Tuesday, 29 August 2017

Cerita Pendek (Cerpen) “Meraih Cita-cita dan Doa”


Namaku Septiyan biasa dipanggil Tiyan. Aku merupakan anak kedua dari dua bersaudara dan berasal dari keluarga yang sederhana. Pada saat aku berumur 7 tahun, aku selalu diajarkan oleh orang tuaku tentang arti kehidupan. Di dalam hatiku aku sering berkata “Betapa enak menjadi orang kaya, semua serba ada, segala keinginan terpenuhi karena semua tersedia.” Aku sering menghayal, seandainya aku jadi orang kaya, pasti aku sangat senang sekali. Tapi orang tuaku selalu berkata: “Bahwa dengan menuntut ilmu dan berusaha dengan sungguh-sungguh pasti apa yang kita inginkan akan tercapai.” Itupun juga pernah dikatakan oleh guru ngajiku “MAN JADDA WAJADA” yang artinya “Barang siapa bersungguh sungguh semua keinginan pasti akan tercapai.” Itu selalu kutanamkan dalam hatiku sampai sekarang. Untuk itu aku selalu berusaha dengan sekuat tenaga untuk bisa mengejar cita-citaku yaitu ingin menjadi dosen.
 
Cerita Pendek (Cerpen) “Meraih Cita-cita dan Doa”
Cerita Pendek (Cerpen) “Meraih Cita-cita dan Doa”
Pada suatu hari seketika pada malam harinya aku diajak pamanku kerumahnya:
Pamanku   : “Yan, hari minggu besok kamu ada kerjaan gak”
Aku           :“Tidak ada, emangnya kenapa”,
Pamanku    : “Besok kamu mau gak, kerumah paman”
Aku             : “ Emang ada apa paman ?”
Pamanku    : “Besok saja kamu datang. “
Aku            : “Oke deh.”

Keesokan harinya aku langsung pergi kerumah pamanku yang ada di Candi Lontar. Tanpa pamit kepada orang tuaku, pamanku langsung meminta aku duduk di berugak disamping rumahnya. Aku langsung duduk. Tanpa basa-basi pamanku langsung memberikanku sebuah buku yang berjudul “Kisah Abu zar Al ghifari” di dalam hatiku aku selalu bertanya untuk apa pamanku mengasih buku ini. Setelah itu pamanku langsung menjelaskan bahwa Abu zar Al ghifari itu merupakan sahabat Nabi Muhammad SAW yang memiliki ilmu pengetahuan yang tidak dimiliki oleh orang lain. Selain itu dia juga shaleh dan termasuk orang kaya dari para sahabat Nabi MuhammadSAW. Dia dulunya sangat miskin tetapi dia berusaha dengan sungguh-sungguh. Dia menjadi orang kaya yang sukses, hartanya ada dimana mana” setelah pamanku bercerita panjang lebar, bibiku datang.

“Yan, ibumu mencarimu kemana mana. Dia takut kalau kamu itu diculik orang” kata bibiku. Aku pun langsung pamit kepada pamanku, tapi sebelum aku pamit pamanku menyuruh untuk datang kerumahnya besok setelah pulang ke rumah dan aku langsung menyetujuinya.

Dan keesokan harinya setelah aku pulang sekolah aku langsung pamit kepada orang tuaku untuk pergi kerumah pamanku.

Aku          :“Ma, aku mau pergi kerumah pamanku, nanti sore aku pulang”
Ibuku        : “Iya, tapi kamu jangan terlambat lagi”
Aku          : “Iya, aku pamit dulu, Assalamu’alaikum”
Ibuku        : “Wa’alaikumussalam”

Setelah sampai dirumah pamanku dan mempersilahkan aku duduk, pamanku mulai      ngobrol denganku.

Paman :“ Yan, setelah kamu lulus dari SMP Negeri 25 Surabaya, kamu ingin melanjutkan dimana?”
Aku     : “Aku ingin sekolah di SMA Negeri 11 Surabaya, karena itu merupakan impianku sejak kecil.
Paman : “Kenapa nggak kamu coba memilih di tengah kota, misalnya di SMA Negeri 1 Surabaya?”
Aku     :  “Aku sih mau, tapi aku ingin sekolah di SMA Negeri 11 Surabaya yang lebih dekat dengan rumah dan menghemat biaya transportasi” hehe.Selain itu, sekolah mana saja sama kok, yang penting niatnya.
Pamanku: “ Ohh, baguslah kalau begitu. Kamu mau gak ngembala kambing paman?”
Aku        : “Aku gak bisa ngembala kambing, tapi akan ku usahain”

Pada malam harinya setelah salat maghrib aku membaca buku tentang kisah Abu zar al ghifari yang dikasih pamanku tempo hari yang lalu. Setelah membacanya hatiku merasa tergerak dan termotivasi supaya aku berusaha dengan tekun supaya cita-citaku bisa terwujud. Di dalam hatiku berkata “Memang betul pilihanku ngembala kambing pamanku, nanti uangnya aku bisa aku tabung untuk keperluan sekolahku”. Setelah seminggu atau sebulan bekerja, pamanku memberikan aku uang, dan uang itu langsung aku tabung untuk keperluan sekolahku.

