Friday, 27 October 2017

CERITA PENDEK (CERPEN) “MERAIH CITA-CITA DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH”


Ada seorang anak bernama Dani, ia merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara. Ia berasal dari keluarga yang sederhana. Ketika ia mulai duduk di bangku sekolah dasar ia selalu diajarkan oleh orang tuanya tentang arti kehidupan. Di dalam hatinya sering berkata “ betapa enaknya menjadi orang kaya, semua serba ada, dan segala keinginan dapat terpenuhi”. Dan ia sering mengkhayal jika ia menjadi orang kaya, dan ia juga mengkhayalkan betapa senangnya menjadi orang kaya.
 
CERITA PENDEK (CERPEN) “MERAIH CITA-CITA DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH”
CERITA PENDEK (CERPEN) “MERAIH CITA-CITA DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH”
Namun ia selalu ingat perkataan ayahnya “Dengan menuntut ilmu dan selau berusaha dengan sungguh-sungguh dan jangan mudah putus asa pasti yang kita inginkan akan tercapai”. Begitu pula yang pernah dikatakan oleh guru mengajinya “setiap kita akan melakukan sesuatu harus diawali dengan niat, dan kita harus bersungguh-sungguh menjalankannya agar tercapai keinginan kita”. Kedua perkataan itu selalu ia tanamkan di dalam hatinya, sebagai pedoman untuk menggapai cita citanya untuk menjadi seorang dokter. Saat ini ia duduk di bangku kelas 3 SMP.

Sewaktu ketika setelah ia pulang sekolah ia diajak oleh pamannya untuk kerumah pamannya
Paman Dani           : Dan, besok hari minggu kamu ada kegiatan  gak”
Dani                      : tidak ada, memangnya kenapa paman?
Paman Dani           : besok kamu datang saja kerumah paman, besok kamu tau sendiri
Dani                      : baik paman besok Dani akan datang kerumah paman

Keesokan harinya, tepatnya di hari minggu ia datang kerumah pamannya tanpa berpamitan kepada kedua orang tuanya. Sesampainya di rumah pamanya, ia langsung disuruh masuk keruang tamu dan di persilahkan untuk duduk oleh pamanya.

Dani                      : paman ada apa menyuruhku datang ke rumah paman
PanDani    : sebentar ya dan paman ada sesuatu untuk kamu,

Paman Dani pergi masuk dan ketika kembali pamanya membawa beberapa buku dan kemudian diserahkan kepada doni, paman Dani memberikan buku itu untuk Dani, karena setahu pamanya ia senang membaca buku yang menceritakan tentang sahabat Nabi Muhammad SAW, pamannya mengatakan kepadanya bahwa buku itu menceritakan tentang sahabat nabi dan Dani dapat mengambil makna dari buku itu, Kemudian bibi Dani berkata jika ayah dan ibunya mencari Dani kemana mana, mereka takut jika Dani diculik. Kemudian ia berpamitan kepada paman dan bibinya, kemudian setelah ia berpamitan ia bergegas p
ulang kerumah, sesampainya dirumah ia langsung menceritakan kepada ibu dan ayahnya jika ia pergi kerumah pamanya.

Keesokan harinya ia berangkat ke sekolah, di sekolah ia mempunyai dua orang sahabat yang selalu ada denganya disaat ia membutuhkan mereka, baim disaat senang atau susah. Mereka bernama Andi dan Toni, mereka mengajak Dani untuk berlibur karena mereka tau kalau Dani selama ini sibuk membantu kedua orang tuanya mengembala kambing, namun doni menolak karena sebentar lagi aka nada Ujian Nasional, Andi dan Toni memaklumi karena Ujian sudah dekat.

Satu bulan berlalu hingga tiba saat Ujian Nasional, mereka sering belajar bersama ketika sebelum Ujian berlangsung. Ujian pun telah berakhir mereka khawatir akan nilai mereka nantinya. Namun Dani selalu meyakinkan mereka jika nilai mereka pasti bagus karena mereka telah menyiapkan dengan matang. Hingga tiba saat pengumuman, dan yang Dani katakana benar mereka bertiga mendapatkan nilai yang baik, bahkan Dani memperoleh peringkat ke 2 dalam Ujian Nasional.