Wednesday, 6 September 2017

Cerita Pendek (Cerpen) “Tempat Jalkan Punya Cerita”


Dari kejauhan kulihat awan gelap mengerikan menutupi langit desa Blater. Menghalangi pancaran sinar matahari pagi yang terkadang tak terkalahkan tanpa kusadari aku melangkah keluar rumah. Di sekelilingku tampak pepohonan yang sekarang telah mencengkram tanah, tempat yang dulu tandus kini telah banyak di tumbuhi tanaman-tanaman indah yang memberikan oksigen pada umat manusia. Ini sangatlah berbeda di zaman lampau, kini sudah dipenuhi pohon-pohon yang rindang.
 
Cerita Pendek (Cerpen) “Tempat Jalkan Punya Cerita”
Cerita Pendek (Cerpen) “Tempat Jalkan Punya Cerita”
Dipohon rindang itu pula banyak burung-burung berkicau untuk menarik pasangan. Apakah keindahan alam yang dianugerahkan tuhan ini harus dikorbankan demi pesatnya pembangunan? Apakah tak ada hal lain yang bisa dikorbankan selain keindahan alam? Apakah ini yang telah digariskan oleh Tuhan. Zaman telah merubah keadaan, keadaan yang dulu hijau segar kini, tapi sekarang berubah menjadi kering kerontang. Tempat yang penuh kenangan kini tinggal cerita. Tempat untuk berkumpul anak -anak disore menjelang magrib.


Untung aku masih sempat merasakan kesenangan di tepat itu tanaman-tanaman yang kini sangat mengubah wajah tempat itu. Aku lahir didesa blater yang dahulunya dingin dimalam hari dan panas di siang hari yaitu desa blater.desa kecil Penuh kenangan. Disana aku dilahirkan, disana aku hidup dan mengejar impian. Disanalah aku mendapat teman-teman. Aku bersekolah di sebuah sekolah dasar didesa blater.

Sekolahnya terletak di desa blater, sekolahku  lingkungannya asri dan hijau mungkin karena mengejar titel “Adiwiyata” mungkin karena itu madrasahku mengorbankan kepentingan siswa. Disebelah selatan sekolahku berjarak kurang lebih seratus meter ada bali desa. Kembali ketopik kita. Tanah yang hanya diperuntukkan oleh pemiliknya untuk taman dan pohon-pohon rindang yang dulunya untuk bermain, tak khayal banyak anak-anak yang dulunya bermain di tempat itu sangat membenci sang pemilik tempat itu. Pernah seorang dari teman ku bertanya pada pemilik tempat itu yang namanya Kadir.

Teman ku bertanya “Pak, kok tanah nya ditanami pepohonan, kami kan sudah lama bermain di tempat itu, apa memang hanya bisa bermain di tempat lain di tanah yang sebenarnya tak layak untuk dijadikan tempat bermain, plesteran lapangannya itu saja banyak yang berlubang”. Pak Waka Sarana Prasarana menjawab “Sabar nak, tempat ini digunakan untuk menyejukan tempat tingal kita" jawab pak kadir lalu temanku menjawab “Ya pak”. Lalu aku bertanya kepada pak kadir "Kapan kami bisa bermain kembali di jalakan" pak kadir menjawab "aku tidak tahu, sebaiknya kalian mencari tempat lain untuk bermain". Aku menjawab "Baik kah pak kami akan mencari tempat lain untuk bermain" kamipun meninggalkan tempat itu.

Tuesday, 5 September 2017

CERITA PENDEK (CERPEN) PERSAHABATAN SEJATI


Cerita ini dimulai saat meraka duduk di kelas satu SMP. Awalnya hanya teman biasa, tetapi sekarang mereka menjadi sahabat yang tak terpisahkan. Sebut saja Rafi dan kino. Cerita ini tidak hanya mengisahkan persahabatan mereka, tetapi mengisahkan hidup Rafi.
 
