Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts

Wednesday, 7 September 2016

RPP Kurikulum 2013 Terbaru: Ulasan/Reviu Film (Kerjasama Membangun Teks)

FORMAT RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Sumber: Permendikbud No. 22 Tahun 2016 tanggal 6 Juni 2016

Sekolah
:
SMK NEGERI 2 KEBUMEN
Mata Pelajaran
:
BAHASA INDONESIA
Kelas / Semester
:
XI / 2
Materi Pokok
:
Ulasan/Reviu Film (Kerjasama Membangun Teks)
Alokasi Waktu
:
8 jam pelajaran

A.  Tujuan Pembelajaran
Pelajaran ini berisi proses pembelajaran Bahasa Indonesia yang berbasis teks ulasan. Pembelajaran teks ini dimaksudkan untuk membantu peserta didik memperoleh wawasan pengetahuan yang lebih luas agar terampil berpikir kritis dan kreatif serta mampu bertindak efektif menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan nyata sebagaimana tercermin dalam teks. Melalui pembahasan pengalaman tokoh dalam film dan drama, peserta didik diharapkan dapat mengambil hikmahnya sebagai motivasi dalam meraih cita-cita dan memperkuat kepribadiannya. Pembelajaran ini juga dimaksudkan untuk menanamkan sikap posisif dalam diri peserta didik bahwa keberadaan bahasa Indonesia merupakan cerminan sikap dan jati diri bangsa Indonesia di lingkungan pergaulan dunia global. Untuk itu, Pelajaran 5 dikemas dengan menyajikan tema atau topik “mengulas secara kritis film dan drama”.


B.                          Kompetensi Dasar
KD pada KI 3
3.4 Mengevaluasi teks cerita pendek, pantun, cerita ulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu film/drama berdasarkan kaidah-kaidah baik melalui lisan maupun tulisan
KD pada KI 4
4.1 Menginterpretasi makna teks Pantun, pantun, cerita ulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu film/drama baik secara lisan maupun tulisan
4.2 Memproduksi teks cerita pendek, pantun, cerita ulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu film/drama yang koheren sesuai dengan karakteristik  yang akan dibuat baik secara lisan mupun tulisan

C.                          Indikator Pencapaian Kompetensi *)
Indikator KD pada KI 3
3.4.1  Peserta didik mampu mengevaluasi teks cerita pendek, pantun, cerita ulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu film/drama berdasarkan kaidah-kaidah baik melalui lisan maupun tulisan
Indikator KD pada KI 4
4.1.1 Peserta didik mampu menginterpretasi makna teks Pantun baik secara lisan maupun tulisan
4.2.1 Peserta didik mampu memproduksi teks Pantun yang koheren sesuai dengan karakteristik  yang akan dibuat baik secara lisan mupun tulisan

D.                          Materi Pembelajaran
Buku Bahasa Indonesia Ekspresi Diri dan Akademik Semester 2 halaman 79—97.

RPP Kurikulum 2013 Terbaru: Ulasan/Reviu Film (Pemodelan Teks)

FORMAT RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Sumber: Permendikbud No. 22 Tahun 2016 tanggal 6 Juni 2016

Sekolah
:
SMK NEGERI 2 KEBUMEN
Mata Pelajaran
:
BAHASA INDONESIA
Kelas / Semester
:
XI / 2
Materi Pokok
:
Ulasan/Reviu Film (Pemodelan Teks)
Alokasi Waktu
:
8 jam pelajaran

A.                          Tujuan Pembelajaran
Pelajaran ini berisi proses pembelajaran Bahasa Indonesia yang berbasis teks ulasan. Pembelajaran teks ini dimaksudkan untuk membantu peserta didik memperoleh wawasan pengetahuan yang lebih luas agar terampil berpikir kritis dan kreatif serta mampu bertindak efektif menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan nyata sebagaimana tercermin dalam teks. Melalui pembahasan pengalaman tokoh dalam film dan drama, peserta didik diharapkan dapat mengambil hikmahnya sebagai motivasi dalam meraih cita-cita dan memperkuat kepribadiannya. Pembelajaran ini juga dimaksudkan untuk menanamkan sikap posisif dalam diri peserta didik bahwa keberadaan bahasa Indonesia merupakan cerminan sikap dan jati diri bangsa Indonesia di lingkungan pergaulan dunia global. Untuk itu, Pelajaran 5 dikemas dengan menyajikan tema atau topik “mengulas secara kritis film dan drama”.


B.                          Kompetensi Dasar
KD pada KI 3
3.1 Memahami struktur dan kaidah teks Pantun, pantun, ceritaulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu film/drama baik melalui lisan maupun tulisan
3.2 Membandingkan teks Pantun, pantun, cerita ulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu film/drama baik melalui lisan maupun tulisan
3.3 Menganalisis teks cerita pendek, pantun, cerita ulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu film/drama baik melalui lisan maupun tulisan
                           
C.                          Indikator Pencapaian Kompetensi *)
Indikator KD pada KI 3
3.1.1 Peserta didik mampu memahami struktur dan kaidah teks cerita pendek, pantun, cerita ulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu film/drama baik melalui lisan maupun tulisan
3.2.1  Peserta didik mampu membandingkan teks cerita pendek, pantun, cerita ulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu film/drama baik melalui lisan maupun tulisan
3.3.1 Peserta didik mampu menganalisis teks cerita pendek, pantun, cerita ulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu film/drama baik melalui lisan maupun tulisan

D.                          Materi Pembelajaran
Buku Bahasa Indonesia Ekspresi Diri dan Akademik Semester 2 halaman 50—76.

