Sunday, 10 September 2017

CERITA PENDEK (CERPEN) “TRIO PUTIH ABU-ABU”


Pernahkah kalian mengalami hal menyenangkan di masa putih abu-abu kalian? Cerita ini berawal di sekolah ternama di Jakarta. Sekolah ini siswa-siswinya banyak yang berparas cantik dan tampan, bukan hanya hal fisik saja, mereka juga memiliki prestasi yang tidak kalah dibanding dengan sekolah lain. Itulah sebabnya sekolah ini termasuk sekolah favorit di Jakarta yaitu SMA N 68 Jakarta Selatan.
 
CERITA PENDEK (CERPEN) “TRIO PUTIH ABU-ABU”
CERITA PENDEK (CERPEN) “TRIO PUTIH ABU-ABU”
Namaku Rahma Aulia Ramadhan, umurku 16 tahun, aku lulusan SMP N 10 jakarta Selatan. Aku memilih melanjutkan ke SMA N 68 Jakarta Selatan ini karena cita-cita ku dari kecil ingin selalu melanjutkan sekolah yang termasuk sekolah berprestasi dan favorit di Jakarta. “Mungkin cukup perkenalanku,” kata Rahma di depan kelas.

Hari pertama aku masuk sekolah di awali dengan kesedihan. Aku berangkat sekolah menggunakan kendaraan umum dari rumahku, di karenakan keluargaku hanya memiliki dua motor, itupun montor yang satunya sudah sering rusak. Aku termasuk siswa yang kurang mampu, maka dari itu aku slalu berprinsip menjadi siswa berprestasi agar mendapat beasiswa berprestasi. Rajin belajar aku lakukan agar aku dapat menjadi siswa berprestasi dan mendapat beasiswa. Beasiswa tersebut akan meringankan beban orang tua aku.

Perkenalan di depan kelas pun usai, dan jam istirahat pun berbunyi, tetapi aku hanya berada di dalam kelas memakan bekal yang aku bawa dari rumah. Salah satu siswa perempuan mendekatiku sambil membawa bekalnya ke dekatku.

“ Hay, boleh aku bergabung denganmu?” kata si cantik mungil tersebut sambil meletakkan bekal nya di samping mejaku.
“ Iya silahkan, dengan senang hati,” sambil memberi senyuman manis kepada si cantik tersebut.

Kami memang awalnya sudah berkenalan di depan kelas satu persatu, tetapi masing-masing dari kami belum terlalu hafal. Lalu mereka banyak berbincang-bincang tentang masalah pribadi serta pengalaman di sekolah mereka lalu.

“ Oya, nama kamu siapa? aku lupa,” kata Rahma sambil menjulurkan tangannya.
“ Namaku Rizka Mustika, namamu siapa?” kata Rizka sambil tersenyum pada Rahma.
Rizka menjawab, “ namaku Rahma Aulia Ramadhan.”
Rizka pun menjawab kembali, senang berkenalan denganmu.”
“Aku pun senang berkenalan denganmu, oya Rizka kamu dulu lulusan mana?”
“Aku dulu sekolah di SMP N 10 Jakarta Selatan, dan aku sekolah di sana karena mendapat beasiswa.”
“Wah, kamu ternyata anak berprestasi yahh..., aku bangga punya teman berprestasi sepertimu,” kata Rizka pada Rahma.
“Ah kamu bisa aja, kita semua sama saja ko riz, hanya saja mungkin dari kita belum tahu mana keahlian masing-masing dari kita,” jawab Rahma.
“ Iya Rahma, aku pun beranggapan sama denganmu.”


Setelah lama mereka berbincang-bincang, bel usai istirahat pun berbunyi. Aku merasa lega karena sekarang aku sudah punya kawan baru. Lalu kegiatan pun berlangsung kembali. Hingga sudah pada waktunya kegiatan belajar usai, bel usai kegiatan belajar usai berbunyi. Lalu semua siswa-siswi berbondong-bondong menuju ke luar sekolah untuk kembali ke rumah masing-masing.
           
