Wednesday, 30 August 2017

CERITA PENDEK (CERPEN) “TEMAN SEJATI”



Pada suatu hari pertama kali masuk sekolah menengah pertama / SMP ada seorang anak yang pendiam dan belum mempunyai teman dikelas tersebut. Hari berlalu semakin cepat. Agus atau sebutan namaku mencoba mendekati orang itu yang sangat pendiam dikelas. Aku dan dia berteman makin lama makin akrab, dan yang tak terduga dia bertempat tinggal seberang desa dengan desaku. Lama-lama kita saling dekat saja seperti saudara dekat. Dia bernama Humroni, sering dipanggil Roni. Semenjak dia kenal denganku dia sudah tidak pendiam seperti dulu lagi. Dia sudah bisa beradaptasi dengan lingkungan sekolah. Semenjak aku dekat dengan Roni, aku mulai mengetahui sifat dan karakter dia. Ternyata dia anak yang pintar dan cerdas. Setiap kali ada tugas atau pekerjaan rumah, aku selalu diajari oleh Roni. Dari pelajaran yang termudah sampai tersulit bagiku, dia bisa mengerjakanya. Beda denganku yang belum mencoba sudah menyerah saja.
 
CERITA PENDEK (CERPEN) “TEMAN SEJATI”
CERITA PENDEK (CERPEN) “TEMAN SEJATI”
Satu tahun aku duduk dikelas satu SMP sekelas dengan Roni, sampai-sampai duduk pun bersamaan. Jangankan duduk, ke kantin ataupun kemanapun aku pergi atau aku butuh pasti Roni selalu siap menemani aku kemanapun. Dan sebaliknya akupun begitu, jika Roni membutuhkan aku, aku siap membantunya walaupun sekecil apapun perbuatanku untuknya. Berangkat sekolah pun kadang selalu kerumahku dulu untuk menjemputku untuk berangkat sekolah bersamaan. Biasanya dia kerumahku dan sebaliknya akupun juga kerumah Roni untuk mengajak bermain ataupun berangkat sekolah dan ekstrakurikuler. Pokoknya kalau Roni butuh aku maka aku siap membantu, dan sebaliknya jika aku butuh Roni maka Roni pun siap juga untuk membantuku.

Pada suatu saat setelah UKK sekolahku selalu mengadakan turnamen antar kelas, atau sering disebut classmeeting, lomba wajib yaitu lomba futsal antar kelas. Dan pada saat itu, teman-temanku yang jago atau ahli bermain futsal tidak ada yang berangkat sekolah. Mau bagaimana lagi kalau kelasku tidak mengikuti pertandingan maka akan dikenakan sanksi dan di diskualifikasi dari pertandingan. Dan akhirnya kita semua sepakat mau tidak mau mengikuti pertandingan futsal itu, dan yang ikut pertandingan melawan tetangga kelas diwakili oleh aku. Roni dan teman-teman yang saya kira rada rada tidak suka sepak bola, dan mau bagaimana harus ikut dan yang terpenting kalah menang hal biasa dalam sebuah pertandingan sepak bola. 

Tuesday, 29 August 2017

Cerita Pendek (Cerpen) “Meraih Cita-cita dan Doa”


Namaku Septiyan biasa dipanggil Tiyan. Aku merupakan anak kedua dari dua bersaudara dan berasal dari keluarga yang sederhana. Pada saat aku berumur 7 tahun, aku selalu diajarkan oleh orang tuaku tentang arti kehidupan. Di dalam hatiku aku sering berkata “Betapa enak menjadi orang kaya, semua serba ada, segala keinginan terpenuhi karena semua tersedia.” Aku sering menghayal, seandainya aku jadi orang kaya, pasti aku sangat senang sekali. Tapi orang tuaku selalu berkata: “Bahwa dengan menuntut ilmu dan berusaha dengan sungguh-sungguh pasti apa yang kita inginkan akan tercapai.” Itupun juga pernah dikatakan oleh guru ngajiku “MAN JADDA WAJADA” yang artinya “Barang siapa bersungguh sungguh semua keinginan pasti akan tercapai.” Itu selalu kutanamkan dalam hatiku sampai sekarang. Untuk itu aku selalu berusaha dengan sekuat tenaga untuk bisa mengejar cita-citaku yaitu ingin menjadi dosen.
 