CERITA PENDEK (CERPEN) PERSAHABATAN SEJATI
CERITA PENDEK (CERPEN) PERSAHABATAN SEJATI
Awal dari cerita di mulai saat Rafi dan kino selalu berangkat sekolah bersama. Rafi adalah anak yang pemalu dan juga anak yang rajin. Kalo Kino anak yang pemberani dan sedikit adal-edel. Sejak Sekolah SMP, mereka selalu berangkat dan pulang sekolah bersama. Terkadang Rafi yang menunggu Kino, atau Kino yang menunggu Rafi. Tetapi yang sering menunggu yaitu Rafi karena Kino termasuk anak yang agak adal-edel. Rafi sering dibuat kesal dengan keadal-edelannya Kino. Saat itu Rafi sedang menunggu Kino berangkat sekolah, tetapi Kino tidak kunjung datang. 

Akhirnya Rafi ke rumah Kino. Setelah sampai dirumah kino ternyata Kino baru selesai mandi. Dan masih sempatnya untuk sarapan pagi. Padahal waktu sudah menunjukkan pukul 06:30 WIB. Dalam hati Rafi merasa kesal. Rafi pun diam saja. Setelah selesai makan, Kino mengambil tas dan sepatunya. Kino pun memakai sepatunya sambil berkata kepada Rafi

Kino : “Fi, sudah pukul berapa sekarang?”.  Rafi dalam hatinya kesal.
Rafi : “Pukul 06:36 WIB”. Rafi cuek saja.
        
Setelah itu pun mereka langsung berangkat sekolah dengan terburu-buru. Rafi karena merasa kesal akhirnya Rafi mengayuh sepedanya dengan cepat. Kino pun tertinggal dibelakangnya. Setelah sampai di sekolah, Rafi langsung masuk ke kelasnya. Begitu juga dengan Kino, karena mereka berbeda kelas. Mereka sampai di sekolah tepat pukul 07:00 WIB. Bel istirahat pun berbunyi. Rafi yang biasanya ke kelas Kino, sekarang berdiam diri di kelasnya. Kino pun hanya duduk-duduk didepan kelasnya,menunggu Rafi yang biasanya kalo istirahat pertama pasti ke kelasnya.Tetapi sekarang tidak kelihatan sama sekali. Didepan kelasnya pun tidak ada Rafi.

Setelah pulang sekolah, Rafi pun masih merasa kesal. Walaupun mereka pulang bareng, tetapi Rafi diam saja. Dan hanya menjawab pertanyaan-pertanyaan yang Kino tanyakan. Lama-lama Rafi pun sudah tidak merasa kesal lagi pada Kino. Hari-hari biasa pun mereka lewati bersama sampai akhirnya mereka nail ke kelas 2 SMP. Di kelas 2 SMP persahabatan mereka semakin tak terpisahkan. Mereka sakarang berangkat sekolah dengan berboncengan tidak lagi sendiri-sendiri seperti waktu kelas 1 SMP. Kadang mereka berboncengan naik sepeda Rafi atau sepeda Kino.

Kehidupan Rafi tidak hanya dengan Kino. Rafi mempunyai keluarga yang sederhana yaitu Ayah dan Ibunya. Kakaknya sudah menikah sejak Rafi masih kelas 6 SD. Sekarang sudah tidak tinggal serumah lagi dengan Rafi. Rafi pun merasa kesepian jika dirumah sendirian. Rafi mempunyai dua ponakan kembar, hasil dari pernikahan kakaknya. Tak jarang Rafi main kerumah kakaknya untuk melihat ponakan kembarnya yang masih lucu-lucu. Disitu Rafi merasa bahagia, dalam pikiran Rafi, ia ingin kakaknya tinggal serumah lagi dengannya, agar ia tidak kesepian lagi. Tetapi itu tidak mungkin karena kakaknya sudah menikah.

Monday, 4 September 2017

CERPEN “LIBURAN KE PANTAI MENGANTI YANG INDAH”



Saat itu libur Hari Raya Idul Fitri. Di pagi hari yang dingin, terdengar suara adzan shubuh, perlahan aku mulai membuka mata dan terbangun dari tidurku. Dengan pikiranku yang masih setengah sadar, aku berjalan ke kamar mandi untuk buang air lalu mengambil air wudhu. Aku menjalankan kewajibanku sebagai seorang muslim dan menunaikan ibadah sholat shubuh.
 