Di sekolah aku mempunyai dua teman yang sangat dekat dengan aku. Teman aku itu yang selalu memotivasiku dan menemaniku di saat senang ataupun susah. Temanku itu bernama Rio Hidayatullah dan Zihnul Puadi.

Zihnul  : “Rio, kamu mau gak besok kita pergi ke Pantai, kan besok hari libur”.
Rio      : “Kan kamu kerja melulu gak ada waktu luangmu” kata Rio meyakinkanku.

Setelah terdiam sejenak aku menyetujuinya. Dan keesokan harinya aku minta ijin ke pamanku untuk berlibur ke pantai yaitu ke pantai Kenjeran, dan pamanku mengijinkanku. Tepat pada pukul 08.00 WIB kami berangkat menggunakan sepeda motor. Di dalam perjalanan aku merasa senang sekali karena telah sekian lama aku tidak pergi ke pantai yaitu pada saat kelas 1 SMP dan sekarang kelas 3 SMP. Setelah sampai di sana aku membaca sebuah puisi karyaku yang berjudul pantai :

Pantai

Hamparan pasirmu indah mempesona
Tak letih mata memandang dari ujung pengharapan
Adakah engkau tahu wahai pantai
Engkau mempesona diriku

            Mentari pagi terbit dan tenggelam disisimu oh... pantai
            Hembusan angin menerbangkan pasir putihmu
            Tahukah engkau senangnya hatiku
            Karena dapat mengunjungimu

Pantai oh pantai biarpun engkau di cintai
Tapi engkau tetap angkuh dan tak peduli
Kalau engkau marah semua menderita
Tapi engkau seolah tidak tahu engkau tetap tenang
Bagai air yang tenang tapi menghayuntukan


            Ombak mu adalah lidahmu
            Yang kadang mendatangkan bencana
            Walaupun begitu engkau tetap dipuja dan disanjung
            Oh pantai sampaikan salam ku lewat angin
            Sampaikan kesahku lewat deburanmu
            Kirimkan dukaku lewat lagumu
            Pantai, engkau tetap sebuah pantai
            Yang tak mengerti hatiku

Setelah kurang lebih 1 tahun lamanya aku mengembala kambing, aku memutuskan untuk berhenti mengembala kambing, karena aku fokus untuk sekolah dan melanjutkan sekolahku di SMA Negeri 11 Surabaya. Setelah aku mengutarakan keinginanku akhirnya pamanku mengijinkanku untuk berhenti mengembala kambingnya karena dia tahu bahwa tidak selamanya aku bekerja ngembala kambing. Aku kan harus meneruskan sekolahku untuk menggapai cita-citaku. Setelah aku lulus dari SMP Negeri 25 Surabaya dan Alhamdulillah juga aku sangat bersyukur karena bisa di terima di SMA Negeri 11 Surabaya yang sekolahnya terkenal di kawasan Surabaya Barat.

Masalah yang selalu hinggap dalam benak pikiranku yaitu tentang masalah biaya. Alhamdulillah dengan kerja kerasku selama ini aku bisa membayarnya dan juga dapat membeli seragam sekolah dan kelengkapan lainnya dengan di bantu juga oleh orang tuaku. Aku juga selalu ingat kisah sahabat Nabi Muhammad SAW yaitu Abu zar al ghifari yang kerja dengan sungguh-sungguh hingga dia menjadi orang kaya yang harta dan kekayaannya ada di mana-mana. Itu membuatku semangat lagi dalam menggapai cita-citaku yaitu ingin menjadi guru dan juga ingin orang yang sukses seperti kisah Abu zar Al ghifari.


Selain itu juga kisah Abu zar Al ghifari sebagai inspirasi hidupku dan kata “Man JaddaWajada” akan selalu ku ingat dan melaksanakannya dalam menggapai cita-citaku. Aku juga selalu berdoa kepada Allah SWT agar cita-citaku bisa terwujud dan menjadi orang yang sukses di kemudian hari Amin amin ya robbal alamin.

No comments:

Post a Comment