Cerita Pendek (Cerpen) “Meraih Cita-cita dan Doa”
Cerita Pendek (Cerpen) “Meraih Cita-cita dan Doa”
Pada suatu hari seketika pada malam harinya aku diajak pamanku kerumahnya:
Pamanku   : “Yan, hari minggu besok kamu ada kerjaan gak”
Aku           :“Tidak ada, emangnya kenapa”,
Pamanku    : “Besok kamu mau gak, kerumah paman”
Aku             : “ Emang ada apa paman ?”
Pamanku    : “Besok saja kamu datang. “
Aku            : “Oke deh.”

Keesokan harinya aku langsung pergi kerumah pamanku yang ada di Candi Lontar. Tanpa pamit kepada orang tuaku, pamanku langsung meminta aku duduk di berugak disamping rumahnya. Aku langsung duduk. Tanpa basa-basi pamanku langsung memberikanku sebuah buku yang berjudul “Kisah Abu zar Al ghifari” di dalam hatiku aku selalu bertanya untuk apa pamanku mengasih buku ini. Setelah itu pamanku langsung menjelaskan bahwa Abu zar Al ghifari itu merupakan sahabat Nabi Muhammad SAW yang memiliki ilmu pengetahuan yang tidak dimiliki oleh orang lain. Selain itu dia juga shaleh dan termasuk orang kaya dari para sahabat Nabi MuhammadSAW. Dia dulunya sangat miskin tetapi dia berusaha dengan sungguh-sungguh. Dia menjadi orang kaya yang sukses, hartanya ada dimana mana” setelah pamanku bercerita panjang lebar, bibiku datang.

“Yan, ibumu mencarimu kemana mana. Dia takut kalau kamu itu diculik orang” kata bibiku. Aku pun langsung pamit kepada pamanku, tapi sebelum aku pamit pamanku menyuruh untuk datang kerumahnya besok setelah pulang ke rumah dan aku langsung menyetujuinya.

Dan keesokan harinya setelah aku pulang sekolah aku langsung pamit kepada orang tuaku untuk pergi kerumah pamanku.

Aku          :“Ma, aku mau pergi kerumah pamanku, nanti sore aku pulang”
Ibuku        : “Iya, tapi kamu jangan terlambat lagi”
Aku          : “Iya, aku pamit dulu, Assalamu’alaikum”
Ibuku        : “Wa’alaikumussalam”

Setelah sampai dirumah pamanku dan mempersilahkan aku duduk, pamanku mulai      ngobrol denganku.

Paman :“ Yan, setelah kamu lulus dari SMP Negeri 25 Surabaya, kamu ingin melanjutkan dimana?”
Aku     : “Aku ingin sekolah di SMA Negeri 11 Surabaya, karena itu merupakan impianku sejak kecil.
Paman : “Kenapa nggak kamu coba memilih di tengah kota, misalnya di SMA Negeri 1 Surabaya?”
Aku     :  “Aku sih mau, tapi aku ingin sekolah di SMA Negeri 11 Surabaya yang lebih dekat dengan rumah dan menghemat biaya transportasi” hehe.Selain itu, sekolah mana saja sama kok, yang penting niatnya.
Pamanku: “ Ohh, baguslah kalau begitu. Kamu mau gak ngembala kambing paman?”
Aku        : “Aku gak bisa ngembala kambing, tapi akan ku usahain”

Pada malam harinya setelah salat maghrib aku membaca buku tentang kisah Abu zar al ghifari yang dikasih pamanku tempo hari yang lalu. Setelah membacanya hatiku merasa tergerak dan termotivasi supaya aku berusaha dengan tekun supaya cita-citaku bisa terwujud. Di dalam hatiku berkata “Memang betul pilihanku ngembala kambing pamanku, nanti uangnya aku bisa aku tabung untuk keperluan sekolahku”. Setelah seminggu atau sebulan bekerja, pamanku memberikan aku uang, dan uang itu langsung aku tabung untuk keperluan sekolahku.

Di sekolah aku mempunyai dua teman yang sangat dekat dengan aku. Teman aku itu yang selalu memotivasiku dan menemaniku di saat senang ataupun susah. Temanku itu bernama Rio Hidayatullah dan Zihnul Puadi.

Zihnul  : “Rio, kamu mau gak besok kita pergi ke Pantai, kan besok hari libur”.
Rio      : “Kan kamu kerja melulu gak ada waktu luangmu” kata Rio meyakinkanku.

