Tuesday, 5 September 2017

CERITA PENDEK (CERPEN) PERSAHABATAN SEJATI


Cerita ini dimulai saat meraka duduk di kelas satu SMP. Awalnya hanya teman biasa, tetapi sekarang mereka menjadi sahabat yang tak terpisahkan. Sebut saja Rafi dan kino. Cerita ini tidak hanya mengisahkan persahabatan mereka, tetapi mengisahkan hidup Rafi.
 
CERITA PENDEK (CERPEN) PERSAHABATAN SEJATI
CERITA PENDEK (CERPEN) PERSAHABATAN SEJATI
Awal dari cerita di mulai saat Rafi dan kino selalu berangkat sekolah bersama. Rafi adalah anak yang pemalu dan juga anak yang rajin. Kalo Kino anak yang pemberani dan sedikit adal-edel. Sejak Sekolah SMP, mereka selalu berangkat dan pulang sekolah bersama. Terkadang Rafi yang menunggu Kino, atau Kino yang menunggu Rafi. Tetapi yang sering menunggu yaitu Rafi karena Kino termasuk anak yang agak adal-edel. Rafi sering dibuat kesal dengan keadal-edelannya Kino. Saat itu Rafi sedang menunggu Kino berangkat sekolah, tetapi Kino tidak kunjung datang. 

Akhirnya Rafi ke rumah Kino. Setelah sampai dirumah kino ternyata Kino baru selesai mandi. Dan masih sempatnya untuk sarapan pagi. Padahal waktu sudah menunjukkan pukul 06:30 WIB. Dalam hati Rafi merasa kesal. Rafi pun diam saja. Setelah selesai makan, Kino mengambil tas dan sepatunya. Kino pun memakai sepatunya sambil berkata kepada Rafi

Kino : “Fi, sudah pukul berapa sekarang?”.  Rafi dalam hatinya kesal.
Rafi : “Pukul 06:36 WIB”. Rafi cuek saja.
        
Setelah itu pun mereka langsung berangkat sekolah dengan terburu-buru. Rafi karena merasa kesal akhirnya Rafi mengayuh sepedanya dengan cepat. Kino pun tertinggal dibelakangnya. Setelah sampai di sekolah, Rafi langsung masuk ke kelasnya. Begitu juga dengan Kino, karena mereka berbeda kelas. Mereka sampai di sekolah tepat pukul 07:00 WIB. Bel istirahat pun berbunyi. Rafi yang biasanya ke kelas Kino, sekarang berdiam diri di kelasnya. Kino pun hanya duduk-duduk didepan kelasnya,menunggu Rafi yang biasanya kalo istirahat pertama pasti ke kelasnya.Tetapi sekarang tidak kelihatan sama sekali. Didepan kelasnya pun tidak ada Rafi.

Setelah pulang sekolah, Rafi pun masih merasa kesal. Walaupun mereka pulang bareng, tetapi Rafi diam saja. Dan hanya menjawab pertanyaan-pertanyaan yang Kino tanyakan. Lama-lama Rafi pun sudah tidak merasa kesal lagi pada Kino. Hari-hari biasa pun mereka lewati bersama sampai akhirnya mereka nail ke kelas 2 SMP. Di kelas 2 SMP persahabatan mereka semakin tak terpisahkan. Mereka sakarang berangkat sekolah dengan berboncengan tidak lagi sendiri-sendiri seperti waktu kelas 1 SMP. Kadang mereka berboncengan naik sepeda Rafi atau sepeda Kino.

Kehidupan Rafi tidak hanya dengan Kino. Rafi mempunyai keluarga yang sederhana yaitu Ayah dan Ibunya. Kakaknya sudah menikah sejak Rafi masih kelas 6 SD. Sekarang sudah tidak tinggal serumah lagi dengan Rafi. Rafi pun merasa kesepian jika dirumah sendirian. Rafi mempunyai dua ponakan kembar, hasil dari pernikahan kakaknya. Tak jarang Rafi main kerumah kakaknya untuk melihat ponakan kembarnya yang masih lucu-lucu. Disitu Rafi merasa bahagia, dalam pikiran Rafi, ia ingin kakaknya tinggal serumah lagi dengannya, agar ia tidak kesepian lagi. Tetapi itu tidak mungkin karena kakaknya sudah menikah.


Cerita berlanjut dengan Kino, di kelas 2 SMP persahabatan mereka baik-baik saja sampai mereka naik ke kelas 3 SMP. Di kelas 3 SMP, Rafi dan Kino fokus untuk menghadapi UN. Karena mereka ingin mendapat nilai yang baik agar di terima di sekolah favorit. Mereka selalu mengikuti les yang diadakan oleh bapak ibu guru. Walaupun banyak teman-temannya yang membolos, tetapi mereka tetap bersemangat untuk mengikuti les. Atas usaha mereka, nilai-nilai Tes Uji Coba (TUC) mereka pun tergolong nilai yang bagus-bagus. Nilai Ujian Nasional (UN) mereka pun menjadi nilai tertimggi di sekolahnya itu. Rafi dan Kino sangat bahagia sekali, karena mendapat predikat nilai tertinggi di sekolahnya itu.

Setelah lulus SMP, mereka mendaftar sekolah di sekolah favorit. Mereka berdua diterima di sekolah itu. Sekarang mereka sudah kelas 1 SMK. Rafi dan Kino pun selalu berangkat sekolah bersama seperti waktu mereka masih SMP. Mereka berangkat sekolah dengan mengendarai sepeda motor sendiri-sendiri. Kino pun tak berbeda dengan sewaktu masih SMP. Ia masih adal-edel. Pernah sekali ia membuat kesal Rafi. Kejadiannya hampir sama persis sewaktu SMP. Waktu  itu, Rafi sedang menunggu Kino berangkat sekolah dirumahnya, tetapi kino tidak kunjung datang. Rafi pun masih sabar menunggu Kino, sampai tepat pukul 06:30 WIB Kino datang. 

Kebetulan waktu itu hari senen, dan jarak sekolah lumayan jauh. Mereka berboncengan dengan mengendarai sepeda motor Kino. Karena Kino yang di depan, ia pun santai-santai saja. Berbeda dengan Rafi yang sudah takut telat. Disitulah Rafi sangat di uji kesabarannya oleh Kino, dalam hati Rafi hanya berdo’a supaya sampai sekolah gerbangnya belum di tutup. Dan setelah sampai sekolah, ternyata gerbang sudah ditutup dan upacara bendera pun sedang dilaksanakan. Akhirnya mereka menunggu didepan gerbang sampai upacara bendera selesai. Setelah selesai upacara, datanglah pak satpam dan bertanya pada mereka berdua
Pak satpam  : “Ngapain kamu disitu?”.
Rafi  : “Maaf pak, kami terlambat”.
Pak satpam  : “Ohh…ya sudah sekarang masuk, nanti akan saya kasih hukuman.”


Mereka berdua pun masuk dan langsung di suruh lari mengelilingi lapangan 5 kali. Setelah itu disuruh membersihkan wc dan menyapu di halaman sekolah. Rafi sangat kesal kepada Kino, karena keadal-edelannya Kino, Rafi menjadi korbannya. Tetapi mereka berdua mendapat pengalaman baru, sejak itu Kino menjadi tidak adal-edel lagi. Dan mereka bersahabat sampai lulus SMK, dan bahkan sampai mereka mempunyai keluarga sendiri-sendiri. Itulah persahabatan sejati.

No comments:

Post a Comment