Sunday, 3 September 2017

Cerita Pendek (Cerpen) Adik Ter-imut Sedunia


Izumi selalu ingat saat pertama adiknya datang. Dia selembut salju di musim semi. Sambil bersembunyi di balik ibunya, dia melihat dan menatap Izumi. Izumi mengingat masa-masa saat itu, “Mulai hari ini dia akan menjadi adik perempuanmu” kata Ayah Izumi kepada Izumi. Izumi mengangguk dan menjawab “Baik”. “Salam kenal, kakak” kata adik Izumi. “Salam kenal juga” jawab Izumi sambil tergagap dan tersipu malu. Sejak saat itu, ia tidak pernah melihat adiknya lagi sama sekali.
 
Cerita Pendek (Cerpen) Adik Ter-imut Sedunia
Cerita Pendek (Cerpen) Adik Ter-imut Sedunia
Izumi adalah seorang penulis terkenal novel muda. Ia berumur 16 tahun dan bersekolah di sebuah SMA. Ibunya sudah meninggal sejak ia masih kecil. Sekarang Ayah Izumi menikah lagi dengan seorang wanita yang mempunyai anak perempuan. Anak itu adalah Yuki, yang sekarang menjadi adik Izumi. Yuki berumur 14 tahun dan bersekolah di sebuah SMP. Sejak kejadian satu tahun yang lalu, yaitu saat ayahnya yang dulu meninggal, dia mengurung diri di kamarnya dan berhenti berangkat sekolah. Izumi dan Yuki hanya tinggal berdua di rumahnya. Ayah dan ibunya pergi bekerja di luar kota.

Karena itu, Izumi sebisa mungkin merawat adiknya dan berusaha membuatnya keluar kamar. “Yuki, ini makananmu, keluar dan ambilah” kata Izumi sambil mengetuk pintu kamar Yuki. Setelah menunggu, Yuki pun tetap tidak mau keluar dari kamarnya. “Yuki, makananmu kutaruh di depan pintu, jangan lupa dimakan” kata Izumi sambil menaruh makanan yang diberi pesan bertuliskan “Keluarlah dari kamarmu, supaya aku bisa melihat wajahmu, dari Kakakmu”.

Izumi mulai menjadi penulis novel tepat saat dia masuk SMP karena itu merupakan hobinya. Dan selam tiga tahun, rekan terpercayanya yang suka menggambar hal erotis, dan yang berjuluk “Eromanga-sensei” bekerja dengannya, tetapi mereka belum pernah saling bertemu. Izumi dan rekannya telah membuat novel yang berjudul “Reinkarnasi Serigala Perak”. Dan suatu hari, Izumi ada acara penandatanganan untuk merayakan selesainya seri ini. Nama penanya yaitu “Izumi”, dia menulisnya menggunakan huruf Jepang Katakana. Dia menunjukkan wajahnya saat acara penandatanganannya itu. Jadi pasti ada kemungkinan teman sekelasnya menyadarinya. “Sepertinya aku aman untuk saat ini” kata Izumi sambil melihat handphonenya. Dia terkejut saat melihat sebuah komentar di websitenya yang bertuliskan “Tanda tangan Izumi sangat jelek”, diapun merasa sedikit depresi dan mengunjungi sebuah toko buku. Dia ingin berkonsultasi dengan temannya disana.

Rika adalah nama dari teman Izumi yang bekerja paruh waktu di toko buku itu dan dia satu-satunya teman sekelas Izumi yang mengetahui bahwa Izumi adalah seoran penulis novel. “Izumi, bukankah ini blognya Eromanga-sensei yang menggambar ilstrasi untuk novelmu?” kata Rika sambil menunjukan handphonenya. Izumi sangat terkejut saat melihatnya karena Eromanga-senseilah yang ternyata paling parah saat menjelek-jelekan tanda tangannya dengan membuat ilustrasi dari salah satu karakter di novel Izumi dengan gaya berpakaian yang aneh. Padahal Izumi maupun editornya belum pernah bertemu dengannya juga tidak pernah melakukan sesuatu terhadapnya meskipun sudah bekerja sama selama tiga tahun. Sebenarnya semua pekerjaan dilakukan lewat internet. “Mungkin dia tahu kalau aku mengeluh soal nama julukannya yang cabul” kata Izumi. “Hei, Izumi. Eromanga-sensei akan melakukan siaran langsung hari ini. Kau mau melihatnya?” saut Rika kepada Izumi. “Siaran langsung, ya? Baiklah aku akan melihatnya nanti” jawab Izumi. Diapun pulang ke rumah.


