Thursday, 24 August 2017

CERPEN “KEKASIH SAHABAT SEJATI”



Pernahkah kamu pikirkan Seperti apa rasanya menjadi rumput hijau yang indah, namun selalu diinjak banyak orang? Rasa sakit malu sedih itulah yang aku rasakan ketika aku duduk di bangku kelas XI. Namaku Deni. Aku sekolah di sebuah sekolah teknik ternama di Kebumen. Aku sekarang  menginjak usia 16 tahun. Semua anak di usia ini sudah memiliki pacar,  namun tidak dengan diriku. Karena itulah banyak orang yang meledeku. Ketika pulang sekolah aku selalu melihat banyak teman-temanku yang bersama pacarnya. Ada yang makan di kantin berdua, belajar di perpustakaan berdua dan ada juga yang pulang sekolah berdua. Namun aku tidak tertarik dengan semua itu. Aku lebih tertarik bermain dengan burung, karena itu adalah hobiku. Free flight (FF) dalam bahasa Indonesia artinya terbang bebas. Free Flight merupakan sebuah hobi baru yang semakin berkembang di kotaku Kota Kebumen. Setiap pulang sekolah aku selalu pergi ke lapangan ataupun alun-alun kota. Bukan untuk memandangi cewek-cewek cantik di sana, namun aku ke sana untuk bermain burung bersama teman-teman sesama pecinta burung FF.
 
CERPEN “KEKASIH SAHABAT SEJATI”
CERPEN “KEKASIH SAHABAT SEJATI”
Hari ini hari Minggu. Seperti biasa aku selalu bangun pagi untuk memberi makan burung-burung kesayanganku. Aku memiliki cukup banyak burung peliharaan, di antaranya burung parkit, burung loreng, burung kekep babi, dan yang paling ku sayangi adalah burung falk.  Burung falk peliharaanku aku beri nama Piter. Setelah memberi makan burung-burung peliharaan ku, aku bergegas pergi ke alun-alun kota untuk berkumpul dengan komunitas sesama pecinta burung FF. Aku pergi tidak sendirian, tapi aku pergi bersama partner kesayanganku yaitu Piter.

Setelah aku sampai di alun-alun kota ternyata teman-teman yang lain sudah berkumpul di sana. Aku pun menghampiri mereka dan menyelami mereka semua. Namun ada yang berbeda di hari itu. Aku melihat seorang anak perempuan baru. Orangnya cukup cantik, sepertinya dia bukan orang dari Kebumen. Aku bersikap biasa-biasa saja terhadapnya seolah-olah Aku tidak memperhatikannya. Di sana kami bermain bersama teman-teman seperti hari-hari biasanya. Ketika hari sudah siang kami pun bergegas pulang kembali ke rumah kami masing-masing.

Keesokan harinya, suasana kelas sangat ramai karena guru yang seharusnya mengajar kami belum juga datang. Ketika aku sedang bersantai-santai sambil mendengarkan musik, tiba-tiba temanku memanggilku dan menyuruhku melihat kedepan kelas karena ada wali kelas yang masuk. Aku merasa terkejut karena wali kelasku datang bersama seorang perempuan yang ternyata dia adalah anak baru yang kemarin aku temui di alun-alun ketika sedang bermain FF. "Anak-anak Perkenalkan ini namanya Bunga baru saja pindah di sini karena Ayahnya baru saja pindah tugas di kota ini, Saya harap Bunga dapat menjadi teman baik kalian yang baru" ucap wali kelas. "Bunga silahkan perkenalkan diri kamu kepada teman-teman barumu" perintah Bu Ani selaku wali kelas. "Perkenalkan namaku bunga aku berasal dari kota Semarang. Aku pindah ke Kebumen karena ayahku ditugaskan bekerja di kota ini" ucap perkenalan dari bunga. "Bunga sekarang kamu boleh duduk disana" ucapkan Bu Ani kepada Bunga sambil menunjuk kearah bangku yang kosong. "baik bu... terimakasih" jawab Bunga. Setelah itu kegiatan pembelajaran pun kembali seperti biasa.


Sewaktu istirahat di kantin aku duduk sambil memakan makanan yang sudah aku pesan. Ketika aku sedang menikmati makananku, tiba-tiba ada seorang anak perempuan yang duduk di sampingku. Dan ternyata anak perempuan itu adalah Bunga. "Perkenalkan namaku Bunga nama kamu Deni kan...?" Sapa bunga kepadaku. "Kamu tau namaku dari mana?" tanyaku kepada Bunga. "Itu diseragam kamu jelas-jelas tertulis nama kamu" jawab dari Bunga. "Ooohhh...." jawabku agak malu. "Deni kamu anak FF kan?" tanya Bunga. "Iya. Aku anak FF kamu juga anak FF kan?" jawabku. "Iya. Nama partnerku Cici, dia adalah burung falk. Kalau boleh tahu siapa nama partner mu?" Tanya bunga. "Partnerku juga burung falk namanya Piter" jawabku pada Bunga. Bunga pun mengajakkuu bermain Free Flight di alun-alun kota sepulang sekolah. Aku merasa senang tetapi juga sedikit bingung karena baru kali ini aku diajak bermain FreeFlight bareng sama perempuan cantik seperti Bunga.

Di alun-alun kami pun bermain FreeFlight bersama dan saling memamerkan keahlian dan kehebatan partner kami masing-masing. Kami bermain sambil duduk dan memakan cemilan. Kami saling berbagi ilmu dan pengalaman bermain free flight. Hatiku rasanya sangat senang karena baru kali ini aku merasakan berduaan dengan cewek, apalagi bunga memiliki hobi yang sama denganku, obrolan kami jadi nyambung.

Hari demi hari, Minggu demi Minggu, bulan demi bulan, kami selalu bermain bersama. Hubunganku dengan bunga pun semakin dekat. Aku merasa lebih nyaman bersama Bunga dan tidak pernah merasakan canggung lagi terhadap perempuan. Lama kelamaan aku mulai tertarik dengan bunga, aku rasa bunga pun juga tertarik terhadapku. Hari ini adalah hari Minggu bertepatan dengan ulang tahunnya Bunga.


Aku pergi menjemput Bunga dan mengajaknya pergi ke alun-alun kota untuk bermain Free Flight. Seperti biasa kami selalu bersenang-senang, saling curhat, dan makan bersama di tengah alun-alun kota, sambil melihat perkembangan burung kami masing-masing. Aku memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaanku kepada bunga. "Bunga coba kamu perhatikan Piter dan juga Cici, mereka terbang saling berdampingan menuju arah yang sama. Mereka terlihat sangat Anggun ketika terbang kesana kemari mengelilingi alun-alun kota" ucapku pada Bunga. "Iya kamu benar aku juga merasa senang jika Pieter dan juga Cici senang terbang bersama" ucap Bunga. Akupun mengucapkan perasaanku kepada bunga "Bunga....baru kali ini aku merasakan nyaman bersama seorang wanita. Jujur sebenarnya aku suka sama kamu. Apa kamu mau menjadi kekasihku..?" ucapku kepada bunga sambil menatap wajahnya. Dan Bungapun menjawab "sejak awal aku datang ke kota ini dan bermain FF disini, aku melihatmu sebagai seorang pria yang sangat menyayangi binatang. Oleh karena itu aku merasa tertarik padamu. Aku harap kamu bisa menyayangiku lebih dari apapun. Aku menerima kamu sebagai kekasihku Deni...". Akhirnya kamipun jadian. Tepat saat ulang tahunya bunga, di alun-alun kota, dan dua ekor burung falk sebagai saksi.

No comments:

Post a Comment