Saturday, 2 September 2017

CERPEN “KISAH BURUNG GAGAK DAN BANGAU”



Pada zaman dahulu disebuah hutan hiduplah seekor kancil. Dia adalah hewan yang cerdik dan baik. Pada suatu pagi kancil memutuskan untuk bertemu dengan salah satu temannya yang tinggal diatas pohon ditepi sungai. Ia adalah seekor burung gagak. Kancil dan burung gagak memang sudah berteman sejak lama. Semua bermula ketika burung gagak menolong kancil yang sedang dikejar oleh seekor harimau.
 
CERPEN “KISAH BURUNG GAGAK DAN BANGAU”
CERPEN “KISAH BURUNG GAGAK DAN BANGAU”
Burung gagak sudah terkenal sebagai burung yang sangat baik. Bulunya yang putih dan cantik, serta caranya yang pandai berburu ikan. Banyak hewan yang iri dan kagum pada kehebatan burung gagak. Tentu saja karena burung gagak merupakan salah satu burung yang ramah dan baik. Setelah beberapa lama si kancil berjalan akhirnya si kancil tiba di rumah gagak yang berada di tepi sungai. Akan tetapi saat kancil berada disana ia mendengar suara tangisan yang begitu keras. Kemudian sang kancil mencari asal dari mana suara itu.

Setelah beberapa saat mencari akhirnya sang kancil menemukan seekor burung yang berwarna hitam kusam sedang menangis di pinggir sungai. Sang kancil pun menemuinya dan berusaha menyapanya akan tetapi alangkah terkejutnya sang kancil ketika mengetahui burung yang berwarna hitam kusam itu adalah gagak sahabatnya sendiri.

“Hi gagak sahabatku apa yang telah terjadi padamu…?, Kenapa bulumu yang putih dan indah berubah menjadi hitam hitam begini.” Tanya si kancil yang terkejut.
 Dalam tangisnya burung gagak pun mulai menjelaskan. “Aku telah ditipu oleh burung bangau sahabatku sendiri. Dia yang membuatku menjadi seperti ini.”
Jawaban burung gagak membuat si kancil menjadi semakin penasaran, karena yang ia tahu burung bangau yang memiliki bulu berwarna hitam bahkan sering membantu gagak mencari ikan.
“Aku tak faham dengan apa yang kau katakan kawan, bukankah burung bangau itu sahabatmu?, dan bagaimana ceritanya bulumu yang indah dan putih kini telah berubah menjadi hitam begini?” tanya si kancil.
Akhirnya burung gagak mulai menceritakan tentang apa yang telah terjadi padanya.

Semua berwal dari bulan lalu. Waktu itu burung gagak melihat burung bangau yang sangat sedih. Dia merasa rendah diri karena memiliki bulu yang jelek dan hitam. Sedangkan gagak mempunyai bulu yang indah dan bersih, karena kasihan dengan sahabatnya itu akhirnya burung gagak menceritakan rahasia kecantiknnya pada bangau. Dia bercerita bahwa dia mempunyai bubuk ajaib yang dapat membuat bulu menjadi putih bersih dan indah. Dia mencuci bulunya dengan air campuran bubuk ajaib tersebut. Mendengar hal tersebut lalu dia merengek meminta pada gagak agar mau meminjamkan bubuk emas ajaib tersebut. Karena mereka sahabat dekat akhirnya sang gagak mau meminjamkan bubuk ajaibnya dengan catatan, bangau harus mengembalikan bubuk itu setelah satu bulan.


Satu bulan berlalu ternyata burung bangau menjadi putih indah dan bersinar yang membuatnya menjadi sombong dan ingin memiliki bulu indah itu untuk selamanya. Akhirnya burung bangau menyusun rencana jahatnya. Setelah satu bulan burung gagak datang dan menemui burung bangau untuk mengambil bubuk ajaib miliknya. Saat burung gagak mendatangi rumah sang bangau. Mendengar ada suara burung gagak diluar, bangau pun menyuruhnya untuk menunggu diluar sebentar. Saat gagak sedang menunggu bangau pun menjalankan rencana jahatnya, dia menukar bubuk ajaib milik gagak dengan serbuk dari arang. Setelah bangau keluar dia lalu memberikan bubuk tersebut kepada gagak. Lalu sang gagak pun pulang dan langsung menggunakan bubuk tersebut, namun alangkah terkejutnya gagak ketika melihat dirinya yang dulu putih dan bersih menjadi hitam semua. Akhirnya gagak pun marah dan mendatangi rumah sang bangau. Ketika mengetahui gagak sedang marah-marah diluar, akhirnya bangau pun pergi dari rumahnya dengan membawa bubuk ajaib tersebut melalui jendela. Saat ia sedang pergi gagak pun melihatnya keluar dari jendela dan terjadilah aksi saling kejar-kejaran antara mereka berdua.

Saat sedang mengejar bangau, bangau berkata “hahaha…..dasar hewan bodoh, sekarang  hanya aku yang akan menjadi hewan yang berbulu paling indah di dunia ini.”
Mendengar hal tersebut membuat gagak semakin marah.” Awas kau bangau akan ku bunuh kau,” katanya.
Saat mengejar bangau tak sengaja gagak menabrak sebuah pohon dan membuatnya terjatuhh.

Mendengar cerita dari gagak sang kancil merasa iba, lalu dia berusaha memberikan semangat pada kawannya tersebut.

“Sudahlah …..,kawan seperti itu tidak bisa lagi dipercaya, lupakan saja, tak usah bersedih. Kelak bangau yang licik itu pasti akan mendapatkan balasannya, kau tidak perlu khawatir karena Tuhan maha adil. Kau akan tetap menjadi sahabat terbaikku gagak.”

Mendengar kata-kata dari kancil gagak menjdi sedikit terhibur dan dia buang semua kesedihannya. Memang seseorang tidak dapat dinilai dari bentuk fisiknya akan tetapi dari apa yang dapat mereka berikan  untuk sesamanya. Akhirnya gagak pun menjalani kehidupannya seperti dulu lagi walaupun tanpa bulunya yang putih lagi.



No comments:

Post a Comment