Pengertian Teks Ulasan
Pengertian teks ulasan adalah teks yang berisi tinjauan suatu karya baik berupa film, buku, benda dan lain sebagainya untuk mengetahui kualitas, kelebihan dan kekurangan yang dimiliki karya tersebut yang ditujukan untuk pembaca atau pendengar khalayak ramai. Teks ulasan bertujuan sebagai media untuk menyampaikan ulasan dengan etika yang sopan, santun, dan tepat waktu.
Struktur Teks Ulasan
Struktur teks ulasan terdiri dari bagian orientasi, tafsiran isi, evaluasi, dan rangkuman berikut penjelasan selengkapnya.
Orientasi
Merupakan gambaran umum atas bahan atau karya sastra yang akan diulas. Gambaran umum karya atau benda tersebut bisa berupa paparan tentang nama, kegunaan, dan sebagainya.
Tafsiran isi
Tafsiran isi memuat pandangan pengulasnya sendiri mengenai karya yang diulas. Pada bagian ini penulis biasanya membandingkan karya tersebut dengan karya lain yang dianggap mirip. Selain itu, penulis juga menilai kekurangan dan kelebihan karya yang diulas
Evaluasi
Bagian evaluasi dilakukan penilaian terhadap karya, penampilan, dan produksi. Bagian tersebut berisi gambaran terperinci suatu karya atau benda yang diulas. Hal ini bisa berupa bagian, ciri, dan kualitas karya tersebut. 
Rangkuman
Pada bagian ini penulis memberikan ulasan akhir berupa simpulan karya tersebut.

Monday, 5 September 2016

RPP Kurikulum 2013 Bahasa Indonesia Terbaru: Eksplanasi (Pemodelan Teks)

FORMAT RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Sumber: Permendikbud No. 22 Tahun 2016 tanggal 6 Juni 2016

Sekolah
:
SMK NEGERI 2 KEBUMEN
Mata Pelajaran
:
BAHASA INDONESIA
Kelas / Semester
:
XI / 2
Materi Pokok
:
Eksplanasi  (Pemodelan Teks)
Alokasi Waktu
:
8 jam pelajaran


A.                          Tujuan Pembelajaran
Pada pelajaran ini kalian diajak belajar memahami teks eksplanasi. Teks eksplanasi berisi penjelasan tentang keadaan sesuatu sebagai akibat dari sesuatu yang lain yang telah terjadi sebelumnya dan menyebabkan sesuatu yang lain lagi akan terjadi kemudian. Pembelajaran teks eksplanasi terdiri atas tiga kegiatan. Kegiatan 1 adalah pembangunan konteks dan pemodelan teks eksplanasi. Pada kegiatan ini kalian diajak bersikap arif dengan menyelami ranah pelajaran tentang teks eksplanasi. Kegiatan ini terdiri atas tiga tugas, yakni memahami struktur teks, memahami kaidah kebahasaan dalam teks, dan membandingkan teks.
Teks eksplanasi mempunyai fungsi sosial untuk menjelaskan proses terjadinya sesuatu menurut prinsip sebab-akibat. Teks eksplanasi berkaitan erat dengan peristiwa alam dan peristiwa sosial. Air merupakan salah satu bentuk peristiwa alam yang dapat kita lihat dan kita amati. Siklus air bisa menyebabkan rentetan peristiwa alam seperti hujan, banjir, tanah longsor, dan kekeringan. Terlalu banyaknya pasokan air atau terlalu sedikitnya pasokan air bagi kebutuhan manusia juga bisa mengakibatkan masalah sosial. Pada pelajaran ini, kalian akan mempelajari teks eksplanasi yang membahas peristiwa alam, yakni hujan, banjir, kekeringan, dan peristiwa sosial yang terjadi akibat peristiwa alam itu.

B.                          Kompetensi Dasar
KD pada KI 3
3.1 Memahami struktur dan kaidah teks Pantun, pantun, ceritaulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu film/drama baik melalui lisan maupun tulisan
3.2 Membandingkan teks Pantun, pantun, cerita ulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu film/drama baik melalui lisan maupun tulisan
3.3 Menganalisis teks cerita pendek, pantun, cerita ulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu film/drama baik melalui lisan maupun tulisan
                           
C.                          Indikator Pencapaian Kompetensi *)
Indikator KD pada KI 3
3.1.1 Peserta didik mampu memahami struktur dan kaidah teks cerita pendek, pantun, cerita ulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu film/drama baik melalui lisan maupun tulisan
3.2.1  Peserta didik mampu membandingkan teks cerita pendek, pantun, cerita ulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu film/drama baik melalui lisan maupun tulisan
3.3.1 Peserta didik mampu menganalisis teks cerita pendek, pantun, cerita ulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu film/drama baik melalui lisan maupun tulisan

D.                          Materi Pembelajaran
Buku Bahasa Indonesia Ekspresi Diri dan Akademik Semester 2 halaman 2—14.
                                       
