Saturday, 5 August 2017

Cerita Pendek (Cerpen) Perjalanan Yang Keras



Namaku adalah Fina dan aku mempunyai 4 orang sahabat. Mereka adalah Arya, Roman, Novi, dan Zacky. Mungkin kami bisa dibilang lebih dari sekedar sahabat. Mengapa begitu? Karena hampir setiap waktu kami selalu berkumpul dan pergi melakukan aktivitas bersama-sama. Apa yang kalian pikirkan? Kami hanyalah siswa-siswi SMA/SMK. Kami masih remaja dan tentu saja apa yang kami lakukan hanya sebatas kesenangan di masa remaja. Mungkin yang dipikirkan orang lain berbeda.
 
Cerita Pendek (Cerpen) Perjalanan Yang Keras
Cerita Pendek (Cerpen) Perjalanan Yang Keras
Mereka mungkin saja berpikiran bahwa apa yang kami lakukan adalah hal - hal negatif atau hal - hal yang tidak baik lainnya. Tapi aku tahu bahwa apa yang aku dan sahabat-sahabatku lakukan bukanlah hal yang buruk. Awal mula kami bertemu yaitu ketika aku dan Novi pergi ke pasar malam, kemudian aku dan Novi bertemu dengan mereka bertiga. Kami berbincang -   bincang pada malam itu hingga pada akhirnya kami bisa menjadi sahabat sampai sekarang. Hobiku adalah berkendara dan bagiku balapan bukanlah hal yang asing karena aku menyukainya. Tak heran kalau aku sering pulang larut malam karena asik bermain. Tentu saja  aku menghindari minum - minuman yang beralkohol dan kawan - kawannya karena aku selalu ingat siapa diriku.

Aku tidak akan pernah meninggalkan sahabat-sahabat baikku apapun yang terjadi. Karena mereka adalah segalanya bagiku, sebagian hidupku telah kujalani bersama mereka sejak awal kami bersama. Dan karena kutemukan sesuatu yang istimewa pada mereka. Roman, dia adalah seorang anak yang suka ngelawak dan sering bertingkah konyol. Dia anak yang selalu ceria apapun situasinya. Karena itu, dia juga pintar dalam urusan ngegombal. Hampir semua cewe yang digombalinya tertipu oleh perkataan dan sikapnya. Dia juga anak yang pintar berbaur dengan lingkungannya. Arya, dia itu orangnya agak pendiam, jadi dia terlihat kalem “kalempit-lempit” maksudnya. Hhe.. nggak lah, bercanda. Tapi itu benar dia tidak banyak bicara, tidak seperti Roman yang selalu bicara. Dia tidak tertarik pada banyak hal.

Aku tidak tahu apa masalahnya. Karena dia pendiam, dia jadi terlihat misterius, jadi aku tidak tahu lebih banyak lagi tentangnya. Zacky, dia adalah orang yang selalu bersemangat. Dia tidak pernah menyerah untuk mencapai apa yang dia inginkan. Dia adalah anak yang selalu percaya pada apa yang dilakukannya dan memiliki sifat kepemimpinan yang tinggi. Bisa dibilang dia seperti pemimpin dari kelompok kami. Dia sedikit keras kepala, ajaa.. mungkin itu karena semangatnya yang tidak pernah menyerah untuk mencapai mimpinya.

Di samping itu, Zacky juga memiliki wajah yang tampan. Siapa coba cewek yang tidak tertarik pada ketampanannya. Aku sendiri juga pernah menyukainya, tetapi aku mencoba untuk mengalihkan perasaanku padanya. Karena aku tidak ingin merusak persahabatanku dengannya. Novi dan aku sudah berteman sejak kami bertemu di sekolah, karena kami berasal dari sekolah yang sama. Novi adalah anak yang cantik, tapi aku lebih cantik daripada dia hehe.. Dia juga anak yang selalu aktif serta murah senyum. Murah senyum bukan berarti dia selalu memberikan senyumnya pada semua orang. Dia anak yang jago bela diri, jadi tidak semua cowok bisa mendekatinya sembarangan. Dan tentangku, biar orang lain saja yang menilaiku seperti apa. Itulah beberapa alasan mengapa aku tidak ingin meninggalkan sahabat - sahabatku.