CERPEN “LIBURAN KE PANTAI MENGANTI YANG INDAH”
CERPEN “LIBURAN KE PANTAI MENGANTI YANG INDAH”
Pada saat aku selesai menjalankan ibadah sholat shubuh, aku kembali terlelap tidur karena rasa ngantuk yang sulit ditahan. Matahari yang mulai naik membuatku terbangun dari tidurku, kemudian aku melihat jam dinding yang menunjukkan pukul 9 pagi. Aku pergi menuju kamar mandi untuk mencuci wajahku lalu duduk di depan televisi sambil menyaksikan film yang di tayangkan. Tak lama setelah aku menonton televisi, perutku mulai protes karena belum terisi makanan, aku menuju dapur mengambil sarapan lalu menonton televisi lagi.

Sehabis aku selesai makan, aku mematikan televisi karena bosan dan kemudian aku memainkan ponselku. Aku menonton film yang ada di ponselku sampai kemudian aku mendapatkan pesan dari temanku.

Ketika aku membuka pesan di ponselku, ternyata pesan itu dari teman akrabku, Fauzan. Ia menanyakan apakah aku berada di rumah atau sedang keluar. Aku membalas pesannya lalu melanjutkan menonton film di ponselku. Tak lama setelah aku membalas pesan, Fauzan sudah berada di depan rumahku membawa sepeda motornya. Aku mempersilahkan masuk dan menyuguhkan beberapa hidangan sisa dari idul fitri serta memberinya minuman dingin.

Kami berbincang cukup lama hingga akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke Pantai Menganti.

Fauzan : “Hari ini kita akan kemana?” Tanya Fauzan padaku.
Aku     : “Entah, kenapa kita tidak ke pantai?” Jawabku.
Fauzan : “Bukankah liburan kepantai sudah biasa?”
Aku     : “Kita cari yang jauh, biar perjalanannya asik?”
Fauzan : “Misalnya kemana?”
Aku     : “Bagaimana kalau ke Pantai Watu Bale?”
Fauzan : “Enggaklah, ke Menganti saja yuk?! Disana kan pasirnya putih!” seru Fauzan.
Aku     : “Oke, tapi pakai motormu yah?!”
Fauzan : “Siap! Cepetan kamu berkemas!”

Aku mandi dan bersiap-siap, setelah itu kami langsung berangkat. Di perjalanan, tepatnya di jalan Deandles, kami memacu sepeda motor dengan cukup kencang. Perjalanan jauh itu kami nikmati dengan nuansa angin pedesaan yang menyejukkan. Saat hampir tiba di Pantai Suwuk, kami berhenti sejenak untuk istirahat dan mengisi bahan bakar. Lalu kami melanjutkan perjalanan. Di perjalanan kami mengobrol tentang beberapa hal untuk mengisi waktu agar tidak bosan.

Sunday, 3 September 2017

Cerita Pendek (Cerpen) Adik Ter-imut Sedunia


Izumi selalu ingat saat pertama adiknya datang. Dia selembut salju di musim semi. Sambil bersembunyi di balik ibunya, dia melihat dan menatap Izumi. Izumi mengingat masa-masa saat itu, “Mulai hari ini dia akan menjadi adik perempuanmu” kata Ayah Izumi kepada Izumi. Izumi mengangguk dan menjawab “Baik”. “Salam kenal, kakak” kata adik Izumi. “Salam kenal juga” jawab Izumi sambil tergagap dan tersipu malu. Sejak saat itu, ia tidak pernah melihat adiknya lagi sama sekali.
 
Cerita Pendek (Cerpen) Adik Ter-imut Sedunia
Cerita Pendek (Cerpen) Adik Ter-imut Sedunia
Izumi adalah seorang penulis terkenal novel muda. Ia berumur 16 tahun dan bersekolah di sebuah SMA. Ibunya sudah meninggal sejak ia masih kecil. Sekarang Ayah Izumi menikah lagi dengan seorang wanita yang mempunyai anak perempuan. Anak itu adalah Yuki, yang sekarang menjadi adik Izumi. Yuki berumur 14 tahun dan bersekolah di sebuah SMP. Sejak kejadian satu tahun yang lalu, yaitu saat ayahnya yang dulu meninggal, dia mengurung diri di kamarnya dan berhenti berangkat sekolah. Izumi dan Yuki hanya tinggal berdua di rumahnya. Ayah dan ibunya pergi bekerja di luar kota.