Pengertian teks eksplanasi adalah teks yang bertujuan menjelaskan proses terjadinya suatu fenomena baik fenomena alam maupun fenomena sosial. Dalam sebuah teks eksplanasi terdapat banyak pernyataan sebab akibat untuk menjelaskan secara detail suatu fenomena.
Kaidah kebahasaan dalam Teks Eksplanasi
Dalam sebuah teks eksplanasi terdapat beberapa kaidah kebahasaan diantaranya adalah konjungsi, kata serapan, dan istilah khusus.
Struktur Teks Eksplanasi
Struktur teks eksplanasi terbagi menjadi pernyataan umum, urutan sebab-akibat, penutup.
Pernyataan umum
Pernyataan umum adalah gambaran awal tentang apa yang disampaikan dengan pernyataan yang bersifat umum atau tahap pembuka tentang hal yang akan dijelaskan. Biasanya terdapat pada bagian awal teks atau paragraf pertama misalnya dalam teks "banjir".
"Banjir adalah fenomena alam yang bersumber dari curah hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama pada daerah aliran sungai (DAS). Banjir terjadi karena sebab alam dan tindakan manusia. Penyebab alami banjir adalah erosi dan sedimentasi, curah hujan, pengaruh fisiografi/geofisik sungai, kapasitas sungai, drainase lahan, dan pengaruh air pasang. Penyebab banjir karena tindakan manusia adalah perubahan tata guna lahan, pembuangan sampah, kawasan padat penduduk di sepanjang sungai, dan kerusakan bangunan pengendali banjir. "
Urutan Sebab Akibat
Urutan sebab akibat adalah inti penjelasan apa yang disampaikan, berisi urutan sebab akibat dari fenomena yang dibahas. Dalam bagian ini terdapat berbagai konjungsi yang digunakan. Biasanya urutan sebab-akibat terdapat beberapa bagian. Terdapat setelah bagian umum misalnya dalam teks "banjir"
Penyebab Alami Banjir 
Sebagai akibat perubahan tata guna lahan, terjadi erosi sehingga sedimentasi masuk ke sungai dan daya tampung sungai menjadi  berkurang. Hujan yang jatuh ke tanah airnya akan menjadi aliran permukaan (run-off) di atas tanah dan sebagian meresap ke dalam tanah, yang tentunya bergantung pada kondisi tanahnya. Ketika suatu kawasan hutan diubah menjadi permukiman, hutan yang bisa ......... karena terjadi aliran balik.
Penyebab Banjir karena Faktor Sosial 
Perubahan tata guna lahan merupakan penyebab utama banjir dibandingkan dengan yang lainnya. Apabila suatu hutan yang berada dalam suatu aliran sungai diubah menjadi permukiman, debit puncak sungai akan meningkat antara 6 sampai 20 kali. Angka 6 dan angka 20 ini bergantung pada jenis hutan dan jenis permukiman. Demikian daya tampung sungai. Masalah kawasan kumuh dikenal sangat penting sebagai faktor sosial terhadap masalah banjir daerah perkotaan.
Penutup
Penutup berisi pandangan atau simpulan penulis, bersifat opsional sehingga bisa ada maupun tidak ada dalam suatu teks eksplanasi.

Saturday, 3 September 2016

RPP Kurikulum 2013 Bahasa Indonesia SMK Terbaru: Biografi (Pemodelan Teks)

FORMAT RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Sumber: Permendikbud No. 22 Tahun 2016 tanggal 6 Juni 2016

Sekolah
:
SMK NEGERI 2 KEBUMEN
Mata Pelajaran
:
BAHASA INDONESIA
Kelas / Semester
:
XI / 1
Materi Pokok
:
Biografi (Pemodelan Teks)
Alokasi Waktu
:
8 jam pelajaran

A.                          Tujuan Pembelajaran
Pelajaran ini berisikan proses pembelajaran Bahasa Indonesia yang berbasis teks cerita ulang biografi. Pembelajaran teks ini dimaksudkan untuk membantu peserta didik memperoleh wawasan pengetahuan yang lebih luas agar terampil berpikir kritis dan kreatif serta mampu bertindak efektif menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan nyata sebagaimana tercermin dalam teks. Melalui pembahasan pengalaman para tokoh dunia, peserta didik diharapkan dapat mengambil hikmahnya sebagai motivasi dalam meraih cita-cita dan memperkuat kepribadiannya. Pembelajaran ini juga dimaksudkan untuk menanamkan sikap posisif dalam diri peserta didik bahwa keberadaan bahasa Indonesia merupakan cerminan sikap dan jati diri bangsa Indonesia di lingkungan pergaulan dunia global. Untuk itu, Pelajaran 3 dikemas dengan menyajikan tema atau topik “membangkitkan ingatan tentang tokoh dunia”.


B.                          Kompetensi Dasar
KD pada KI 3
3.1 Memahami struktur dan kaidah teks Pantun, pantun, ceritaulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu film/drama baik melalui lisan maupun tulisan
3.2 Membandingkan teks Pantun, pantun, cerita ulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu film/drama baik melalui lisan maupun tulisan
3.3 Menganalisis teks cerita pendek, pantun, cerita ulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu film/drama baik melalui lisan maupun tulisan
                           
C.                          Indikator Pencapaian Kompetensi *)
Indikator KD pada KI 3
3.1.1 Peserta didik mampu memahami struktur dan kaidah teks cerita pendek, pantun, cerita ulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu film/drama baik melalui lisan maupun tulisan
3.2.1  Peserta didik mampu membandingkan teks cerita pendek, pantun, cerita ulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu film/drama baik melalui lisan maupun tulisan
3.3.1 Peserta didik mampu menganalisis teks cerita pendek, pantun, cerita ulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu film/drama baik melalui lisan maupun tulisan

D.                          Materi Pembelajaran
Buku Bahasa Indonesia Ekspresi Diri dan Akademik halaman 113—130.

Pengertian Biografi
Biografi berasal dari bahasa Yunani, yaitu bios yang berarti hidup, dab graphien yang berarti tulis. Dengan kata lain biografi merupakan tulisan tentang kehidupan seseorang. Maka dapat disimpulkan bahwa teks Biografi adalah teks yang berisikan tentang kisah riwayat hidup seseorang.

