Saturday, 3 September 2016

RPP Kurikulum 2013 Bahasa Indonesia SMK Terbaru: Biografi (Pemodelan Teks)

FORMAT RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Sumber: Permendikbud No. 22 Tahun 2016 tanggal 6 Juni 2016

Sekolah
:
SMK NEGERI 2 KEBUMEN
Mata Pelajaran
:
BAHASA INDONESIA
Kelas / Semester
:
XI / 1
Materi Pokok
:
Biografi (Pemodelan Teks)
Alokasi Waktu
:
8 jam pelajaran

A.                          Tujuan Pembelajaran
Pelajaran ini berisikan proses pembelajaran Bahasa Indonesia yang berbasis teks cerita ulang biografi. Pembelajaran teks ini dimaksudkan untuk membantu peserta didik memperoleh wawasan pengetahuan yang lebih luas agar terampil berpikir kritis dan kreatif serta mampu bertindak efektif menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan nyata sebagaimana tercermin dalam teks. Melalui pembahasan pengalaman para tokoh dunia, peserta didik diharapkan dapat mengambil hikmahnya sebagai motivasi dalam meraih cita-cita dan memperkuat kepribadiannya. Pembelajaran ini juga dimaksudkan untuk menanamkan sikap posisif dalam diri peserta didik bahwa keberadaan bahasa Indonesia merupakan cerminan sikap dan jati diri bangsa Indonesia di lingkungan pergaulan dunia global. Untuk itu, Pelajaran 3 dikemas dengan menyajikan tema atau topik “membangkitkan ingatan tentang tokoh dunia”.


B.                          Kompetensi Dasar
KD pada KI 3
3.1 Memahami struktur dan kaidah teks Pantun, pantun, ceritaulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu film/drama baik melalui lisan maupun tulisan
3.2 Membandingkan teks Pantun, pantun, cerita ulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu film/drama baik melalui lisan maupun tulisan
3.3 Menganalisis teks cerita pendek, pantun, cerita ulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu film/drama baik melalui lisan maupun tulisan
                           
C.                          Indikator Pencapaian Kompetensi *)
Indikator KD pada KI 3
3.1.1 Peserta didik mampu memahami struktur dan kaidah teks cerita pendek, pantun, cerita ulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu film/drama baik melalui lisan maupun tulisan
3.2.1  Peserta didik mampu membandingkan teks cerita pendek, pantun, cerita ulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu film/drama baik melalui lisan maupun tulisan
3.3.1 Peserta didik mampu menganalisis teks cerita pendek, pantun, cerita ulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu film/drama baik melalui lisan maupun tulisan

D.                          Materi Pembelajaran
Buku Bahasa Indonesia Ekspresi Diri dan Akademik halaman 113—130.

Pengertian Biografi
Biografi berasal dari bahasa Yunani, yaitu bios yang berarti hidup, dab graphien yang berarti tulis. Dengan kata lain biografi merupakan tulisan tentang kehidupan seseorang. Maka dapat disimpulkan bahwa teks Biografi adalah teks yang berisikan tentang kisah riwayat hidup seseorang.

Struktur Teks Biografi 

1.        Orientasi : Yaitu tinjauan terhadap identitas singkat tokoh. Biasanya berisikan tentang identitas singkat tokoh seperti Tempat Tanggal Lahir, Alamat, kehidupan masa kecil, dll
2.        Peristiwa dan masalah: Yaitu kejadian yg luar biasa dan masalah yang dialami tokoh.
3.        Reorientasi : Yaitu kesimpulan yang berisi peninjauan sikap kembali.
Ciri-Ciri Biografi 

1.        Memuat informasi berdasarkan fakta (faktual) dalam bentuk narasi.
2.        Faktualnya berdasarkan pengalaman hidup seseorang yang patut diteladani.