Karena itu, Izumi sebisa mungkin merawat adiknya dan berusaha membuatnya keluar kamar. “Yuki, ini makananmu, keluar dan ambilah” kata Izumi sambil mengetuk pintu kamar Yuki. Setelah menunggu, Yuki pun tetap tidak mau keluar dari kamarnya. “Yuki, makananmu kutaruh di depan pintu, jangan lupa dimakan” kata Izumi sambil menaruh makanan yang diberi pesan bertuliskan “Keluarlah dari kamarmu, supaya aku bisa melihat wajahmu, dari Kakakmu”.

Izumi mulai menjadi penulis novel tepat saat dia masuk SMP karena itu merupakan hobinya. Dan selam tiga tahun, rekan terpercayanya yang suka menggambar hal erotis, dan yang berjuluk “Eromanga-sensei” bekerja dengannya, tetapi mereka belum pernah saling bertemu. Izumi dan rekannya telah membuat novel yang berjudul “Reinkarnasi Serigala Perak”. Dan suatu hari, Izumi ada acara penandatanganan untuk merayakan selesainya seri ini. Nama penanya yaitu “Izumi”, dia menulisnya menggunakan huruf Jepang Katakana. Dia menunjukkan wajahnya saat acara penandatanganannya itu. Jadi pasti ada kemungkinan teman sekelasnya menyadarinya. “Sepertinya aku aman untuk saat ini” kata Izumi sambil melihat handphonenya. Dia terkejut saat melihat sebuah komentar di websitenya yang bertuliskan “Tanda tangan Izumi sangat jelek”, diapun merasa sedikit depresi dan mengunjungi sebuah toko buku. Dia ingin berkonsultasi dengan temannya disana.

Rika adalah nama dari teman Izumi yang bekerja paruh waktu di toko buku itu dan dia satu-satunya teman sekelas Izumi yang mengetahui bahwa Izumi adalah seoran penulis novel. “Izumi, bukankah ini blognya Eromanga-sensei yang menggambar ilstrasi untuk novelmu?” kata Rika sambil menunjukan handphonenya. Izumi sangat terkejut saat melihatnya karena Eromanga-senseilah yang ternyata paling parah saat menjelek-jelekan tanda tangannya dengan membuat ilustrasi dari salah satu karakter di novel Izumi dengan gaya berpakaian yang aneh. Padahal Izumi maupun editornya belum pernah bertemu dengannya juga tidak pernah melakukan sesuatu terhadapnya meskipun sudah bekerja sama selama tiga tahun. Sebenarnya semua pekerjaan dilakukan lewat internet. “Mungkin dia tahu kalau aku mengeluh soal nama julukannya yang cabul” kata Izumi. “Hei, Izumi. Eromanga-sensei akan melakukan siaran langsung hari ini. Kau mau melihatnya?” saut Rika kepada Izumi. “Siaran langsung, ya? Baiklah aku akan melihatnya nanti” jawab Izumi. Diapun pulang ke rumah.

Saturday, 2 September 2017

CERPEN “KISAH BURUNG GAGAK DAN BANGAU”



Pada zaman dahulu disebuah hutan hiduplah seekor kancil. Dia adalah hewan yang cerdik dan baik. Pada suatu pagi kancil memutuskan untuk bertemu dengan salah satu temannya yang tinggal diatas pohon ditepi sungai. Ia adalah seekor burung gagak. Kancil dan burung gagak memang sudah berteman sejak lama. Semua bermula ketika burung gagak menolong kancil yang sedang dikejar oleh seekor harimau.
 
CERPEN “KISAH BURUNG GAGAK DAN BANGAU”
CERPEN “KISAH BURUNG GAGAK DAN BANGAU”
Burung gagak sudah terkenal sebagai burung yang sangat baik. Bulunya yang putih dan cantik, serta caranya yang pandai berburu ikan. Banyak hewan yang iri dan kagum pada kehebatan burung gagak. Tentu saja karena burung gagak merupakan salah satu burung yang ramah dan baik. Setelah beberapa lama si kancil berjalan akhirnya si kancil tiba di rumah gagak yang berada di tepi sungai. Akan tetapi saat kancil berada disana ia mendengar suara tangisan yang begitu keras. Kemudian sang kancil mencari asal dari mana suara itu.