Struktur Teks Biografi 

1.        Orientasi : Yaitu tinjauan terhadap identitas singkat tokoh. Biasanya berisikan tentang identitas singkat tokoh seperti Tempat Tanggal Lahir, Alamat, kehidupan masa kecil, dll
2.        Peristiwa dan masalah: Yaitu kejadian yg luar biasa dan masalah yang dialami tokoh.
3.        Reorientasi : Yaitu kesimpulan yang berisi peninjauan sikap kembali.
Ciri-Ciri Biografi 

1.        Memuat informasi berdasarkan fakta (faktual) dalam bentuk narasi.
2.        Faktualnya berdasarkan pengalaman hidup seseorang yang patut diteladani.

 Contoh Teks Biografi:

Ir Soekarno

Orientasi :  


Presiden pertama Republik Indonesia yang lebih akrab di panggil Bung Karno ini berasal dari Blitar, dia merupakan pahlawan Proklamasi bersama dengan Mohammad Hatta. Presiden Soekarno sangat disegani oleh para pemimpin negara-negara di dunia pada waktu itu. Soekarno dilahirkan di Surabaya tepatnya pada tanggal 6 Juni 1901 dengan nama asli bernama Koesno Sosrodihardjo, karena sering sakit yang mungkin disebabkan karena namanya tidak sesuai maka ia kemudian berganti nama menjadi Soekarno. Ayah beliau bernama Raden Soekemi Sosrodihardjon dan ibu bernama Ida Ayu Nyoman Rai. Ketika hidup, Presiden Pertama Indonesia ini diketahui memiliki tiga orang istri dimana masing-masing istrinya memberinya keturunan. Istrinya yang pertama yang bernama fatmawati memberinya lima orang anak yakni Megawati, Sukmawati, Rachmawati, Guntur dan Guruh, kemudian dari istrinya yang lain yang bernama Hartini memberinya dua orang anak yaitu Taufan dan juga Bayu. Istri yang lain dari Presiden Soekarno merupakan wanita keturunan Jepang yang bernama Naoko Nemoto dimana ia kemudian berganti nama menjadi Ratna Sari Dewi, dari pernikahannya dengan Naoko Nemoto atau Ratna Sari Dewi, Presiden Soekarno dikarunia seorang anak yang bernama Kartika.

Peristiwa dan Masalah:

Mengenai kisah hidup Presiden Soekarno, semasa kecilnya ia tidak tinggal bersama dengan orang tuanya yang berada di Blitar. Sejak SD hingga ia kemudian lulus sekolah ia tinggal atau indekos di rumah Haji Oemar Said Tokroaminoto di Surabaya, dimana Haji Oemar Said Tokroaminoto ini merupakan pendiri dari Serikat Islan (SI). Setelah lulus, Soekarno kemudian melanjutkan pendidikannya di Hoogere Burger School atau HBS. Disana ia mendapat banyak ilmu atau pengetahuan dan jiwa nasionalismenya akan bangsa Indonesia menjadi sangat besar. 
Pada tahun 1920 setelah lulus dari Hoogere Burger School atau HBS, Soekarno muda kemudian masuk ke Technische Hoogeschool (THS), sekolah inilah yang kemudian berubah nama menjadi ITB sampai sekarang ini. Soekarno belajar disana selama enam tahun dimana ia kemudian mendapatkan gelar Insinyur (Ir) pada tanggal 25 Mei. Setelah lulus, Soekarno kemudian mendirikan Partai Nasional Indonesia pada tanggal 4 Juli 1927 dan kemudian mulai mengamalkan ajaran Marhaenisme. Tujuan dari pembentukan partai Nasional Indonesia adalah agar bangsa Indonesia bisa merdeka dan terlepas dari Jajahan Belanda. 
Dari keberaniannya ini kemudian pemerintah kolonial Belanda menangkapnya dan kemudian memasukkannya ke penjara Suka Miskin. Dalam penjara ini kebutuhan hidupnya semua berasal dari istrinya. Inggit yang juga dibantu oleh kakak ipranya bernama Sukarmini sering membawakan makanan kepada Soekarno di penjara Suka Miskin, hal itulah yang kemudian membuat pengawasan di penjara Suka Miskin makin diperketat. 
Soekarno dikenal belanda sebagai seorang tahanan yang mampu menghasut orang lain agar berpikir untuk merdeka sehingga ia kemudian dianggap cukup berbahaya. Beliau kemudian diisolasi dengan tahanan elit tujuannya agar tidak bisa mendapatkan informasi yang berasal dari luar penjara. Tahanan elit ini sebagian besar merupakan warga Belanda yang mempunyai kasus seperti penggelapan, korupsi dan juga penyelewengan, inilah yang menjadi tujuan Belanda agar topik pembicaraan mengenai bagaimana caranya untuk memerdekakan Indonesia tidak sesuai karena rata-rata tahanan elit yang bersama Soekarno adalah orang Belanda. topik yang biasa ia dengar sama sekali tidak penting seperti soal makanan dalam penjara dan juga cuaca. Selama berbulan-bulan di Suka Miskin menngakibatkan Soekarno putus komunikasi dengan teman-teman seperjuangannya, namun itu bukanlah hal yang sulit baginya untuk mendapatkan informasi dari luar.