Setelah terdiam sejenak aku menyetujuinya. Dan keesokan harinya aku minta ijin ke pamanku untuk berlibur ke pantai yaitu ke pantai Kenjeran, dan pamanku mengijinkanku. Tepat pada pukul 08.00 WIB kami berangkat menggunakan sepeda motor. Di dalam perjalanan aku merasa senang sekali karena telah sekian lama aku tidak pergi ke pantai yaitu pada saat kelas 1 SMP dan sekarang kelas 3 SMP. Setelah sampai di sana aku membaca sebuah puisi karyaku yang berjudul pantai :

Pantai

Hamparan pasirmu indah mempesona
Tak letih mata memandang dari ujung pengharapan
Adakah engkau tahu wahai pantai
Engkau mempesona diriku

            Mentari pagi terbit dan tenggelam disisimu oh... pantai
            Hembusan angin menerbangkan pasir putihmu
            Tahukah engkau senangnya hatiku
            Karena dapat mengunjungimu

Pantai oh pantai biarpun engkau di cintai
Tapi engkau tetap angkuh dan tak peduli
Kalau engkau marah semua menderita
Tapi engkau seolah tidak tahu engkau tetap tenang
Bagai air yang tenang tapi menghayuntukan

Monday, 28 August 2017

Cerita Pendek (Cerpen) “Mendaftar Sekolah”


Namaku Ahmad Rizjanul F., biasa dipanggil Rizjanul oleh teman-temanku atau biasa juga dipanggil Nul. Aku sekolah di SMK Negeri 2 Kebumen, kelas XI TKBB 1. Saat setelah lulus SMP aku sangat tidak menyangka bisa diterima Di SMK N 2 Kebumen. Karena target terbesarku aku hanya ingin bersekolah di SMK N 1 Gombong mengambil jurusan Teknik Komputer Jaringan atau Multimedia, tetapi takdir berkata lain, aku tidak di terima di  SMK N 1 Gombong jurusan TKJ (Teknik Komputer Jaringan) maupun MM (Multimedia). Alasan aku ingin bersekolah di SMK N 1 Gombong karena menurutku SMK N 1 Gombong sekolah yang cukup favorit, dan alasanku ingin mengambil jurusan TKJ (Teknik Komputer Jaringan) karena aku ingin jadi programmer.
 
Cerita Pendek (Cerpen) “Mendaftar Sekolah”
Cerita Pendek (Cerpen) “Mendaftar Sekolah”
Pada saat itu aku diberi motivasi oleh kakakku apabila berhasil di terima di SMK N 1 Gombong jurusan TKJ aku akan di belikan laptop baru dengan spesifikasi laptop yang bagus oleh kakakku. Aku sangat tergiur dan sangat optimis bisa di terima di SMK N 1 Gombong, sehingga saat hari pendaftaran pertama dibuka, aku dan bapakku langsung bergegas menuju SMK N 1 Gombong. Sesampainya di SMK N 1 Gombong aku hanya melihat-lihat siswa yang mendaftar saat hari pertama pendaftaran, karena saat hari tersebut jumlah siswa yang mendaftar sangat banyak sehingga aku putuskan untuk mendaftar di hari terakhir pendaftaran agar jelas kira-kira posisiku dinomor berapa saat di jurnal. Akhirnya aku dan bapakku pulang dari SMK N 1 Gombong, tetapi sebelum pulang aku dan bapakku menyempatkan melihat jurnal pada hari itu. Waktu aku lihat kira-kira posisiku masih aman, dan setelah melihat jurnal, aku dan bapakku langsung pulang menuju rumah memakai motor.

Pada saat hari terakhir pendaftaran aku menuju SMK N 1 Gombong bersama kakakku mengunakan bis. Di SMK N 1 Gombong aku berniat untuk mendaftar sebagai peserta didik baru, tetapi saat melihat jurnal, aku masuk di urutan terakhir dan akhirnya aku putuskan untuk tidak jadi mendaftar. Saat tau nilaiku tidak cukup untuk  mendaftar di SMK N 1 Gombong aku sangat kecewa dan menyesal. Saat itu hatiku sangat bimbang penuh dengan dilema. Aku sangat bingung mau daftar sekolah dimana. Akhirnya aku meng hubungi kakak dan bapakku dan meminta pendapat kakak dan bapakku, mereka hanya mengikuti apa kata hatiku dan kemauanku. aku memutuskan untuk langsung menuju SMA N 1 Kutowinangunwinangun, sebelum menuju ke SMA N 1 Kutowinangunwinangun aku dan kakaku mencari atau menunggu bus yang melewati SMA N 1 Kutowinangunwinangun. Sekitar 30 menit akhirnya ada bus yang berhenti, akhirnya aku naik bis tersebut dan langsung menuju SMA N 1 Kutowinangunwinangun. Di perjalanan, busnya sangat lambat dan berhenti cukup lama, padahal waktu hampir mepet.