 Contoh Teks Biografi:

Ir Soekarno

Orientasi :  


Presiden pertama Republik Indonesia yang lebih akrab di panggil Bung Karno ini berasal dari Blitar, dia merupakan pahlawan Proklamasi bersama dengan Mohammad Hatta. Presiden Soekarno sangat disegani oleh para pemimpin negara-negara di dunia pada waktu itu. Soekarno dilahirkan di Surabaya tepatnya pada tanggal 6 Juni 1901 dengan nama asli bernama Koesno Sosrodihardjo, karena sering sakit yang mungkin disebabkan karena namanya tidak sesuai maka ia kemudian berganti nama menjadi Soekarno. Ayah beliau bernama Raden Soekemi Sosrodihardjon dan ibu bernama Ida Ayu Nyoman Rai. Ketika hidup, Presiden Pertama Indonesia ini diketahui memiliki tiga orang istri dimana masing-masing istrinya memberinya keturunan. Istrinya yang pertama yang bernama fatmawati memberinya lima orang anak yakni Megawati, Sukmawati, Rachmawati, Guntur dan Guruh, kemudian dari istrinya yang lain yang bernama Hartini memberinya dua orang anak yaitu Taufan dan juga Bayu. Istri yang lain dari Presiden Soekarno merupakan wanita keturunan Jepang yang bernama Naoko Nemoto dimana ia kemudian berganti nama menjadi Ratna Sari Dewi, dari pernikahannya dengan Naoko Nemoto atau Ratna Sari Dewi, Presiden Soekarno dikarunia seorang anak yang bernama Kartika.

Peristiwa dan Masalah:

Mengenai kisah hidup Presiden Soekarno, semasa kecilnya ia tidak tinggal bersama dengan orang tuanya yang berada di Blitar. Sejak SD hingga ia kemudian lulus sekolah ia tinggal atau indekos di rumah Haji Oemar Said Tokroaminoto di Surabaya, dimana Haji Oemar Said Tokroaminoto ini merupakan pendiri dari Serikat Islan (SI). Setelah lulus, Soekarno kemudian melanjutkan pendidikannya di Hoogere Burger School atau HBS. Disana ia mendapat banyak ilmu atau pengetahuan dan jiwa nasionalismenya akan bangsa Indonesia menjadi sangat besar. 
Pada tahun 1920 setelah lulus dari Hoogere Burger School atau HBS, Soekarno muda kemudian masuk ke Technische Hoogeschool (THS), sekolah inilah yang kemudian berubah nama menjadi ITB sampai sekarang ini. Soekarno belajar disana selama enam tahun dimana ia kemudian mendapatkan gelar Insinyur (Ir) pada tanggal 25 Mei. Setelah lulus, Soekarno kemudian mendirikan Partai Nasional Indonesia pada tanggal 4 Juli 1927 dan kemudian mulai mengamalkan ajaran Marhaenisme. Tujuan dari pembentukan partai Nasional Indonesia adalah agar bangsa Indonesia bisa merdeka dan terlepas dari Jajahan Belanda. 
Dari keberaniannya ini kemudian pemerintah kolonial Belanda menangkapnya dan kemudian memasukkannya ke penjara Suka Miskin. Dalam penjara ini kebutuhan hidupnya semua berasal dari istrinya. Inggit yang juga dibantu oleh kakak ipranya bernama Sukarmini sering membawakan makanan kepada Soekarno di penjara Suka Miskin, hal itulah yang kemudian membuat pengawasan di penjara Suka Miskin makin diperketat. 
Soekarno dikenal belanda sebagai seorang tahanan yang mampu menghasut orang lain agar berpikir untuk merdeka sehingga ia kemudian dianggap cukup berbahaya. Beliau kemudian diisolasi dengan tahanan elit tujuannya agar tidak bisa mendapatkan informasi yang berasal dari luar penjara. Tahanan elit ini sebagian besar merupakan warga Belanda yang mempunyai kasus seperti penggelapan, korupsi dan juga penyelewengan, inilah yang menjadi tujuan Belanda agar topik pembicaraan mengenai bagaimana caranya untuk memerdekakan Indonesia tidak sesuai karena rata-rata tahanan elit yang bersama Soekarno adalah orang Belanda. topik yang biasa ia dengar sama sekali tidak penting seperti soal makanan dalam penjara dan juga cuaca. Selama berbulan-bulan di Suka Miskin menngakibatkan Soekarno putus komunikasi dengan teman-teman seperjuangannya, namun itu bukanlah hal yang sulit baginya untuk mendapatkan informasi dari luar.