Reorientasi :

Akhirnya Soekarno menemukan ide baru, dimana ia menggunakan telur sebagai media untuk berkomunikasi dengan istrinya. Jika teman Soekarno mengalami musibah atau mendapat kabar buruk maka telur yang dibawa oleh istrinya adalah telur asin, itupun beliau hanya dapat menduga-duga sebab ia tidak tahu secara pasti apa yang terjadi diluar sana. Untuk berbicara dengan Inggit, Soekarno diawasi secara ketat dan juga barang bawaan yang dibawa oleh inggit dari luar penjara selalu diperiksa secara teliti.

Friday, 2 September 2016

RPP Kurikulum 2013 Bahasa Indonesia SMK Terbaru: Cerita Pendek (Kerja Mandiri)

FORMAT RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Sumber: Permendikbud No. 22 Tahun 2016 tanggal 6 Juni 2016

Sekolah
:
SMK NEGERI 2 KEBUMEN
Mata Pelajaran
:
BAHASA INDONESIA
Kelas / Semester
:
X / 1
Materi Pokok
:
Cerita Pendek (Kerja Mandiri)
Alokasi Waktu
:
6 jam pelajaran

A.  Tujuan Pembelajaran
Pelajaran ini merupakan proses pembelajaran bahasa Indonesia berbasis teks cerita pendek (cerpen). Pembelajaran teks ini membantu peserta didik memperoleh wawasan pengetahuan yang lebih luas agar terampil berpikir kritis dan kreatif serta bertindak efektif menyelesaikan permasalahan kehidupan nyata yang terkait erat dengan kewirausahaan. Permasalahan kewirausahaan dibahas kembali untuk menguatkan kapasitas peserta didik guna memanfaatkan keberadaan bahasa Indonesia dalam menempatkan diri sebagai cerminan sikap bangsa Indonesia di lingkungan pergaulan dunia global.


B.                          Kompetensi Dasar
KD pada KI 4
4.2 Memproduksi teks cerita pendek, pantun, cerita ulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu film/drama yang koheren sesuai dengan karakteristik  yang akan dibuat baik secara lisan mupun tulisan
4.3 Menyunting teks cerita pendek, pantun, cerita ulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu film/drama sesuai dengan struktur dan kaidah baik secara lisan maupun tulisan
4.4 Mengabstraksi teks cerita pendek, pantun, cerita ulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu film/drama baik secara lisan maupun tulisan
4.5 Mengonversi teks cerita pendek, pantun, cerita ulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu film/drama ke dalam bentuk yang lain sesuai dengan struktur dan kaidah baik secara lisan maupun tulisan

C.                          Indikator Pencapaian Kompetensi *)
Indikator KD pada KI 4
4.2.1 Peserta didik mampu memproduksi teks cerita pendek, pantun, cerita ulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu film/drama yang koheren sesuai dengan karakteristik  yang akan dibuat baik secara lisan mupun tulisan
4.3.1 Peserta didik mampu menyunting teks cerita pendek, pantun, cerita ulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu film/drama sesuai dengan struktur dan kaidah baik secara lisan maupun tulisan
4.4.1 Peserta didik mampu mengabstraksi teks cerita pendek, pantun, cerita ulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu film/drama baik secara lisan maupun tulisan
4.5.1 Peserta didik mampu mengonversi teks cerita pendek, pantun, cerita ulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu film/drama ke dalam bentuk yang lain sesuai dengan struktur dan kaidah baik secara lisan maupun tulisan

D.                          Materi Pembelajaran
Buku Bahasa Indonesia Ekspresi Diri dan Akademik halaman 57—64.
Pada tahapan ini peserta didik bertugas secara mandiri mencari sumber di perpustakaan, media, internet, observasi di lapangan, dan/atau melalui wawancara narasumber untuk memperoleh data yang akurat sebagai bahan membangun teks cerita pendek secara mandiri.

RPP Kurikulum 2013 SMK Terbaru: Cerita Pendek (Kerjasama Membangun Teks)

FORMAT RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Sumber: Permendikbud No. 22 Tahun 2016 tanggal 6 Juni 2016

Sekolah
:
SMK NEGERI 2 KEBUMEN
Mata Pelajaran
:
BAHASA INDONESIA
Kelas / Semester
:
X / 1
Materi Pokok
:
Cerita Pendek (Kerjasama Membangun Teks)
Alokasi Waktu
:
8 jam pelajaran

A.  Tujuan Pembelajaran
Pelajaran ini merupakan proses pembelajaran bahasa Indonesia berbasis teks cerita pendek (cerpen). Pembelajaran teks ini membantu peserta didik memperoleh wawasan pengetahuan yang lebih luas agar terampil berpikir kritis dan kreatif serta bertindak efektif menyelesaikan permasalahan kehidupan nyata yang terkait erat dengan kewirausahaan. Permasalahan kewirausahaan dibahas kembali untuk menguatkan kapasitas peserta didik guna memanfaatkan keberadaan bahasa Indonesia dalam menempatkan diri sebagai cerminan sikap bangsa Indonesia di lingkungan pergaulan dunia global.