Thursday, 24 August 2017

CERPEN “KEKASIH SAHABAT SEJATI”



Pernahkah kamu pikirkan Seperti apa rasanya menjadi rumput hijau yang indah, namun selalu diinjak banyak orang? Rasa sakit malu sedih itulah yang aku rasakan ketika aku duduk di bangku kelas XI. Namaku Deni. Aku sekolah di sebuah sekolah teknik ternama di Kebumen. Aku sekarang  menginjak usia 16 tahun. Semua anak di usia ini sudah memiliki pacar,  namun tidak dengan diriku. Karena itulah banyak orang yang meledeku. Ketika pulang sekolah aku selalu melihat banyak teman-temanku yang bersama pacarnya. Ada yang makan di kantin berdua, belajar di perpustakaan berdua dan ada juga yang pulang sekolah berdua. Namun aku tidak tertarik dengan semua itu. Aku lebih tertarik bermain dengan burung, karena itu adalah hobiku. Free flight (FF) dalam bahasa Indonesia artinya terbang bebas. Free Flight merupakan sebuah hobi baru yang semakin berkembang di kotaku Kota Kebumen. Setiap pulang sekolah aku selalu pergi ke lapangan ataupun alun-alun kota. Bukan untuk memandangi cewek-cewek cantik di sana, namun aku ke sana untuk bermain burung bersama teman-teman sesama pecinta burung FF.
 
CERPEN “KEKASIH SAHABAT SEJATI”
CERPEN “KEKASIH SAHABAT SEJATI”
Hari ini hari Minggu. Seperti biasa aku selalu bangun pagi untuk memberi makan burung-burung kesayanganku. Aku memiliki cukup banyak burung peliharaan, di antaranya burung parkit, burung loreng, burung kekep babi, dan yang paling ku sayangi adalah burung falk.  Burung falk peliharaanku aku beri nama Piter. Setelah memberi makan burung-burung peliharaan ku, aku bergegas pergi ke alun-alun kota untuk berkumpul dengan komunitas sesama pecinta burung FF. Aku pergi tidak sendirian, tapi aku pergi bersama partner kesayanganku yaitu Piter.

Setelah aku sampai di alun-alun kota ternyata teman-teman yang lain sudah berkumpul di sana. Aku pun menghampiri mereka dan menyelami mereka semua. Namun ada yang berbeda di hari itu. Aku melihat seorang anak perempuan baru. Orangnya cukup cantik, sepertinya dia bukan orang dari Kebumen. Aku bersikap biasa-biasa saja terhadapnya seolah-olah Aku tidak memperhatikannya. Di sana kami bermain bersama teman-teman seperti hari-hari biasanya. Ketika hari sudah siang kami pun bergegas pulang kembali ke rumah kami masing-masing.

Keesokan harinya, suasana kelas sangat ramai karena guru yang seharusnya mengajar kami belum juga datang. Ketika aku sedang bersantai-santai sambil mendengarkan musik, tiba-tiba temanku memanggilku dan menyuruhku melihat kedepan kelas karena ada wali kelas yang masuk. Aku merasa terkejut karena wali kelasku datang bersama seorang perempuan yang ternyata dia adalah anak baru yang kemarin aku temui di alun-alun ketika sedang bermain FF. "Anak-anak Perkenalkan ini namanya Bunga baru saja pindah di sini karena Ayahnya baru saja pindah tugas di kota ini, Saya harap Bunga dapat menjadi teman baik kalian yang baru" ucap wali kelas. "Bunga silahkan perkenalkan diri kamu kepada teman-teman barumu" perintah Bu Ani selaku wali kelas. "Perkenalkan namaku bunga aku berasal dari kota Semarang. Aku pindah ke Kebumen karena ayahku ditugaskan bekerja di kota ini" ucap perkenalan dari bunga. "Bunga sekarang kamu boleh duduk disana" ucapkan Bu Ani kepada Bunga sambil menunjuk kearah bangku yang kosong. "baik bu... terimakasih" jawab Bunga. Setelah itu kegiatan pembelajaran pun kembali seperti biasa.