Pada saat aku keluar gerbang, dari kejauhan ada seorang wanita cantik, mancung, putih, dan tinggi serta langsung melambaikan tangannya padaku. Aku pun sempat bingung melihat wanita tersebut. Tidak lama kemudian aku menghapiri dia, dia pun juga berjalan menuju aku. Tanpa aku sadari ternyata dia adalah sahabat kecilku yang sudah lama tidak bertemu.

“ Rahmaaaaaaaa,” teriaknya sambil memmelukku.
“ A a a a alvii,” kata Rahma sembari memeluk Avi juga.
“ Kamu apa kabar?, aku sangat merindukanmu.”
“ Aku sehat Alvi, aku pun sama Al.”
“ Tak kusangka kita bisa bertemu lagi di sekolah ini, aku berjanji akan selalu ada di sampingmu,” jawab Rahma.
“ Iya al, aku juga akan selalu ada di sampingmu , jawab Rahma.

Sambil berjalan kami pun sudah banyak bercerita banyak selama kita tidak bertemu. Sesampainya aku dan Alvi di halte, Alvi pun hanya mengantarku sampai halte, sebab Alvi di jemput oleh supir pribadinya. Sebelum kami berpisah untuk kembali kerumah, kami saling bertukar nomor hp, lalu kami berpisah di halte. Tak lama kemudian supir pribadi Alvi tiba, lalu Alvi pulang dengan hati senang.

Malam harinya Rahma belajar, setelah selesai belajar ia lalu menghubungi Alvi kembali lewat hp. Walaupun hp Rahma tidak sebagus hp teman-teman nya, tapi hp nya itu sangat berguna untuk Rahma. Mereka berkomunikasi sekitar 2 jam. Setelah itu Rahma membaringkan tubuhnya ke kasur. Tidak terasa ternnyata Rahma tertidur sampai pagi.

Pagi itu Rahma sangat bersemangat menuju ke sekolah. Sebab ia mempunyai rencana akan memperkenalkan teman barunya pada Alvi. Sesampainya Rahma di sekolah, ia pun dengan buru-buru menuju ke kelas, lalu ia langsung menarik tangan Rizka dan berlari membawa Rizka menuju ke ruang kelas Alvi yang semalam ia tanyakan pada Alvi. Sesampainya di kelas Alvi, Rahma dan Rizka pun menemui Alvi dengan bergandengan tangan.

“Hay Alvi, aku ingin mengenalkan kamu dengan teman baru ku, ini dia, Rizka namanya.”
“Oh teman baru kamu,” jawab Alvi dengan sinis.
“Iya dia teman baruku, ah Alvi kamu kaya baru kenal aku saja,” jawab Rahma.
“Iya iya aku tau kamu temannya banyak tapi teman terbaikmu Alvi namanya.”
“Itu kamu tahu Al, aku hanya ingin kita bersahabat, saling membantu, saling melengkapi, dan saling menjaga satu sama lain,” kata Rahma kepada Rizka dan Alvi.
“Iya Rahma aku tadi hanya cemburu ko, aku hanya tidak ingin kamu melupakan aku karna kamu punya teman baru, tapi ternyata aku salah, kamu teman terbaik ku Rahma,” kata Alvi.
“Aku akan senang jika kamu mau menerima aku jadi sahabatmu bersama dengan Rahma.” Kata Rizka.
“ Iya Rizka, aku akan senang jika kamu bergabung dengan kami,” jawab Alvi denagan tersenyum .


Akhirnya aku memiliki sahabat yang menerima kekurangan aku. Dan mereka tidak memandang berasal dari mana dan berasal dari keluarga apa aku. Mereka dengan senang hati menjadi sahabat hidupku. Nama kami semakin di kenal di sekolah, sebab prestasi yang kita raih. Tidak hanya itu, pada hari Senin saat upacara bendera kami mendapatkan penghargaan. Bahkan pernghargaan itu baru pertama kali di berikan pada tahun pelajaran kami. Penghargaan yang kita dapat adalah “Persahabatan Berprestasi”. Kami pun maju ke depan lapangan upacara yg isinya ribuan orang yang memandangi kami dengan senyuman haru dan senang. Kami bertiga akhirnya dikenal dengan nama sebutan Trio Putih Abu-Abu.

No comments:

Post a Comment