Setelah beberapa saat mencari akhirnya sang kancil menemukan seekor burung yang berwarna hitam kusam sedang menangis di pinggir sungai. Sang kancil pun menemuinya dan berusaha menyapanya akan tetapi alangkah terkejutnya sang kancil ketika mengetahui burung yang berwarna hitam kusam itu adalah gagak sahabatnya sendiri.

“Hi gagak sahabatku apa yang telah terjadi padamu…?, Kenapa bulumu yang putih dan indah berubah menjadi hitam hitam begini.” Tanya si kancil yang terkejut.
 Dalam tangisnya burung gagak pun mulai menjelaskan. “Aku telah ditipu oleh burung bangau sahabatku sendiri. Dia yang membuatku menjadi seperti ini.”
Jawaban burung gagak membuat si kancil menjadi semakin penasaran, karena yang ia tahu burung bangau yang memiliki bulu berwarna hitam bahkan sering membantu gagak mencari ikan.
“Aku tak faham dengan apa yang kau katakan kawan, bukankah burung bangau itu sahabatmu?, dan bagaimana ceritanya bulumu yang indah dan putih kini telah berubah menjadi hitam begini?” tanya si kancil.
Akhirnya burung gagak mulai menceritakan tentang apa yang telah terjadi padanya.

Semua berwal dari bulan lalu. Waktu itu burung gagak melihat burung bangau yang sangat sedih. Dia merasa rendah diri karena memiliki bulu yang jelek dan hitam. Sedangkan gagak mempunyai bulu yang indah dan bersih, karena kasihan dengan sahabatnya itu akhirnya burung gagak menceritakan rahasia kecantiknnya pada bangau. Dia bercerita bahwa dia mempunyai bubuk ajaib yang dapat membuat bulu menjadi putih bersih dan indah. Dia mencuci bulunya dengan air campuran bubuk ajaib tersebut. Mendengar hal tersebut lalu dia merengek meminta pada gagak agar mau meminjamkan bubuk emas ajaib tersebut. Karena mereka sahabat dekat akhirnya sang gagak mau meminjamkan bubuk ajaibnya dengan catatan, bangau harus mengembalikan bubuk itu setelah satu bulan.

Wednesday, 30 August 2017

CERITA PENDEK (CERPEN) “TEMAN SEJATI”



Pada suatu hari pertama kali masuk sekolah menengah pertama / SMP ada seorang anak yang pendiam dan belum mempunyai teman dikelas tersebut. Hari berlalu semakin cepat. Agus atau sebutan namaku mencoba mendekati orang itu yang sangat pendiam dikelas. Aku dan dia berteman makin lama makin akrab, dan yang tak terduga dia bertempat tinggal seberang desa dengan desaku. Lama-lama kita saling dekat saja seperti saudara dekat. Dia bernama Humroni, sering dipanggil Roni. Semenjak dia kenal denganku dia sudah tidak pendiam seperti dulu lagi. Dia sudah bisa beradaptasi dengan lingkungan sekolah. Semenjak aku dekat dengan Roni, aku mulai mengetahui sifat dan karakter dia. Ternyata dia anak yang pintar dan cerdas. Setiap kali ada tugas atau pekerjaan rumah, aku selalu diajari oleh Roni. Dari pelajaran yang termudah sampai tersulit bagiku, dia bisa mengerjakanya. Beda denganku yang belum mencoba sudah menyerah saja.
 