Reorientasi :

Akhirnya Soekarno menemukan ide baru, dimana ia menggunakan telur sebagai media untuk berkomunikasi dengan istrinya. Jika teman Soekarno mengalami musibah atau mendapat kabar buruk maka telur yang dibawa oleh istrinya adalah telur asin, itupun beliau hanya dapat menduga-duga sebab ia tidak tahu secara pasti apa yang terjadi diluar sana. Untuk berbicara dengan Inggit, Soekarno diawasi secara ketat dan juga barang bawaan yang dibawa oleh inggit dari luar penjara selalu diperiksa secara teliti.


E.                          Kegiatan Pembelajaran
1.    Pertemuan pertama dan kedua

Langkah Pemebelajaran
Struktur Model Pembelajaran
Deskripsi
Alokasi Waktu
Kegiatan Pendahuluan

1. Apersepsi
2. Guru menyampaiakan tujuan pembelajaran

10 menit
Kegiatan Inti
Pemberian rangsangan (stimulation)
(mengamati)
1.     Mengamati gambar dan membaca serta membicarakan atau bertanya  jawab  untuk membangun konteks
2.     Membaca teks model teks Biografi dengan cermat  utuk melihat strukturnya
2.     3. Membaca  teks  model  untuk  memahami  kaidah kebahasaan dalam teks Biografi dan isinya.
160 menit
Pernyataan/Identifikasi masalah
1.     Menanya tentang fungsi teks Biografi
2.     Menanya tentang struktur teks Biografi.
3.     Menanya tentang kaidah kebahasaan teks Biografi.
4.     Menanya tentang isi Biografi
Pengumpulan data
(Mengumpulkan Informasi)
1.      Mengidentifikasi bagian-bagian/strukturteks Biografi.
2.      Berdiskusi tentang struktur teks Biografi
3.      Berdiskusi tentang kaidah kebahasaan teks Biografi
4.      Berdiskusi tentang isi dan makna teks Biografi
Pengolahan data
(Mengasosiasikan)
1.      Mengurutkan/melengkapi isi  teks Biografi berdasarkan struktur teks untuk mempertajam  pemahaman   tentang  struktur teks Biografi
2.      Menggunakan kaidah kebahasaan untuk  kemahiran berbahasa dalam   mendukung pemahaman teks Biografi secara lisan dan tulisan
Pembuktian
Peserta didik memperbaiki teks Biografi yang menurut dia belum sesuai dengan kaidah.
Menarik kesimpulan
(Mengomunikasikan)
1. Menyampaikan hasil pemahaman tentang struktur dan kaidah kebahasaan teks Biografi secara lisan dan tulisan
2. Menyampaikan isi dan makna teks Biografi
Kegiatan Penutup

1. Guru menyimpulkan hasil belajar
2. penutup
10 Menit

F.                           Penilaian, Pembelajaran Remidial, dan Pengayaan
1. Penilaian Sikap
a. Teknik                 : Pengamatan sikap
b. Bentuk                : Lembar Pengamatan
2. Penilaian Pengetahuan
Pertemuan pertama
a. Teknik                 : Observasi (Pengamatan kerja kelompok)
b. Bentuk                : Lembar keaktifan siswa
Pertemuan kedua
a. Teknik                 : Penugasan
b. Bentuk                : Lembar nilai tugas
G.                         Media/alat, Bahan, dan Sumber Belajar
1.    Media
contoh teks Biografi dari buku siswa
2.    Alat/Bahan
Laptop dan LCD
3.    Sumber Belajar
a.    Maryanto; Nurhayati; Elvi Susanti; dan Anik Muslikah. 2014. Bahasa Indonesia. Ekspresi Diri dan Akademik. Jakarta: Politeknik Negeri Media Kreatif.
b.    KBBI


No comments:

Post a Comment