B.                          Kompetensi Dasar
KD pada KI 3
3.4 Mengevaluasi teks cerita pendek, pantun, cerita ulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu film/drama berdasarkan kaidah-kaidah baik melalui lisan maupun tulisan
KD pada KI 4
4.1 Menginterpretasi makna teks cerita pendek, pantun, cerita ulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu film/drama baik secara lisan maupun tulisan
4.2 Memproduksi teks cerita pendek, pantun, cerita ulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu film/drama yang koheren sesuai dengan karakteristik  yang akan dibuat baik secara lisan mupun tulisan

C.                          Indikator Pencapaian Kompetensi *)
Indikator KD pada KI 3
3.4.1 Peserta didik mampu mengevaluasi teks cerita pendek, pantun, cerita ulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu film/drama berdasarkan kaidah-kaidah baik melalui lisan maupun tulisan
Indikator KD pada KI 4
4.1.1 Peserta didik mampu menginterpretasi makna teks cerita pendek baik secara lisan maupun tulisan
4.2.1 Peserta didik mampu memproduksi teks cerita pendek yang koheren sesuai dengan karakteristik  yang akan dibuat baik secara lisan mupun tulisan

D.                          Materi Pembelajaran
Buku Bahasa Indonesia Ekspresi Diri dan Akademik Semester 1 halaman 27—49.
Cerpen merupakan rangkaian peristiwa yang terjalin menjadi satu yang di dalamnya terjadi konflik antartokoh atau dalam tokoh itu sendiri dalam latar dan alur. Peristiwa dalam cerita berwujud hubungan antartokoh, tempat, dan waktu yang membentuk satu kesatuan. Peristiwa dalam cerpen ini bersifat imajinasi sebab peristiwa dideskripsikan dengan kata sebagai perasaan imajinasi pengarang terhadap sesuatu yang dibayangkannya. Rangkaian peristiwa itulah yang kemudian membentuk genre cerpen sehingga baik-buruknya suatu cerpen ditentukan pada penggambaran peristiwa yang dilukiskan oleh pengarangnya.
Pada kegiatan 2 ini kalian diajak untuk membangun sebuah peristiwa berdasarkan imajinasi kalian. Peristiwa itu dapat kalian tuangkan ke dalam tokoh dengan latar dan alur yang kalian ciptakan. Dengan merekonstruksi nilai-nilai dan tujuan sosial yang menerapkan kebahasaan yang lazim digunakan serta mengikuti tahapan struktur teks yang telah ditetapkan, kalian diharapkan secara bersama bisa membangun sebuah cerita pendek.

Thursday, 1 September 2016

RPP Kurikulum 2013 Bahasa Indonesia Terbaru dan Terlengkap: Teks Prosedur Kompleks (Pemodelan Teks)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah                       : SMK NEGERI 2 KEBUMEN
Mata Pelajaran            : Bahasa Indonesia
Kelas / Semester          : X / Gasal
Materi Pokok              : Teks Prosedur Kompleks (Pemodelan Teks)
Alokasi Waktu            : 8 x  @45 menit  ( 2 Pertemuan )


A.   Tujuan Pembelajaran
1.    Siswa dapat memahami struktur dan kaidah teks prosedur kompleks baik melalui lisan maupun tulisan.
2.    Siswa dapat menganalisis teks prosedur kompleks baik melalui lisan maupun tulisan.
3.    Siswa dapat menginterpretasi makna teks prosedur kompleks baik secara lisan maupun tulisan.
4.    Siswa dapat menyunting teks prosedur kompleks sesuai dengan struktur dan kaidah teks yang akan dibuat baik secara lisan maupun tulisan.


B.   Kompetensi Dasar
3.1        Memahami struktur dan kaidah teks prosedur kompleks baik melalui lisan maupun tulisan.
3.3          Menganalisis teks prosedur kompleks baik melalui lisan maupun tulisan.
4.1                   Menginterpretasi makna teks prosedur kompleks baik secara lisan maupun tulisan.
4.3                   Menyunting teks prosedur kompleks sesuai dengan struktur dan kaidah teks yang akan dibuat baik secara lisan maupun tulisan.

C.   Indikator Pencapaian Kompetensi
3.1.1        Menjelaskan pengertian teksprosedur kompleks.
3.1.2        Menjelaskan  struktur  dan kaidah teks prosedur kompleks.
3.1.3        Memahami struktur dan ciri kebahasaan yang terdapat dalam teks prosedur kompleks.
3.3.1 Menganalisis struktur yang terdapat dalam teks prosedur kompleks yang berjudul ”Apa yang Harus Anda Lakukan jika Terkena Tilang”.
4.1.1  Menginterpretasi makna teks prosedur kompleks yang berjudul “Apa yang Harus Anda Lakukan jika Terkena Tilang”
4.3.1    Menyunting teks prosedur kompleks yang berjudul “Apa yang Harus Anda Lakukan jika Terkena Tilang”
  
D.   Materi Pembelajaran

MATERI
REGULER
REMIDIAL
PENGAYAAN
1.      Pengertian teks prosedur kompleks
2.      Struktur teks dan kaidah kebahasaan teks prosedur
3.      Menganalisis teks prosedur kompleks
4.      Menginterpretasi teks prosedur kompleks
5.      Menyunting teks prosedur kompleks
6.      Contoh teks prosedur kompleks yang berjudul “Apa yang Harus Anda Lakukan jika Terkena Tilang”
1.      Pengertian teks prosedur kompleks
2.      Struktur teks dan kaidah kebahasaan teks prosedur kompleks
3.      Menganalisis teks prosedur kompleks
4.      Menginterpretasi teks prosedur kompleks
5.      Menyunting teks prosedur kompleks
6.      Contoh teks prosedur kompleks  yang berjudul “Cara Menggunakan kartu ATM”