Saturday, 5 August 2017

Cerita Pendek (Cerpen) Perjalanan Yang Keras



Namaku adalah Fina dan aku mempunyai 4 orang sahabat. Mereka adalah Arya, Roman, Novi, dan Zacky. Mungkin kami bisa dibilang lebih dari sekedar sahabat. Mengapa begitu? Karena hampir setiap waktu kami selalu berkumpul dan pergi melakukan aktivitas bersama-sama. Apa yang kalian pikirkan? Kami hanyalah siswa-siswi SMA/SMK. Kami masih remaja dan tentu saja apa yang kami lakukan hanya sebatas kesenangan di masa remaja. Mungkin yang dipikirkan orang lain berbeda.
 
Cerita Pendek (Cerpen) Perjalanan Yang Keras
Cerita Pendek (Cerpen) Perjalanan Yang Keras
Mereka mungkin saja berpikiran bahwa apa yang kami lakukan adalah hal - hal negatif atau hal - hal yang tidak baik lainnya. Tapi aku tahu bahwa apa yang aku dan sahabat-sahabatku lakukan bukanlah hal yang buruk. Awal mula kami bertemu yaitu ketika aku dan Novi pergi ke pasar malam, kemudian aku dan Novi bertemu dengan mereka bertiga. Kami berbincang -   bincang pada malam itu hingga pada akhirnya kami bisa menjadi sahabat sampai sekarang. Hobiku adalah berkendara dan bagiku balapan bukanlah hal yang asing karena aku menyukainya. Tak heran kalau aku sering pulang larut malam karena asik bermain. Tentu saja  aku menghindari minum - minuman yang beralkohol dan kawan - kawannya karena aku selalu ingat siapa diriku.

Aku tidak akan pernah meninggalkan sahabat-sahabat baikku apapun yang terjadi. Karena mereka adalah segalanya bagiku, sebagian hidupku telah kujalani bersama mereka sejak awal kami bersama. Dan karena kutemukan sesuatu yang istimewa pada mereka. Roman, dia adalah seorang anak yang suka ngelawak dan sering bertingkah konyol. Dia anak yang selalu ceria apapun situasinya. Karena itu, dia juga pintar dalam urusan ngegombal. Hampir semua cewe yang digombalinya tertipu oleh perkataan dan sikapnya. Dia juga anak yang pintar berbaur dengan lingkungannya. Arya, dia itu orangnya agak pendiam, jadi dia terlihat kalem “kalempit-lempit” maksudnya. Hhe.. nggak lah, bercanda. Tapi itu benar dia tidak banyak bicara, tidak seperti Roman yang selalu bicara. Dia tidak tertarik pada banyak hal.

Aku tidak tahu apa masalahnya. Karena dia pendiam, dia jadi terlihat misterius, jadi aku tidak tahu lebih banyak lagi tentangnya. Zacky, dia adalah orang yang selalu bersemangat. Dia tidak pernah menyerah untuk mencapai apa yang dia inginkan. Dia adalah anak yang selalu percaya pada apa yang dilakukannya dan memiliki sifat kepemimpinan yang tinggi. Bisa dibilang dia seperti pemimpin dari kelompok kami. Dia sedikit keras kepala, ajaa.. mungkin itu karena semangatnya yang tidak pernah menyerah untuk mencapai mimpinya.

Di samping itu, Zacky juga memiliki wajah yang tampan. Siapa coba cewek yang tidak tertarik pada ketampanannya. Aku sendiri juga pernah menyukainya, tetapi aku mencoba untuk mengalihkan perasaanku padanya. Karena aku tidak ingin merusak persahabatanku dengannya. Novi dan aku sudah berteman sejak kami bertemu di sekolah, karena kami berasal dari sekolah yang sama. Novi adalah anak yang cantik, tapi aku lebih cantik daripada dia hehe.. Dia juga anak yang selalu aktif serta murah senyum. Murah senyum bukan berarti dia selalu memberikan senyumnya pada semua orang. Dia anak yang jago bela diri, jadi tidak semua cowok bisa mendekatinya sembarangan. Dan tentangku, biar orang lain saja yang menilaiku seperti apa. Itulah beberapa alasan mengapa aku tidak ingin meninggalkan sahabat - sahabatku.

