pelajaran.

Inti
ü  Guru memberikan penjelasan dan penguatan materi tentang teks anekdot, kemudian guru memberikan lembar kerja yang dapat menuntun peserta didik untuk menguasai materi tersebut.
ü  Guru berkeliling untuk mengamati unjuk kerja peserta didik dan keaktifan mereka dalam proses pembelajaran.
ü  Peserta didik menampilkan di depan kelas hasil pekerjaannya dan guru memberikan penguatan.
ü  Peserta didik diberi soal remidi ulangan harian untuk memperbaiki nilainya.
ü  Peserta didik yang memiliki kemampuan tinggi diberikan soal pengayaan.

Penutup
ü  Guru memberikan tugas rumah untuk mempelajari materi teks eksposisi.
ü  Guru menutup pelajaran dengan doa bersama.




                Kunci untuk remidial
                Kunci soal nomor 1 dan 3 sama dengan soal reguler
                4.     Struktur teks anekdot yang berjudul “Anekdot Hukum Peradilan”
a.         Abstrak = Tukang pedati mengalami kecelakaan (1)
b.        Orientasi = Tukang pedati yang rajin dan tekun suatu pagi sedang melewati jembatan rapuh. (1)
c.         Krisis  = Tukang pedati jatuh ke sungai (1) Tukang pedati menuntut pihak yang terlibat dengan jembatan penyebab dia jatuh (2)
d.        Reaksi = Semua pihak yang terlibat dengan jembatan diadili oleh pihak pengadilan negara (3-8)
e.         Koda = Tukang pedati tidak diadili, tetapi yang tidak bersalah malah diadili. (9)

1.         Kaidah teks anekdot (Disesuaikan dengan jawaban peserta didik)
(1)                Menggunakan waktu lampau = pada zaman dahulu.
(2)               Menggunakan pertanyaan retorika =“Bagaimana menurut kalian, apakah peradilan ini sudah adil?”
(3)                Menggunakan kata sambung (konjungsi) waktu = kemudian, setelah itu, dll.
(4)                Menggunakan kata kerja = membawa, melaporkan, bertanya,  dll.
(5)               Menggunakan kalimat perintahHai, Pengawal, masukkan Si Pembantu ini ke penjara dan sita semua uangnya sekarang juga!”
2.         Analisis teks anekdot yang berjudul “ Anekdot Hukum Peradilan”
No.
Bagian
Analisis
1.
Alur
·       Tiap pagi Tukan pedati membawa dagangannya ke pasar melewati jembatan yang terbuat dari kayu. Namun naas,  dia terjatuh ke sungai. Kuda dan dagangannya hanyut. Kejadian tersebut dilaporkannya kepada hakim untuk meminta ganti rugi.
·       Hakim mengabulkan permohonan Tukang Pedati, dan memanggil si pembuat jembatan.
·       Si Pembuat Jembatan menyalahkan si penjual kayu.
·       Si penjual kayu menyalahkan pembantunya.
·       Karena si pembantu tidak bisa memberi alasan yang memuaskan pak hakim, si pembantu dijebloskan ke penjara.
·       Pengawal tidak bisa memasukkan si pembantu ke dalam penjara karena dia berbadan gemuk. Pak hakim menyuruh pengawal untuk mencari si pembantu yang berbadan kurus, pendek, dan punya uang untuk dimasukkan ke dalam penjara.
·       Merasa tidak bersalah, si pembantu bertanya kepada hakim mengapa ia dipenjara.
·       Hakim menjawab seenaknya karena ia berbadan pendek, kurus, dan punya uang.
·       Sang hakim bertanya kepada khalayak, bagaimana pandangan mereka tentang keadilan ini.
·       Mereka menjawab serempak menjawab adiiilll.
2.
Penokohan
·       Si Tukang Pedati yang tidak mau rugi akan musibah yang menimpanya dengan mengadukan orang lain sebagai penyebab musibah tersebut.
·       Si Tukang Jembatan demikian pula tidak mau disalahkan, melimpahkan kepada si penjual kayu.
·       Si penjual kayu menyalahkan si Pembantu.
·       Sang hakim dengan mudah menerima laporan sepihak dan memutuskan kesalahan kepada orang yang diadukan.
3.
Latar
·      Latar  umum : di sidang pengadilan
·      Latar khusus : di jembatan
4.
Majas/ metafora bahasa

---
5.
Nilai didik
·      Jangan mudah menerima laporan/pengaduan sepihak.
·      Jadilah orang yang sabar dalam menerima musibah
·      Jangan mudah memutuskan kesalahan pada orang lain yang belum tentu bersalah.




3.        Interpretasi makna teks yang berjudul “Anekdot Hukum Peradilan” :
Dari segi isi : menggambarkan oknum peradilan dalam menyelesaikan masalah/ mengambil keputusan tidak mempertimbangkan segi keadilan.
Dari segi makna : Ternyata masih ada oknum yang memutuskan peradilan dengan tidak adil atau sewenang-wenang.
4.        Suntingan teks anekdot tersebut : tidak terdapat kesalahan.

































No comments:

Post a Comment