Setiap ada kompetisi balapan atau Drag Race, aku selalu ikut serta. Suatu hari, akan diadakan Drag Race. Zacky datang menemuiku untuk memberitahuku.
“Fin, ada Drag Race tuh. Kamu mau ikutan nggak?” tanya Zacky.
“Hah, yang bener?” aku masih belum percaya.
“Iya beneran, kamu mau ikut nggak? Nanti aku daftarin sekalian,” jawab Zacky.
“Aku ikut dong, masa nggak ikut. Kamu ikutan kan?” tanyaku balik.
“Aku jelas ikut lah, kan lumayan hadiahnya kalo menang,” jawab Zacky dengan nada bersemangat.
“Bagus deh. Gimana dengan Roman, dia ikut nggak?” aku tahu Roman juga suka balapan jadi aku menanyakannya.
“Belum tahu sih, biar entar aku yang tanya ke dia, aku juga sekalian mau ke rumahnya”- Zacky.
“Ya udah deh,” jawabku singkat.

Hingga akhirnya sampai pada hari Race, kami berlima pun datang ke sana. Sesampainya di sana, tentu saja banyak peserta yang ikut dalam kompetisi tersebut. Banyak juga penonton yang yang sudah tidak sabar untuk menyaksikan jalannya Race. Aku, Zacky dan Roman ikut dalam Race tersebut, sementara Arya dan Novi tidak ikutan. Race siap dimulai dan kami telah mempersiapkan semuanya.


Sampai pada akhirnya Zacky memenangkan kompetisi itu. Ketika ia baru saja menerima tropinya, ponsel yang ada di sakunya berdering. Itu adalah telepon dari keluarganya di rumah. Ia terkejut ketika dia diberitahu bahwa ayahnya meninggal dunia. Seketika itu juga, Zacky terjatuh karena syok mendengar hal itu. Momen yang seharusnya menjadi kebahagiaan pun akhirnya berubah men jadi duka. Zacky langsung bergegas pulang ke rumah dan kami juga ikut ke rumahnya.

Setelah kejadian itu, Zacky mengalami perubahan yang mencolok. Mungkin dia mengalami depresi berat sepeninggal ayahnya. Zacky berubah menjadi sosok seorang yang beringas, brutal dan melakukan hal – hal dengan emosional. Dia menghajar orang – orang yang menggangunya. Hingga pada suatu ketika, Zacky memacu sepeda motornya dengan kecepatan tinggi saat kondisinya sedang teler berat karena mabuk.

Akibatnya, Zacky mengalami kecelakaan yang sangat fatal. Dia bertabrakan dengan sebuah truk hingga ia mengalami gegar otak serta lengan kanan dan kaki kirinya patah. Saat itu Zacky seperti kehilangan impian dan masa depannya. Zacky tidak sadarkan diri di rumah sakit selama 3 hari. Setelah ia terbangun, aku mencoba untuk berkomunikasi dengannya.
“Zack, apa kamu baik – baik saja?” tanyaku pelan.
“Yea.. Aku pernah lebih baik sebelumnya. Dimana aku?” jawab Zacky dengan nada agak kesakitan.
“Kamu ada di rumah sakit, Zack. Kemarin kamu kecelakaan.” Jawabku sambil memegang tangannya.

Setelah itu, aku, Roman dan kawan – kawan mencoba untuk menghibur Zacky. Zacky dirawat di rumah sakit selama lebih dari satu bulan. Butuh waktu yang lama baginya untuk kembali sehat, tetapi Zacky bukanlah orang yang mudah menyerah. Sembari itu, kami juga berbicara padanya dan menasehatinya bahwa  seseorang yang telah pergi, kau tidak akan bisa mengharapkannya untuk kembali lagi. Aku juga mengatakan “Ketika kita kehilangan seseorang yang kita sayangi, bukan berarti kita harus meratapi kepergiannya, tetapi kita harus mencoba untuk bersabar dan mengikhlaskannya karena kita pasti akan menemukan yang lebih baik di masa mendatang.”


Setelah Zacky keluar dari rumah sakit, dia masih harus menjalani terapi untuk menormalkan kembali lengan dan kakinya yang patah. Zacky tetaplah Zacky, ketika dia sudah sembuh, dia tetap menjadi dirinya yang dulu yang selalu bersemangat dan sedikit keras kepala. Setelah semua kejadian itu, aku berharap ketika kami sudah memiliki kehidupan masing – masing di masa depan, kami masih bisa berkumpul, bercanda tawa dalam kehangatan, dan mungkin akan ada aksi – aksi yang lebih menantang.

No comments:

Post a Comment