Setiap ada kompetisi balapan atau Drag Race, aku selalu ikut serta. Suatu hari, akan diadakan Drag Race. Zacky datang menemuiku untuk memberitahuku.
“Fin, ada Drag Race tuh. Kamu mau ikutan nggak?” tanya Zacky.
“Hah, yang bener?” aku masih belum percaya.
“Iya beneran, kamu mau ikut nggak? Nanti aku daftarin sekalian,” jawab Zacky.
“Aku ikut dong, masa nggak ikut. Kamu ikutan kan?” tanyaku balik.
“Aku jelas ikut lah, kan lumayan hadiahnya kalo menang,” jawab Zacky dengan nada bersemangat.
“Bagus deh. Gimana dengan Roman, dia ikut nggak?” aku tahu Roman juga suka balapan jadi aku menanyakannya.
“Belum tahu sih, biar entar aku yang tanya ke dia, aku juga sekalian mau ke rumahnya”- Zacky.
“Ya udah deh,” jawabku singkat.

Hingga akhirnya sampai pada hari Race, kami berlima pun datang ke sana. Sesampainya di sana, tentu saja banyak peserta yang ikut dalam kompetisi tersebut. Banyak juga penonton yang yang sudah tidak sabar untuk menyaksikan jalannya Race. Aku, Zacky dan Roman ikut dalam Race tersebut, sementara Arya dan Novi tidak ikutan. Race siap dimulai dan kami telah mempersiapkan semuanya.

Tuesday, 1 August 2017

Cerita Pendek (Cerpen) Arti sebuah Persahabatan


Sahabat dan persahabatan memang dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan ini, terutama bagi kalangan anak muda. Dari persahabatan kita dapat mengenal sebuah hubungan pertama kali sebelumnya beranjak ke hubungan suatu percintaan. Namun, pada akhirnya kita menyadari bahwa persahabatan lebih luhur, dibandingkan suatu percintaan.
 
Cerita Pendek (Cerpen) Arti sebuah Persahabatan
Cerita Pendek (Cerpen) Arti sebuah Persahabatan
Suatu ketika, di pagi yang cerah seorang gadis duduk di agunan, gadis itu bernama Indah.  Dia merasa kesepian. Tiba -  tiba seorang perempuan bernama Yasmin dan seorang lelaki bernama Aldo menghampirnya. Indah kebingungan atas kedatangan Yasmin dan Aldo. Dalam hatinya bertanya, Siapa dia? Apa tujuan mereka menghampiriku?

“Hai, namaku Yasmin, salam kenal” sapa Yasmin kepada indah
“Hai, namaku Aldo, salam kenal” sapa Aldo kepada Indah
“Kalau kamu siapa ?” tanya Yasmin dan Aldo
“Emm, namaku Indah, salam kenal juga ya” jawab Indah, kemudian mereka saling tersenyum.
“Kamu lagi ngapain disini ?” tanya Aldo pada Indah.
“Di rumah lagi sepi, jadi aku main ke sini. Kalian juga ngapain ke sini ?” Jawab Indah.
“Kita mau main di sini, eh kita liat kamu lagi mainan ayunan sendiri. Yaudah kita samperin aja, siapa tau kamu butuh teman ngobrol” jawab Yasmin.

Akhirnya mereka pun saling ngobrol, hingga mereka semakin dekat layaknya sahabat sejati. Setelah beberapa bulan bersahabat Indah memiliki rasa kepada Aldo, Indah menceritakan semuanya kepada Yasmin, tanpa Indah ketahui, Yasmin juga memiliki rasa yang sama seperti Indah kepada Aldo. Yasmin sadar akan hal itu dan memutuskan mengalah dan menghilangkan rasanya pada Aldo. Yasmin tak pernah lagi berbicara dengan Aldo semenjak ia mengetahui Indah menyukai Aldo. Yasmin selalu menghindar bila bertemu Aldo, hingga suatu hari Indah memdatangi Yasmin di rumahnya.


“Yasmin, kenapa kamu tidak pernah ikut kumpul lagi bareng aku dan Aldo ?” tanya Indah dengan rasa kebingunan.
“Aku lagi sibuk aja akhir – akhir ini, maaf ya aku gak bisa ikut kalian kumpul” jawab Yasmin.