CERITA PENDEK (CERPEN) “TEMAN SEJATI”
CERITA PENDEK (CERPEN) “TEMAN SEJATI”
Satu tahun aku duduk dikelas satu SMP sekelas dengan Roni, sampai-sampai duduk pun bersamaan. Jangankan duduk, ke kantin ataupun kemanapun aku pergi atau aku butuh pasti Roni selalu siap menemani aku kemanapun. Dan sebaliknya akupun begitu, jika Roni membutuhkan aku, aku siap membantunya walaupun sekecil apapun perbuatanku untuknya. Berangkat sekolah pun kadang selalu kerumahku dulu untuk menjemputku untuk berangkat sekolah bersamaan. Biasanya dia kerumahku dan sebaliknya akupun juga kerumah Roni untuk mengajak bermain ataupun berangkat sekolah dan ekstrakurikuler. Pokoknya kalau Roni butuh aku maka aku siap membantu, dan sebaliknya jika aku butuh Roni maka Roni pun siap juga untuk membantuku.

Pada suatu saat setelah UKK sekolahku selalu mengadakan turnamen antar kelas, atau sering disebut classmeeting, lomba wajib yaitu lomba futsal antar kelas. Dan pada saat itu, teman-temanku yang jago atau ahli bermain futsal tidak ada yang berangkat sekolah. Mau bagaimana lagi kalau kelasku tidak mengikuti pertandingan maka akan dikenakan sanksi dan di diskualifikasi dari pertandingan. Dan akhirnya kita semua sepakat mau tidak mau mengikuti pertandingan futsal itu, dan yang ikut pertandingan melawan tetangga kelas diwakili oleh aku. Roni dan teman-teman yang saya kira rada rada tidak suka sepak bola, dan mau bagaimana harus ikut dan yang terpenting kalah menang hal biasa dalam sebuah pertandingan sepak bola. 

Tuesday, 29 August 2017

Cerita Pendek (Cerpen) “Meraih Cita-cita dan Doa”


Namaku Septiyan biasa dipanggil Tiyan. Aku merupakan anak kedua dari dua bersaudara dan berasal dari keluarga yang sederhana. Pada saat aku berumur 7 tahun, aku selalu diajarkan oleh orang tuaku tentang arti kehidupan. Di dalam hatiku aku sering berkata “Betapa enak menjadi orang kaya, semua serba ada, segala keinginan terpenuhi karena semua tersedia.” Aku sering menghayal, seandainya aku jadi orang kaya, pasti aku sangat senang sekali. Tapi orang tuaku selalu berkata: “Bahwa dengan menuntut ilmu dan berusaha dengan sungguh-sungguh pasti apa yang kita inginkan akan tercapai.” Itupun juga pernah dikatakan oleh guru ngajiku “MAN JADDA WAJADA” yang artinya “Barang siapa bersungguh sungguh semua keinginan pasti akan tercapai.” Itu selalu kutanamkan dalam hatiku sampai sekarang. Untuk itu aku selalu berusaha dengan sekuat tenaga untuk bisa mengejar cita-citaku yaitu ingin menjadi dosen.
 
Cerita Pendek (Cerpen) “Meraih Cita-cita dan Doa”
Cerita Pendek (Cerpen) “Meraih Cita-cita dan Doa”
Pada suatu hari seketika pada malam harinya aku diajak pamanku kerumahnya:
Pamanku   : “Yan, hari minggu besok kamu ada kerjaan gak”
Aku           :“Tidak ada, emangnya kenapa”,
Pamanku    : “Besok kamu mau gak, kerumah paman”
Aku             : “ Emang ada apa paman ?”
Pamanku    : “Besok saja kamu datang. “
Aku            : “Oke deh.”

Keesokan harinya aku langsung pergi kerumah pamanku yang ada di Candi Lontar. Tanpa pamit kepada orang tuaku, pamanku langsung meminta aku duduk di berugak disamping rumahnya. Aku langsung duduk. Tanpa basa-basi pamanku langsung memberikanku sebuah buku yang berjudul “Kisah Abu zar Al ghifari” di dalam hatiku aku selalu bertanya untuk apa pamanku mengasih buku ini. Setelah itu pamanku langsung menjelaskan bahwa Abu zar Al ghifari itu merupakan sahabat Nabi Muhammad SAW yang memiliki ilmu pengetahuan yang tidak dimiliki oleh orang lain. Selain itu dia juga shaleh dan termasuk orang kaya dari para sahabat Nabi MuhammadSAW. Dia dulunya sangat miskin tetapi dia berusaha dengan sungguh-sungguh. Dia menjadi orang kaya yang sukses, hartanya ada dimana mana” setelah pamanku bercerita panjang lebar, bibiku datang.