1.      Pengertian teks negosiasi
2.      Struktur teks negosiasi
3.      Contoh teks negosiasi





E.   Metode Pembelajaran
- Metode scientifik

F.    Media Pembelajaran
- Laptop
- LCD
- Whiteboard

G.   Sumber Pembelajaran
-    Kemdikbud. 2013. Bahasa Indonesia: Ekspresi Diri dan Akademik Kelas X. Jakarta: Kemdikbud.
-    Yustinah. 2014. Produktif  Berbahasa Indonesia untuk SMK/MAK Kelas X. Jakarta : Erlangga.
-    Internet 

H.   Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran

Pertemuan ke-1 (2 jam pertama)

Kegiatan
Deskripsi
Alokasi Waktu
Pendahuluan




1.    Peserta didik menjawab salam, dan mengajak berdoa bersama, serta merespons pertanyaan dari guru yang berhubungan dengan kondisi kehadiran peserta didik.
2.    Peserta didik dan guru melakukan curah pendapat tentang teks negosiasi dalam kehidupan sehari-hari.
3.    Peserta didik menyimak penjelasan guru tentang manfaat dan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan.
4.    Peserta didik diberikan motivasi oleh guru agar serius, semangat, dan bekerja sama saat proses pembelajaran berlangsung dengan mengecek media, alat dan sumber belajar.
5.    Peserta didik dan guru merencanakan kegiatan yang akan dilakukan.
15 menit

Inti
Mengamati
1.    Peserta didik mencermati penjelasan guru tentang pengertian prosedur kompleks, struktur dan kaidah kebahasaan teks prosedur kompleks.
2.    Peserta didik membaca contoh  teks prosedur kompleks yang berjudul “Apa yang Harus Anda Lakukan jika Terkena Tilang”
3.    Peserta didik mencermati uraian yang berkaitan dengan  struktur isi teks prosedur kompleks (tujuan ^ langkah-langkah).
Menanya
1.    Peserta didik mempertanyakan struktur isi teks prosedur kompleks dengan cermat.
2.    Peserta didik membuat pertanyaan yang berhubungan dengan isi teks prosedur kompleks dengan bahasa yang komunikatif.
Mengumpulkan informasi
1.    Peserta didik menemukan struktur isi teks prosedur kompleks.
2.    Peserta didik menemukan ciri bahasa teks prosedur kompleks
a.       Menggunakan kalimat imperatif, deklaratif, dan interogatif.
b.      Menggunakan urutan/ langkah
c.       Menggunakan verba (kata kerja)
d.       Menggunakan nomina dan partisipan
e.       Menggunakan konjungsi temporal
3.    Peserta didik menjelaskan makna kata, istilah, dan ungkapan dalam teks prosedur kompleks
Mengasosiasi
1.    Peserta didik mendiskusikan dan menyimpulkan hasil temuan terkait dengan struktur isi  dan ciri bahasa teks prosedur kompleks  yang terdapat dalam teks  yang berjudul “Apa yang Harus Anda Lakukan jika Terkena Tilang”.
2.    Peserta didik mendiskusikan dan menyimpulkan makna kata, istilah, ungkapan  yang terdapat dalam teks prosedur kompleks tersebut dalam diskusi kelas dengan saling menghargai.
Mengomunikasikan
1.    Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya secara bergantian.
2.    Peserta didik menanggapi presentasi teman/kelompok lain secara santun.
65 menit
Penutup
1.      Peserta didik bersama guru menyimpulkan pembelajaran.
2.      Peserta didik melakukan refleksi proses pembelajaran.
3.      Peserta didik dan guru merencanakan tindak lanjut pembelajaran untuk pertemuan selanjutnya melalui remidial dan pengayan.
4.      Peserta didik berdoa dan merespons salam di akhir pembelajaran.
20 menit
           

Pertemuan ke 1 ( 2 jam kedua)

Kegiatan
Deskripsi
Alokasi Waktu
Pendahuluan




1.      Peserta didik menjawab salam, dan mengajak berdoa bersama, serta merespons pertanyaan dari guru yang berhubungan dengan kondisi kehadiran peserta didik.
2.      Peserta didik dan guru melakukan curah pendapat tentang teks prosedur kompleks dalam kehidupan sehari-hari.
3.        Peserta didik menyimak penjelasan guru tentang manfaat dan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan.
4.        Peserta didik diberikan motivasi oleh guru agar serius, semangat, dan bekerja sama saat proses pembelajaran berlangsung dengan mengecek media, alat dan sumber belajar.
5.        Peserta didik dan guru merencanakan kegiatan yang akan dilakukan.
15 menit