Indah lalu pulang ke rumahnya, dia berfikir apakan Yasmin benar – benar atau hanya sekedar alasan untuk menutupi sesuatu darinya. Lalu Indah membicarakan itu dengan Aldo, akhirnya Aldo dan Indah mulai menyusun suatu rencana untuk mengetahui apa yang terjadi dengan Yasmin. Aldo mulai mengenalkan Leny kepada Indah, Indah adalah sepupu dari Yasmin. Aldo dan Indah pergi ke rumah Leny untuk mencari informasi mengenai Yasmin yamg akhir – akhir ini sifatnya berbeda dari hari biasanya. Setibanya di rumah Leny, Aldo mengetuk pintu rumah Leny dan Leny pun membukakannya.

“Aldo, ada apa ya ? Ini siapa?” tanya Leny.
“Hai Leny, kita ada perlu sama kamu, bisa gak ? Oh iya, kenalin ini Indah sahabat aku.” Tutur Aldo.
“Hai Leny, saya Indah. Salam kenal ya.” Sapa Indah kepada Leny.
“Hallo Indah, salam kenal, silahkan masuk.” Jawab Leny.
“Begini Len, aku, Indah dan Yasmin kan udah sahabatan sudah agak lama, tapi gak tau kenapa sekarang Yasmin mulai berubah ke kita. Sekarang dia jadi jarang kumpul bersama kita, setiap kali bertemu dengan aku dia selalu menghindar. Kamu tolong cari tau kenapa Yasmin jadi begini ya, kamu kan sepupunya.” Cerita Aldo kepada Leny.
“Oh iya, besok aku coba cari tau kenapa sepupuku jadi seperti itu kepada kalian.”Jawab Leny.

Keesokan harinya, Leny memutuskan untuk pergi ke rumah Yasmin tanpa sepengetahuan Yasmin. Leny mencurigai adanya indah dalam persahabatan Aldo dan Yasmin yang membuat Yasmin menjadi berubah, Leny memikirkan cara agar dirinya dapat mencari informasi tentang Yasmin, sedangkan Yasmin sangat tertutup tentang masalah pribadinya. Setibanya di rumah Yasmin,

Leny mengetuk pintu tetapi tidak ada  yang membukakannya, Leny mencoba melihat lewat kamar Yasmin dan dirinya melihat Yasmin sedang murung. Tanpa pikir panjang, Leny langsung masuk ke rumah Yasmin lewat pintu depan yang ternyata tidak dikunci.

“Kamu kenapa ? Kamu ada masalah apa sampai kamu murung seperti itu ?” tanya Leny sambil memeluk Yasmin.
“Loh Leny ? Sejak kapan kamu disini ? Aku gak papa kok.” Jawab Yasmin sambil melepaskan pelukan Leny.
“Kamu akan tertekan jika kamu seperti ini terus, lebih baik kamu ceritakan apa yang sedang kamu rasakan saat ini, mungkin aku bisa membantumu.” Jelas Leny kepada Yasmin.

Dengan perasaan sedih Yasmin menceritakan semuanya kepada Leny. Yasmin berharap dengan menceritakan masalahnya kepada Leny maka beban pikirannya akan menjadi lebih ringan. Leny mencoba untuk memberi pengarahan kepada Yasmin agar Yasmin lebih sabar dan lebih mementingkan persahabatannya dibanding perasaannya kepada Aldo.
“Sudah aku duga, pasti masalah ini ada sangkut pautnya dengan Indah.”Kata Leny.

Leny mencoba menenangkan Yasmin agar Yasmin tidak berlarut – larut meratapi kesedihannya hanya karena rasa persahabatannya berubah menjadi rasa cinta kepada Aldo. Setelah Yasmin terlihat sedikit ceria, Leny lalu pulang dan ia mengabari Aldo lewat SMS agar Aldo pergi ke rumahnya karena Leny telah mengetahui alasan kenapa Yasmin akhir–akhir ini berbeda. Mengetahui kabar itu, Aldo segera mengabari Indah untuk ke rumah Leny. Sesampainya di rumah Leny, Leny menceritakan bahwa Yasmin menyukai Aldo. Yasmin memgalah dan Yasmin selalu menghindar apabila bertemu Aldo, karena Yasmin tidak ingin rasa cintanya kepada Aldo menjadi lebih besar lagi. Leny menjelaskan apa yang didapat dengan cukup jelas.