Sesampainya di rumah, Izumi pun langsung membuatkan makanan untuk adiknya. Dan seperti biasa ia meletakan pesan di atas makanannya. Ketika waktu siaran tiba, Izumi bergegas membuka laptopnya dan melihat siaran langsungnya. “Kenapa dia memakai topen?” kata Izumi sambil terheran. Ketika itu juga Izumi terkejut saat melihat ada sebuah makanan di belakang yang ikut tersorot oleh kamera dan terdapat sebuah pesan yang isinya sama persis dengan yang ditulis oleh Izumi untuk adiknya. Izumipun membuat sebuah kemungkinan bahwa Eromanga-sensei adalah adiknya sendiri.

Setelah siaran langsug selesai, Izumi pun bergegas lari menuju kamar Yuki. Sambil mengetuk pintu, Izumi berteriak “Yuki, apakah kau orang yang membuat ilustrasi untuk novel Reinkarnasi Serigala Perak? Akulah penulisnya, tolong keluarlah dari kamar”. Saat itu juga Yukipun membukakan pintu, itu adalah pertama kalinya Yuki membukakan pintu untuk kakaknya. Izumi pun terkejut juga merasa senang melihat hal itu. “Kakak, apakah kau benar-benar seorang penulis dari novel itu? Kupikir Cuma namamu saja yang sama” tanya Yuki. Izumi pun menjawab dengan senang hati “Ya, itu aku. Apakah kau Eromanga-sensei?”. “Hm” jawab Yuki sambil menganggukan kepala. Keduanya pun saling bertatapan dan tersenyum gembira. Izumi tidak menyangka bahwa orang yang mengejek tanda tangannya adalah adiknya sendiri, tetapi Izumi sudah melupakannya.

Semenjak kejadian itu, Izumi dan Yuki menjadi semakin sering bertemu dan semakin dekat. Sampai suatu hari, mereka berdua membuat sebuah impian bersama, yaitu membuat novel paling menarik hingga diangkat ke dalam Anime dan menontonnya bersama-sama. Mereka pun bekerja keras hari demi hari dan meminta saran pada editornya. Editornya pun menyarankan agar Izumi mengikuti Perlombaan Novel Terbaik, karena jika menang maka novelnya akan diangkat ke dalam Anime dan mendapat hadiahnya. Sejak menerima saran itu, Izumi bertambah semangat dan berusaha keras membuat novel sebaik mungkin lalu mengirimkannya ke dalam perlombaan. Izumi tidak pernah menyerah meskipun sudah tahu bahwa semua saingannya adalah orang yang hebat dan mereka pun mulai meremehkan Izumi. Tetapi Izumi tidak pernah mendengarkan ocehan mereka karena dia tahu bahwa untuk menggapai sebuah impian dibutuhkan pengorbanan dan kerja keras.

Sampai akhirnya hari pengumuman pun tiba, dan Izumi memenangkan perlombaannya dengan novel yang berjudul “Adik Ter-imut Sedunia”. Izumi dan Yuki sangat terkejut sekaligus gembira mendengar hal itu, akhirnya perjuangan mereka tidak sia-sia. Setelah Anime dari novel itu dirilis, mereka berdua langsung bergegas menontonnya bersama. Sejak kejadian itu, Izumi dan Yuki terus bekerja sama dan mengembangkan kemampuan mereka serta terus membuat novel-novel baru.




No comments:

Post a Comment