Inti
Mengamati
1.        Peserta didik membaca dan mengamati teks prosedur kompleks  yang berjudul “Apa yang Harus Anda Lakukan jika Terkena Tilang”    dengan penuh antusias.
2.        Peserta didik mencermati apa yang disampaikan oleh guru tentang  kriteria dalam menganalisis teks prosedur kompleks  dengan penuh antusias
Menanya
1.    Peserta didik mempertanyakan hal yang berkaitan dengan analisisi teks prosedur kompleks dengan penuh antusias.
2. Peserta didik mempertanyakan hal tentang cara menganalisis teks prosedur kompleks dengan penuh antusias.
Mengumpulkan Informasi
1     Peserta didik mengumpulkan dan mempelajari tentang analisis dari buku-buku maupun dari internet untuk memperoleh informasi tentang  analisis teks prosedur kompleks  dengan penuh antusias.
Mengasosiasi
1     Peserta didik berdiskusi untuk menganalisis dan menyimpulkan pemahamannya tentang  cara menganalisis teks prosedur kompleks dengan penuh antusias.
Mengomunikasikan
1)      Peserta didik mempresentasikan hasil diskusinya tentang  menganalisisi teks prosedur kompleks  di depan kelas dengan percaya diri.
2)      Peserta didik menanggapi presentasi teman atau kelompok lain  dengan penuh antusias.
65 menit
Penutup
1.        Peserta didik bersama guru menyimpulkan pembelajaran.
2.      Peserta didik melakukan refleksi proses pembelajaran melalui penilaian diri awal.
3.      Peserta didik dan guru merencanakan tindak lanjut pembelajaran untuk pertemuan selanjutnya melalui  kegiatan perbaikan nilai/remidial dan pengayaan.
4.      Peserta didik berdoa dan merespons salam di akhir pembelajaran.
20 menit


       Pertemuan ke- 2 (2 jam pertama)

Kegiatan
Deskripsi
Alokasi Waktu
Pendahuluan




1.    Peserta didik menjawab salam, dan mengajak berdoa bersama, serta merespons pertanyaan dari guru yang berhubungan dengan kondisi kehadiran peserta didik.
2.    Peserta didik dan guru melakukan curah pendapat tentang teks prosedur kompleks  dalam kehidupan sehari-hari.
3.    Peserta didik menyimak penjelasan guru tentang manfaat dan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan.
4.    Peserta didik diberikan motivasi oleh guru agar serius, semangat, dan bekerja sama saat proses pembelajaran berlangsung dengan mengecek media, alat dan sumber belajar.
5.    Peserta didik dan guru merencanakan kegiatan yang akan dilakukan.
15 menit

Inti
Mengamati
1.  Peserta didik mendengarkan penjelasan tentang interpretasi makna teks prosedur kompleks yang disampaikan oleh guru dengan penuh antusias.
2.  Peserta didik mencermati  teks prosedur kompleks yang berjudul ”Apa yang Harus Anda Lakukan jika Terkena Tilang” yang akan diinterpretasi maknannya dengan penuh antusias.
Menanya
1.  Peserta didik mempertanyakan hal yang berkaitan dengan interpretasi  teks prosedur kompleks dengan penuh antusias.
Mengumpulkan Informasi
1.  Peserta didik mengumpulkan dan mempelajari  dari buku-buku maupun dari internet untuk memperoleh informasi tentang interpretasi makna teks prosedur kompleks dengan penuh antusias.
Mengasosiasi
1.  Peserta didik berdiskusi untuk menganalisis dan menyimpulkan pemahamannya tentang interpretasi makna teks prosedur kompleks dengan penuh antusias.
Mengomunikasikan
1.  Peserta didik mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas dengan percaya diri.
2.  Peserta didik menanggapi presentasi teman atau kelompok lain  dengan penuh antusias.
65 menit
Penutup
1.        Peserta didik bersama guru menyimpulkan pembelajaran.
2.      Peserta didik dan guru merencanakan tindak lanjut pembelajaran untuk pertemuan selanjutnya.
3.      Peserta didik berdoa dan merespons salam di akhir pembelajaran.
20 menit

           Pertemuan ke-2 ( 2 jam kedua)
Kegiatan
Deskripsi
Alokasi Waktu
Pendahuluan
1.      Peserta didik menjawab salam, dan mengajak berdoa bersama, serta merespons pertanyaan dari guru yang berhubungan dengan kondisi kehadiran peserta didik.
2.      Peserta didik dan guru melakukan curah pendapat tentang teks prosedur kompleks dalam kehidupan sehari-hari.
3.      Peserta didik menyimak penjelasan guru tentang manfaat dan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan.
4.    Peserta didik diberikan motivasi oleh guru agar serius, semangat, dan bekerja sama saat proses pembelajaran berlangsung dengan mengecek media, alat dan sumber belajar.
5.      Peserta didik dan guru merencanakan kegiatan yang akan dilakukan.
15 menit
Inti
Mengamati
1.  Peserta didik mendengarkan penjelasan tentang menyunting teks prosedur kompleks yang disampaikan oleh guru dengan penuh antusias.
2.  Peserta didik mencermati  teks prosedur kompleks berjudul”Apa yang Harus Anda Lakukan jika terkena Tilang” yang akan disuntingnya dengan penuh antusias.
Menanya
1.  Peserta didik mempertanyakan hal yang berkaitan dengan menyunting  teks prosedur kompleks dengan penuh antusias.
Mengumpulkan Informasi
1.  Peserta didik mengumpulkan dan mempelajari  dari buku-buku maupun dari internet untuk memperoleh informasi tentang menyunting teks prosedur kompleks dengan penuh antusias.
Mengasosiasi
1.  Peserta didik berdiskusi untuk menganalisis dan menyimpulkan pemahamannya tentang menyunting teks prosedur kompleks  dengan penuh antusias.
Mengomunikasikan
1.  Peserta didik mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas dengan percaya diri.
2.  Peserta didik menanggapi presentasi teman atau kelompok lain  dengan penuh antusias
65 menit

Penutup
1.   Peserta didik bersama guru menyimpulkan pembelajaran.
2.   Peserta didik dan guru merencanakan tindak lanjut pembelajaran untuk pertemuan selanjutnya.
3.   Peserta didik berdoa dan merespons salam di akhir pembelajaran
20 menit


I.     Penilaian dan Hasil Pembelajaran