“Yan, ibumu mencarimu kemana mana. Dia takut kalau kamu itu diculik orang” kata bibiku. Aku pun langsung pamit kepada pamanku, tapi sebelum aku pamit pamanku menyuruh untuk datang kerumahnya besok setelah pulang ke rumah dan aku langsung menyetujuinya.

Dan keesokan harinya setelah aku pulang sekolah aku langsung pamit kepada orang tuaku untuk pergi kerumah pamanku.

Aku          :“Ma, aku mau pergi kerumah pamanku, nanti sore aku pulang”
Ibuku        : “Iya, tapi kamu jangan terlambat lagi”
Aku          : “Iya, aku pamit dulu, Assalamu’alaikum”
Ibuku        : “Wa’alaikumussalam”

Setelah sampai dirumah pamanku dan mempersilahkan aku duduk, pamanku mulai      ngobrol denganku.

Paman :“ Yan, setelah kamu lulus dari SMP Negeri 25 Surabaya, kamu ingin melanjutkan dimana?”
Aku     : “Aku ingin sekolah di SMA Negeri 11 Surabaya, karena itu merupakan impianku sejak kecil.
Paman : “Kenapa nggak kamu coba memilih di tengah kota, misalnya di SMA Negeri 1 Surabaya?”
Aku     :  “Aku sih mau, tapi aku ingin sekolah di SMA Negeri 11 Surabaya yang lebih dekat dengan rumah dan menghemat biaya transportasi” hehe.Selain itu, sekolah mana saja sama kok, yang penting niatnya.
Pamanku: “ Ohh, baguslah kalau begitu. Kamu mau gak ngembala kambing paman?”
Aku        : “Aku gak bisa ngembala kambing, tapi akan ku usahain”

Pada malam harinya setelah salat maghrib aku membaca buku tentang kisah Abu zar al ghifari yang dikasih pamanku tempo hari yang lalu. Setelah membacanya hatiku merasa tergerak dan termotivasi supaya aku berusaha dengan tekun supaya cita-citaku bisa terwujud. Di dalam hatiku berkata “Memang betul pilihanku ngembala kambing pamanku, nanti uangnya aku bisa aku tabung untuk keperluan sekolahku”. Setelah seminggu atau sebulan bekerja, pamanku memberikan aku uang, dan uang itu langsung aku tabung untuk keperluan sekolahku.

Di sekolah aku mempunyai dua teman yang sangat dekat dengan aku. Teman aku itu yang selalu memotivasiku dan menemaniku di saat senang ataupun susah. Temanku itu bernama Rio Hidayatullah dan Zihnul Puadi.

Zihnul  : “Rio, kamu mau gak besok kita pergi ke Pantai, kan besok hari libur”.
Rio      : “Kan kamu kerja melulu gak ada waktu luangmu” kata Rio meyakinkanku.

Setelah terdiam sejenak aku menyetujuinya. Dan keesokan harinya aku minta ijin ke pamanku untuk berlibur ke pantai yaitu ke pantai Kenjeran, dan pamanku mengijinkanku. Tepat pada pukul 08.00 WIB kami berangkat menggunakan sepeda motor. Di dalam perjalanan aku merasa senang sekali karena telah sekian lama aku tidak pergi ke pantai yaitu pada saat kelas 1 SMP dan sekarang kelas 3 SMP. Setelah sampai di sana aku membaca sebuah puisi karyaku yang berjudul pantai :

Pantai

Hamparan pasirmu indah mempesona
Tak letih mata memandang dari ujung pengharapan
Adakah engkau tahu wahai pantai
Engkau mempesona diriku

            Mentari pagi terbit dan tenggelam disisimu oh... pantai
            Hembusan angin menerbangkan pasir putihmu
            Tahukah engkau senangnya hatiku
            Karena dapat mengunjungimu

Pantai oh pantai biarpun engkau di cintai
Tapi engkau tetap angkuh dan tak peduli
Kalau engkau marah semua menderita
Tapi engkau seolah tidak tahu engkau tetap tenang
Bagai air yang tenang tapi menghayuntukan